<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348</id><updated>2011-04-21T12:37:53.177-07:00</updated><category term='Sholat Sunnah'/><category term='Larangan Berpacaran'/><category term='Website'/><category term='Hukum Islam'/><category term='Pernikahan'/><category term='Sholat'/><category term='Puasa Sunnah'/><category term='Kisah 25 Nabi dan Rasul'/><category term='MANDI'/><category term='KISAH 25 NABI DAN RASUL ISLAM'/><category term='Ziarah Sejarah'/><category term='Sholawat'/><category term='Kisah 25  Nabi dan Rasul'/><category term='Berumah Tangga'/><category term='Nabi Muhammad SAW'/><category term='Thaharah'/><category term='Aturan Berpacaran'/><category term='WUDHU'/><category term='Hukum Pacaran dalam Islam'/><title type='text'>Dengan Nafas Mu</title><subtitle type='html'>Dengan Nafas &amp;amp; Cahaya Illahi,Niscaya Terangi jalan Hidup yang Bernuansa Islami.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>53</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-21103764360614713</id><published>2009-01-08T05:22:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T05:26:06.741-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad SAW'/><title type='text'>Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW.1</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;BAGIAN KETIGA: MUHAMMAD DARI KELAHIRAN                   (1/3)&lt;br /&gt;SAMPAI PERKAWINANNYA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   Perkawinan Abdullah dengan Aminah - Abdullah wafat -&lt;br /&gt;  Muhammad lahir disusukan oleh Keluarga Sa'd - Kisah&lt;br /&gt;  dua malaikat - Lima tahun selama tinggal di pedalaman&lt;br /&gt;  - Aminah wafat - Di bawah asuhan Abd'l-Muttalib -&lt;br /&gt;  Abd'l-Muttalib wafat - Di bawah asuhan Abu Talib -&lt;br /&gt;  Pergi ke Suria dalam usia dua belas tahun- Perang&lt;br /&gt;  Fijar - Menggembala kambing - Ke Suria membawa&lt;br /&gt;  dagangan Khadijah - Perkawinannya dengan Khadijah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;USIA Abd'l-Muttalib sudah  hampir  mencapai  tujuhpuluh  tahun&lt;br /&gt;atau   lebih   tatkala  Abraha  mencoba  menyerang  Mekah  dan&lt;br /&gt;menghancurkan Rumah Purba. Ketika itu  umur  Abdullah  anaknya&lt;br /&gt;sudah duapuluh empat tahun, dan sudah tiba masanya dikawinkan.&lt;br /&gt;Pilihan Abd'l-Muttalib jatuh kepada Aminah bint Wahb  bin  Abd&lt;br /&gt;Manaf  bin Zuhra, - pemimpin suku Zuhra ketika itu yang sesuai&lt;br /&gt;pula usianya dan mempunyai kedudukan terhormat. Maka  pergilah&lt;br /&gt;anak-beranak  itu hendak mengunjungi keluarga Zuhra. Ia dengan&lt;br /&gt;anaknya menemui Wahb dan melamar puterinya.  Sebagian  penulis&lt;br /&gt;sejarah  berpendapat,  bahwa  ia  pergi  menemui  Uhyab, paman&lt;br /&gt;Aminah, sebab waktu itu ayahnya sudah  meninggal  dan  dia  di&lt;br /&gt;bawah  asuhan  pamannya.  Pada hari perkawinan Abdullah dengan&lt;br /&gt;Aminah itu, Abd'l-Muttalib  juga  kawin  dengan  Hala,  puteri&lt;br /&gt;pamannya.  Dari perkawinan ini lahirlah Hamzah, paman Nabi dan&lt;br /&gt;yang seusia dengan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah dengan Aminah  tinggal  selama  tiga  hari  di  rumah&lt;br /&gt;Aminah,  sesuai  dengan  adat  kebiasaan  Arab bila perkawinan&lt;br /&gt;dilangsungkan di rumah keluarga pengantin puteri. Sesudah  itu&lt;br /&gt;mereka  pindah  bersama-sama  ke  keluarga Abd'l-Muttalib. Tak&lt;br /&gt;seberapa lama kemudian Abdullahpun  pergi  dalam  suatu  usaha&lt;br /&gt;perdagangan  ke  Suria  dengan  meninggalkan isteri yang dalam&lt;br /&gt;keadaan hamil. Tentang ini masih terdapat beberapa  keterangan&lt;br /&gt;yang  berbeda-beda:  adakah  Abdullah kawin lagi selain dengan&lt;br /&gt;Aminah;  adakah  wanita  lain  yang  datang  menawarkan   diri&lt;br /&gt;kepadanya?     Rasanya    tak    ada    gunanya    menyelidiki&lt;br /&gt;keterangan-keterangan semacam ini. Yang pasti  ialah  Abdullah&lt;br /&gt;adalah  seorang  pemuda  yang tegap dan tampan. Bukan hal yang&lt;br /&gt;luar biasa jika ada wanita lain yang ingin  menjadi  isterinya&lt;br /&gt;selain  Aminah. Tetapi setelah perkawinannya dengan Aminah itu&lt;br /&gt;hilanglah harapan yang lain walaupun  untuk  sementara.  Siapa&lt;br /&gt;tahu,   barangkali   mereka  masih  menunggu  ia  pulang  dari&lt;br /&gt;perjalanannya ke  Syam  untuk  menjadi  isterinya  di  samping&lt;br /&gt;Aminah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  perjalanannya  itu  Abdullah  tinggal  selama  beberapa&lt;br /&gt;bulan. Dalam pada itu ia pergi juga ke Gaza dan kembali  lagi.&lt;br /&gt;Kemudian  ia  singgah  ke  tempat  saudara-saudara  ibunya  di&lt;br /&gt;Medinah sekadar beristirahat sesudah merasa letih selama dalam&lt;br /&gt;perjalanan.  Sesudah itu ia akan kembali pulang dengan kafilah&lt;br /&gt;ke Mekah. Akan tetapi kemudian ia menderita  sakit  di  tempat&lt;br /&gt;saudara-saudara  ibunya  itu.  Kawan-kawannyapun  pulang lebih&lt;br /&gt;dulu meninggalkan dia. Dan merekalah yang menyampaikan  berita&lt;br /&gt;sakitnya itu kepada ayahnya setelah mereka sampai di Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu  berita sampai kepada Abd'l-Muttalib ia mengutus Harith&lt;br /&gt;- anaknya yang sulung - ke  Medinah,  supaya  membawa  kembali&lt;br /&gt;bila  ia  sudah  sembuh.  Tetapi  sesampainya  di  Medinah  ia&lt;br /&gt;mengetahui bahwa Abdullah sudah meninggal dan sudah dikuburkan&lt;br /&gt;pula,   sebulan   sesudah   kafilahnya   berangkat  ke  Mekah.&lt;br /&gt;Kembalilah Harith kepada keluarganya dengan  membawa  perasaan&lt;br /&gt;pilu  atas  kematian  adiknya itu. Rasa duka dan sedih menimpa&lt;br /&gt;hati Abd'l-Muttalib, menimpa hati Aminah, karena ia kehilangan&lt;br /&gt;seorang  suami  yang  selama  ini  menjadi harapan kebahagiaan&lt;br /&gt;hidupnya. Demikian juga Abd'l-Muttalib sangat sayang kepadanya&lt;br /&gt;sehingga penebusannya terhadap Sang Berhala yang demikian rupa&lt;br /&gt;belum pernah terjadi di kalangan masyarakat Arab sebelum itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peninggalan Abdullah sesudah  wafat  terdiri  dari  lima  ekor&lt;br /&gt;unta,  sekelompok  ternak kambing dan seorang budak perempuan,&lt;br /&gt;yaitu Umm Ayman - yang kemudian menjadi pengasuh  Nabi.  Boleh&lt;br /&gt;jadi   peninggalan   serupa  itu  bukan  berarti  suatu  tanda&lt;br /&gt;kekayaan; tapi  tidak  juga  merupakan  suatu  kemiskinan.  Di&lt;br /&gt;samping  itu  umur  Abdullah yang masih dalam usia muda belia,&lt;br /&gt;sudah mampu bekerja dan berusaha mencapai kekayaan. Dalam pada&lt;br /&gt;itu  ia  memang tidak mewarisi sesuatu dari ayahnya yang masih&lt;br /&gt;hidup itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aminah sudah hamil, dan kemudian, seperti  wanita  lain  iapun&lt;br /&gt;melahirkan.  Selesai  bersalin  dikirimnya berita kepada Abd'l&lt;br /&gt;Muttalib  di  Ka'bah,  bahwa  ia   melahirkan   seorang   anak&lt;br /&gt;laki-laki.  Alangkah gembiranya orang tua itu setelah menerima&lt;br /&gt;berita. Sekaligus ia teringat kepada Abdullah anaknya. Gembira&lt;br /&gt;sekali  hatinya  karena  ternyata pengganti anaknya sudah ada.&lt;br /&gt;Cepat-cepat ia menemui menantunya itu,  diangkatnya  bayi  itu&lt;br /&gt;lalu  dibawanya  ke  Ka'bah. Ia diberi nama Muhammad. Nama ini&lt;br /&gt;tidak umum di kalangan orang Arab tapi cukup dikenal. Kemudian&lt;br /&gt;dikembalikannya  bayi  itu  kepada  ibunya. Kini mereka sedang&lt;br /&gt;menantikan orang yang akan menyusukannya  dari  Keluarga  Sa'd&lt;br /&gt;(Banu  Sa'd),  untuk  kemudian  menyerahkan anaknya itu kepada&lt;br /&gt;salah seorang dari mereka, sebagaimana sudah menjadi adat kaum&lt;br /&gt;bangsawan Arab di Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai  tahun  ketika  Muhammad  dilahirkan,  beberapa  ahli&lt;br /&gt;berlainan pendapat. Sebagian besar mengatakan pada Tahun Gajah&lt;br /&gt;(570  Masehi).  Ibn  Abbas mengatakan ia dilahirkan pada Tahun&lt;br /&gt;Gajah itu. Yang lain berpendapat  kelahirannya  itu  limabelas&lt;br /&gt;tahun sebelum peristiwa gajah. Selanjutnya ada yang mengatakan&lt;br /&gt;ia dilahirkan beberapa hari  atau  beberapa  bulan  atau  juga&lt;br /&gt;beberapa  tahun  sesudah  Tahun  Gajah. Ada yang menaksir tiga&lt;br /&gt;puluh tahun, dan ada  juga  yang  menaksir  sampai  tujuhpuluh&lt;br /&gt;tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga para ahli berlainan pendapat mengenai bulan kelahirannya.&lt;br /&gt;Sebagian besar mengatakan ia dilahirkan bulan Rabiul Awal. Ada&lt;br /&gt;yang  berkata lahir dalam bulan Muharam, yang lain berpendapat&lt;br /&gt;dalam bulan Safar, sebagian lagi menyatakan dalam bulan Rajab,&lt;br /&gt;sementara yang lain mengatakan dalam bulan Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelainan  pendapat itu juga mengenai hari bulan ia dilahirkan.&lt;br /&gt;Satu pendapat mengatakan pada malam kedua  Rabiul  Awal,  atau&lt;br /&gt;malam   kedelapan,   atau   kesembilan.  Tetapi  pada  umumnya&lt;br /&gt;mengatakan, bahwa dia dilahirkan pada tanggal duabelas  Rabiul&lt;br /&gt;Awal. Ini adalah pendapat Ibn Ishaq dan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya   terdapat   perbedaan   pendapat  mengenai  waktu&lt;br /&gt;kelahirannya, yaitu siang atau malam, demikian  juga  mengenai&lt;br /&gt;tempat  kelahirannya di Mekah. Caussin de Perceval dalam Essai&lt;br /&gt;sur  l'Histoire  des   Arabes   menyatakan,   bahwa   Muhammad&lt;br /&gt;dilahirkan bulan Agustus 570, yakni Tahun Gajah, dan bahwa dia&lt;br /&gt;dilahirkan di Mekah di rumah kakeknya Abd'l-Muttalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  hari  ketujuh  kelahirannya  itu  Abd'l-Muttalib   minta&lt;br /&gt;disembelihkan   unta.   Hal   ini  kemudian  dilakukan  dengan&lt;br /&gt;mengundang makan masyarakat Quraisy. Setelah mereka mengetahui&lt;br /&gt;bahwa  anak  itu  diberi  nama Muhammad, mereka bertanya-tanya&lt;br /&gt;mengapa ia tidak suka memakai nama nenek  moyang.  "Kuinginkan&lt;br /&gt;dia akan  menjadi  orang  yang Terpuji,1  bagi Tuhan di langit&lt;br /&gt;dan bagi makhlukNya di bumi," jawab Abd'l Muttalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aminah masih menunggu  akan  menyerahkan  anaknya  itu  kepada&lt;br /&gt;salah  seorang  Keluarga  Sa'd  yang  akan menyusukan anaknya,&lt;br /&gt;sebagaimana sudah menjadi kebiasaan  bangsawan-bangsawan  Arab&lt;br /&gt;di    Mekah.    Adat   demikian   ini   masih   berlaku   pada&lt;br /&gt;bangsawan-bangsawan  Mekah.  Pada   hari   kedelapan   sesudah&lt;br /&gt;dilahirkan  anak  itupun  dikirimkan  ke  pedalaman  dan  baru&lt;br /&gt;kembali pulang ke kota sesudah ia berumur delapan atau sepuluh&lt;br /&gt;tahun.  Di  kalangan  kabilah-kabilah  pedalaman yang terkenal&lt;br /&gt;dalam menyusukan ini di antaranya  ialah  kabilah  Banu  Sa'd.&lt;br /&gt;Sementara masih menunggu orang yang akan menyusukan itu Aminah&lt;br /&gt;menyerahkan anaknya kepada Thuwaiba, budak perempuan pamannya,&lt;br /&gt;Abu  Lahab. Selama beberapa waktu ia disusukan, seperti Hamzah&lt;br /&gt;yang juga kemudian disusukannya. Jadi  mereka  adalah  saudara&lt;br /&gt;susuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun  Thuwaiba hanya beberapa hari saja menyusukan, namun&lt;br /&gt;ia tetap memelihara hubungan yang baik sekali selama hidupnya.&lt;br /&gt;Setelah  wanita  itu  meninggal  pada tahun ketujuh sesudah ia&lt;br /&gt;hijrah ke Medinah,  untuk  meneruskan  hubungan  baik  itu  ia&lt;br /&gt;menanyakan  tentang  anaknya yang juga menjadi saudara susuan.&lt;br /&gt;Tetapi kemudian  ia  mengetahui  bahwa  anak  itu  juga  sudah&lt;br /&gt;meninggal sebelum ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya  datang  juga  wanita-wanita  Keluarga Sa'd yang akan&lt;br /&gt;menyusukan itu ke Mekah. Mereka memang mencari bayi yang  akan&lt;br /&gt;mereka  susukan.  Akan  tetapi  mereka  menghindari  anak-anak&lt;br /&gt;yatim. Sebenarnya mereka masih mengharapkan sesuatu jasa  dari&lt;br /&gt;sang  ayah.  Sedang  dari  anak-anak yatim sedikit sekali yang&lt;br /&gt;dapat mereka harapkan. Oleh karena itu di  antara  mereka  itu&lt;br /&gt;tak  ada  yang  mau  mendatangi Muhammad. Mereka akan mendapat&lt;br /&gt;hasil yang lumayan bila mendatangi keluarga yang dapat  mereka&lt;br /&gt;harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Halimah bint Abi-Dhua'ib yang pada mulanya menolak&lt;br /&gt;Muhammad, seperti yang lain-lain juga, ternyata tidak mendapat&lt;br /&gt;bayi  lain  sebagai gantinya. Di samping itu karena dia memang&lt;br /&gt;seorang  wanita  yang  kurang  mampu,  ibu-ibu  lainpun  tidak&lt;br /&gt;menghiraukannya.  Setelah  sepakat  mereka  akan  meninggalkan&lt;br /&gt;Mekah. Halimah berkata kepada Harith bin Abd'l-'Uzza suaminya:&lt;br /&gt;"Tidak  senang  aku pulang bersama dengan teman-temanku tanpa&lt;br /&gt;membawa seorang bayi. Biarlah aku pergi kepada anak yatim  itu&lt;br /&gt;dan akan kubawa juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah,"  jawab  suaminya.  "Mudah-mudahan  karena itu Tuhan&lt;br /&gt;akan memberi berkah kepada kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halimah  kemudian  mengambil  Muhammad  dan  dibawanya   pergi&lt;br /&gt;bersama-sama   dengan   teman-temannya   ke   pedalaman.   Dia&lt;br /&gt;bercerita, bahwa sejak diambilnya anak itu ia merasa  mendapat&lt;br /&gt;berkah.   Ternak   kambingnya   gemuk-gemuk   dan   susunyapun&lt;br /&gt;bertambah. Tuhan telah memberkati semua yang ada padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dua tahun Muhammad tinggal di  sahara,  disusukan  oleh&lt;br /&gt;Halimah  dan  diasuh oleh Syaima', puterinya. Udara sahara dan&lt;br /&gt;kehidupan pedalaman yang  kasar  menyebabkannya  cepat  sekali&lt;br /&gt;menjadi  besar,  dan  menambah  indah  bentuk  dan pertumbuhan&lt;br /&gt;badannya. Setelah cukup dua tahun dan  tiba  masanya  disapih,&lt;br /&gt;Halimah  membawa  anak  itu  kepada  ibunya  dan  sesudah  itu&lt;br /&gt;membawanya kembali ke  pedalaman.  Hal  ini  dilakukan  karena&lt;br /&gt;kehendak  ibunya,  kata sebuah keterangan, dan keterangan lain&lt;br /&gt;mengatakan karena kehendak Halimah sendiri. Ia dibawa  kembali&lt;br /&gt;supaya  lebih  matang,  juga  memang  dikuatirkan  dari adanya&lt;br /&gt;serangan wabah Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun lagi anak itu tinggal  di  sahara,  menikmati  udara&lt;br /&gt;pedalaman  yang  jernih  dan bebas, tidak terikat oleh sesuatu&lt;br /&gt;ikatan jiwa, juga tidak oleh ikatan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu, sebelum usianya  mencapai  tiga  tahun,  ketika&lt;br /&gt;itulah  terjadi  cerita  yang  banyak dikisahkan orang. Yakni,&lt;br /&gt;bahwa  sementara  ia  dengan  saudaranya  yang  sebaya  sesama&lt;br /&gt;anak-anak   itu  sedang  berada  di  belakang  rumah  di  luar&lt;br /&gt;pengawasan keluarganya, tiba-tiba anak yang dari Keluarga Sa'd&lt;br /&gt;itu   kembali   pulang  sambil  berlari,  dan  berkata  kepada&lt;br /&gt;ibu-bapanya: "Saudaraku yang dari Quraisy  itu  telah  diambil&lt;br /&gt;oleh  dua  orang  laki-laki  berbaju  putih.  Dia dibaringkan,&lt;br /&gt;perutnya dibedah, sambil di balik-balikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentang Halimah ini ada juga diceritakan,  bahwa  mengenai&lt;br /&gt;diri  dan suaminya ia berkata: "Lalu saya pergi dengan ayahnya&lt;br /&gt;ke  tempat  itu.  Kami  jumpai  dia  sedang  berdiri.  Mukanya&lt;br /&gt;pucat-pasi. Kuperhatikan dia. demikian juga ayahnya. Lalu kami&lt;br /&gt;tanyakan: "Kenapa kau, nak?" Dia menjawab: "Aku didatangi oleh&lt;br /&gt;dua  orang  laki-laki berpakaian putih. Aku di baringkan, lalu&lt;br /&gt;perutku di bedah. Mereka mencari sesuatu di dalamnya. Tak tahu&lt;br /&gt;aku apa yang mereka cari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halimah dan suaminya kembali pulang ke rumah. Orang itu sangat&lt;br /&gt;ketakutan, kalau-kalau anak itu sudah kesurupan. Sesudah  itu,&lt;br /&gt;dibawanya  anak  itu  kembali  kepada  ibunya  di  Mekah. Atas&lt;br /&gt;peristiwa ini Ibn Ishaq  membawa  sebuah  Hadis  Nabi  sesudah&lt;br /&gt;kenabiannya. Tetapi dalam menceritakan peristiwa ini Ibn Ishaq&lt;br /&gt;nampaknya  hati-hati  sekali  dan   mengatakan   bahwa   sebab&lt;br /&gt;dikembalikannya  kepada  ibunya bukan karena cerita adanya dua&lt;br /&gt;malaikat itu, melainkan - seperti cerita Halimah kepada Aminah&lt;br /&gt;-  ketika  ia di bawa pulang oleh Halimah sesudah disapih, ada&lt;br /&gt;beberapa orang Nasrani  Abisinia  memperhatikan  Muhammad  dan&lt;br /&gt;menanyakan   kepada   Halimah  tentang  anak  itu.  Dilihatnya&lt;br /&gt;belakang anak itu, lalu mereka berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biarlah kami bawa anak ini kepada raja kami di  negeri  kami.&lt;br /&gt;Anak  ini  akan menjadi orang penting. Kamilah yang mengetahui&lt;br /&gt;keadaannya." Halimah lalu cepat-cepat menghindarkan diri  dari&lt;br /&gt;mereka  dengan  membawa  anak  itu.  Demikian juga cerita yang&lt;br /&gt;dibawa oleh Tabari, tapi  ini  masih  di  ragukan;  sebab  dia&lt;br /&gt;menyebutkan   Muhammad   dalam   usianya   itu,  lalu  kembali&lt;br /&gt;menyebutkan  bahwa  hal  itu  terjadi   tidak   lama   sebelum&lt;br /&gt;kenabiannya dan usianya empatpuluh tahun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/sejarah-hidup-nabi-muhammad-saw_08.html"&gt;Bersambung 2/3&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-21103764360614713?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/21103764360614713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=21103764360614713&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/21103764360614713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/21103764360614713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/sejarah-hidup-nabi-muhammad-saw1.html' title='Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW.1'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-20762205799529992</id><published>2009-01-08T05:08:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T06:21:09.058-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad SAW'/><title type='text'>Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW.2</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;BAGIAN KETIGA: MUHAMMAD DARI KELAHIRAN                   (2/3)&lt;br /&gt;SAMPAI PERKAWINANNYA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Baik  kaum  Orientalis  maupun beberapa kalangan kaum Muslimin&lt;br /&gt;sendiri tidak merasa puas dengan cerita dua malaikat  ini  dan&lt;br /&gt;menganggap   sumber  itu  lemah  sekali.  Yang  melihat  kedua&lt;br /&gt;laki-laki (malaikat) dalam cerita penulis-penulis sejarah  itu&lt;br /&gt;hanya  anak-anak  yang  baru  dua tahun lebih sedikit umurnya.&lt;br /&gt;Begitu juga umur Muhammad waktu itu. Akan tetapi sumber-sumber&lt;br /&gt;itu   sependapat   bahwa  Muhammad  tinggal  di  tengah-tengah&lt;br /&gt;Keluarga Sa'd itu sampai mencapai usia lima  tahun.  Andaikata&lt;br /&gt;peristiwa  itu  terjadi  ketika ia berusia dua setengah tahun,&lt;br /&gt;dan ketika itu Halimah dan  suaminya  mengembalikannya  kepada&lt;br /&gt;ibunya,  tentulah terdapat kontradiksi dalam dua sumber cerita&lt;br /&gt;itu yang tak dapat diterima. Oleh karena itu beberapa  penulis&lt;br /&gt;berpendapat,  bahwa ia kembali dengan Halimah itu untuk ketiga&lt;br /&gt;kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini Sir William Muir tidak  mau  menyebutkan  cerita&lt;br /&gt;tentang  dua  orang  berbaju putih itu, dan hanya menyebutkan,&lt;br /&gt;bahwa kalau Halimah dan suaminya sudah menyadari adanya  suatu&lt;br /&gt;gangguan  kepada  anak itu, maka mungkin saja itu adalah suatu&lt;br /&gt;gangguan krisis urat-saraf, dan kalau  hal  itu  tidak  sampai&lt;br /&gt;mengganggu  kesehatannya  ialah  karena  bentuk  tubuhnya yang&lt;br /&gt;baik. Barangkali yang  lainpun  akan  berkata:  Baginya  tidak&lt;br /&gt;diperlukan  lagi  akan  ada  yang  harus  membelah  perut atau&lt;br /&gt;dadanya, sebab sejak dilahirkan Tuhan  sudah  mempersiapkannya&lt;br /&gt;supaya  menjalankan  risalahNya. Dermenghem berpendapat, bahwa&lt;br /&gt;cerita ini tidak mempunyai dasar kecuali dari  yang  diketahui&lt;br /&gt;orang  dari  teks  ayat  yang  berbunyi:  "Bukankah sudah Kami&lt;br /&gt;lapangkan dadamu? Dan sudah Kami lepaskan beban dari kau? Yang&lt;br /&gt;telah memberati punggungmu?" (Qur'an 94: 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa  yang  telah  diisyaratkan  Qur'an  itu  adalah dalam arti&lt;br /&gt;rohani semata, yang maksudnya ialah membersihkan  (menyucikan)&lt;br /&gt;dan  mencuci  hati  yang akan menerima Risalah Kudus, kemudian&lt;br /&gt;meneruskannya  seikhlas-ikhlasnya,  dengan  menanggung  segala&lt;br /&gt;beban karena Risalah yang berat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  demikian  apa  yang  diminta  oleh kaum Orientalis dan&lt;br /&gt;pemikir-pemikir Muslim dalam hal ini ialah  bahwa  peri  hidup&lt;br /&gt;Muhammad adalah sifatnya manusia semata-mata dan bersifat peri&lt;br /&gt;kemanusiaan yang luhur. Dan untuk memperkuat  kenabiannya  itu&lt;br /&gt;memang  tidak  perlu  ia harus bersandar kepada apa yang biasa&lt;br /&gt;dilakukan oleh  mereka  yang  suka  kepada  yang  ajaib-ajaib.&lt;br /&gt;Dengan  demikian  mereka  beralasan  sekali  menolak tanggapan&lt;br /&gt;penulis-penulis Arab dan kaum Muslimin tentang peri hidup Nabi&lt;br /&gt;yang  tidak  masuk akal itu. Mereka berpendapat bahwa apa yang&lt;br /&gt;dikemukakan itu tidak sejalan dengan  apa  yang  diminta  oleh&lt;br /&gt;Qur'an   supaya   merenungkan   ciptaan   Tuhan,   dan   bahwa&lt;br /&gt;undang-undang Tuhan takkan ada yang berubah-ubah. Tidak sesuai&lt;br /&gt;dengan  ekspresi  Qur'an  tentang  kaum Musyrik yang tidak mau&lt;br /&gt;mendalami dan tidak mau mengerti juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad tinggal pada Keluarga Sa'd sampai mencapai usia  lima&lt;br /&gt;tahun,  menghirup  jiwa  kebebasan dan kemerdekaan dalam udara&lt;br /&gt;sahara  yang  lepas  itu.  Dari   kabilah   ini   ia   belajar&lt;br /&gt;mempergunakan  bahasa  Arab  yang  murni,  sehingga  pernah ia&lt;br /&gt;mengatakan kepada teman-temannya kemudian:  "Aku  yang  paling&lt;br /&gt;fasih di antara kamu sekalian. Aku dari Quraisy tapi diasuh di&lt;br /&gt;tengah-tengah Keluarga Sa'd bin Bakr."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun masa yang ditempuhnya itu telah memberikan kenangan&lt;br /&gt;yang  indah  sekali dan kekal dalam jiwanya. Demikian juga Ibu&lt;br /&gt;Halimah dan keluarganya  tempat  dia  menumpahkan  rasa  kasih&lt;br /&gt;sayang dan hormat selama hidupnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk  daerah  itu  pernah  mengalami  suatu  masa paceklik&lt;br /&gt;sesudah perkawinan Muhammad dengan Khadijah. Bilamana  Halimah&lt;br /&gt;kemudian  mengunjunginya, sepulangnya ia dibekali dengan harta&lt;br /&gt;Khadijah berupa unta yang dimuati air  dan  empat  puluh  ekor&lt;br /&gt;kambing. Dan setiap dia datang dibentangkannya pakaiannya yang&lt;br /&gt;paling berharga untuk tempat duduk Ibu Halimah  sebagai  tanda&lt;br /&gt;penghormatan. Ketika Syaima, puterinya berada di bawah tawanan&lt;br /&gt;bersama-sama pihak Hawazin setelah  Ta'if  dikepung,  kemudian&lt;br /&gt;dibawa  kepada  Muhammad,  ia segera mengenalnya. Ia dihormati&lt;br /&gt;dan dikembalikan kepada keluarganya  sesuai  dengan  keinginan&lt;br /&gt;wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah  lima  tahun, kemudian Muhammad kembali kepada ibunya.&lt;br /&gt;Dikatakan juga, bahwa Halimah pernah mencari tatkala ia sedang&lt;br /&gt;membawanya    pulang    ketempat    keluarganya   tapi   tidak&lt;br /&gt;menjumpainya. Ia mendatangi Abd'l-Muttalib dan  memberitahukan&lt;br /&gt;bahwa  Muhammad  telah  sesat jalan ketika berada di hulu kota&lt;br /&gt;Mekah. Lalu Abd'l-Muttalibpun menyuruh orang mencarinya,  yang&lt;br /&gt;akhirnya   dikembalikan   oleh  Waraqa  bin  Naufal,  demikian&lt;br /&gt;setengah orang berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Abd'l-Muttalib yang bertindak mengasuh  cucunya  itu.&lt;br /&gt;Ia   memeliharanya   sungguh-sungguh  dan  mencurahkan  segala&lt;br /&gt;kasih-sayangnya kepada cucu ini. Biasanya buat orang tua itu -&lt;br /&gt;pemimpin  seluruh  Quraisy  dan pemimpin Mekah - diletakkannya&lt;br /&gt;hamparan  tempat  dia  duduk  di  bawah  naungan  Ka'bah,  dan&lt;br /&gt;anak-anaknya  lalu  duduk pula sekeliling hamparan itu sebagai&lt;br /&gt;penghormatan kepada orang tua. Tetapi  apabila  Muhammad  yang&lt;br /&gt;datang maka didudukkannya ia di sampingnya diatas hamparan itu&lt;br /&gt;sambil ia mengelus-ngelus punggungnya. Melihat betapa besarnya&lt;br /&gt;rasa cintanya itu paman-paman Muhammad tidak mau membiarkannya&lt;br /&gt;di belakang dari tempat mereka duduk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih-lebih lagi kecintaan kakek  itu  kepada  cucunya  ketika&lt;br /&gt;Aminah   kemudian   membawa   anaknya  itu  ke  Medinah  untuk&lt;br /&gt;diperkenalkan  kepada  saudara-saudara  kakeknya  dari   pihak&lt;br /&gt;Keluarga Najjar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan itu dibawanya juga Umm Aiman, budak perempuan&lt;br /&gt;yang ditinggalkan ayahnya dulu.  Sesampai  mereka  di  Medinah&lt;br /&gt;kepada  anak  itu diperlihatkan rumah tempat ayahnya meninggal&lt;br /&gt;dulu serta tempat ia dikuburkan. Itu adalah yang pertama  kali&lt;br /&gt;ia  merasakan  sebagai  anak yatim. Dan barangkali juga ibunya&lt;br /&gt;pernah menceritakan dengan panjang lebar tentang ayah tercinta&lt;br /&gt;itu,   yang   setelah  beberapa  waktu  tinggal  bersama-sama,&lt;br /&gt;kemudian meninggal dunia di tengah-tengah pamannya dari  pihak&lt;br /&gt;ibu.  Sesudah  Hijrah  pernah  juga  Nabi  menceritakan kepada&lt;br /&gt;sahabat-sahabatnya kisah perjalanannya yang pertama ke Medinah&lt;br /&gt;dengan  ibunya itu. Kisah yang penuh cinta pada Medinah, kisah&lt;br /&gt;yang penuh duka pada orang yang ditinggalkan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah cukup sebulan mereka tinggal di Medinah, Aminah  sudah&lt;br /&gt;bersiap-siap  akan  pulang.  Ia  dan  rombongan kembali pulang&lt;br /&gt;dengan dua ekor unta yang membawa mereka dari Mekah. Tetapi di&lt;br /&gt;tengah  perjalanan,  ketika  mereka  sampai  di Abwa',2 ibunda&lt;br /&gt;Aminah menderita sakit, yang kemudian meninggal dan dikuburkan&lt;br /&gt;pula di tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak  itu  oleh  Umm  Aiman  dibawa  pulang  ke  Mekah, pulang&lt;br /&gt;menangis dengan hati yang pilu, sebatang kara. Ia makin merasa&lt;br /&gt;kehilangan;  sudah  ditakdirkan  menjadi  anak  yatim.  Terasa&lt;br /&gt;olehnya hidup yang makin sunyi,  makin  sedih.  Baru  beberapa&lt;br /&gt;hari   yang   lalu  ia  mendengar  dari  Ibunda  keluhan  duka&lt;br /&gt;kehilangan Ayahanda semasa ia masih dalam kandungan.  Kini  ia&lt;br /&gt;melihat  sendiri  dihadapannya,  ibu pergi untuk tidak kembali&lt;br /&gt;lagi, seperti ayah dulu.  Tubuh  yang  masih  kecil  itu  kini&lt;br /&gt;dibiarkan memikul beban hidup yang berat, sebagai yatim-piatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih-lebih  lagi  kecintaan  Abd'l-Muttalib kepadanya. Tetapi&lt;br /&gt;sungguhpun begitu, kenangan sedih sebagai anak yatim-piatu itu&lt;br /&gt;bekasnya masih mendalam sekali dalam jiwanya sehingga di dalam&lt;br /&gt;Qur'anpun disebutkan,  ketika  Allah  mengingatkan  Nabi  akan&lt;br /&gt;nikmat  yang  dianugerahkan  kepadanya  itu:  "Bukankah engkau&lt;br /&gt;dalam keadaan yatim-piatu? Lalu diadakanNya  orang  yang  akan&lt;br /&gt;melindungimu?  Dan  menemukan  kau  kehilangan  pedoman,  lalu&lt;br /&gt;ditunjukkanNya jalan itu?" (Qur'an, 93: 6-7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan yang memilukan hati ini barangkali akan  terasa  agak&lt;br /&gt;meringankan juga sedikit, sekiranya Abd'l-Muttalib masih dapat&lt;br /&gt;hidup lebih lama lagi. Tetapi orang tua  itu  juga  meninggal,&lt;br /&gt;dalam  usia delapanpuluh tahun, sedang Muhammad waktu itu baru&lt;br /&gt;berumur  delapan  tahun.  Sekali   lagi   Muhammad   dirundung&lt;br /&gt;kesedihan  karena  kematian  kakeknya  itu, seperti yang sudah&lt;br /&gt;dialaminya  ketika  ibunya  meninggal.  Begitu  sedihnya  dia,&lt;br /&gt;sehingga   selalu  ia  menangis  sambil  mengantarkan  keranda&lt;br /&gt;jenazah sampai ketempat peraduan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sesudah itupun ia masih tetap mengenangkannya sekalipun&lt;br /&gt;sesudah  itu,  di  bawah asuhan Abu Talib pamannya ia mendapat&lt;br /&gt;perhatian  dan  pemeliharaan  yang   baik   sekali,   mendapat&lt;br /&gt;perlindungan  sampai  masa  kenabiannya,  yang  terus demikian&lt;br /&gt;sampai pamannya itupun achirnya meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kematian Abd'l-Muttalib ini merupakan pukulan berat&lt;br /&gt;bagi Keluarga Hasyim semua. Di antara anak-anaknya itu tak ada&lt;br /&gt;yang  seperti  dia:  mempunyai  keteguhan  hati,   kewibawaan,&lt;br /&gt;pandangan  yang  tajam,  terhormat dan berpengaruh di kalangan&lt;br /&gt;Arab semua. Dia menyediakan makanan dan  minuman  bagi  mereka&lt;br /&gt;yang  datang  berziarah,  memberikan  bantuan  kepada penduduk&lt;br /&gt;Mekah bila mereka mendapat bencana. Sekarang ternyata tak  ada&lt;br /&gt;lagi  dari  anak-anaknya  itu yang akan dapat meneruskan. Yang&lt;br /&gt;dalam keadaan miskin, tidak mampu melakukan itu,  sedang  yang&lt;br /&gt;kaya  hidupnya  kikir  sekali.  Oleh  karena itu maka Keluarga&lt;br /&gt;Umaya yang lalu tampil ke depan akan mengambil tampuk pimpinan&lt;br /&gt;yang  memang  sejak  dulu  diinginkan  itu, tanpa menghiraukan&lt;br /&gt;ancaman yang datang dari pihak Keluarga Hasyim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengasuhan Muhammad di pegang oleh Abu  Talib,  sekalipun  dia&lt;br /&gt;bukan yang tertua di antara saudara-saudaranya. Saudara tertua&lt;br /&gt;adalah Harith, tapi dia tidak seberapa mampu. Sebaliknya Abbas&lt;br /&gt;yang mampu, tapi dia kikir sekali dengan hartanya. Oleh karena&lt;br /&gt;itu ia hanya memegang urusan siqaya (pengairan) tanpa mengurus&lt;br /&gt;rifada  (makanan). Sekalipun dalam kemiskinannya itu, tapi Abu&lt;br /&gt;Talib  mempunyai  perasaan  paling  halus  dan  terhormat   di&lt;br /&gt;kalangan   Quraisy.   Dan   tidak   pula   mengherankan  kalau&lt;br /&gt;Abd'l-Muttalib menyerahkan asuhan Muhammad kemudian kepada Abu&lt;br /&gt;Talib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu    Talib   mencintai   kemenakannya   itu   sama   seperti&lt;br /&gt;Abd'l-Muttalib juga. Karena kecintaannya itu  ia  mendahulukan&lt;br /&gt;kemenakan daripada anak-anaknya sendiri. Budi pekerti Muhammad&lt;br /&gt;yang luhur, cerdas, suka berbakti dan baik hati,  itulah  yang&lt;br /&gt;lebih  menarik hati pamannya. Pernah pada suatu ketika ia akan&lt;br /&gt;pergi ke Syam membawa dagangan - ketika itu usia Muhammad baru&lt;br /&gt;duabelas  tahun  -  mengingat sulitnya perjalanan menyeberangi&lt;br /&gt;padang pasir, tak terpikirkan olehnya akan  membawa  Muhammad.&lt;br /&gt;Akan  tetapi  Muhammad  yang  dengan  ikhlas  menyatakan  akan&lt;br /&gt;menemani pamannya  itu,  itu  juga  yang  menghilangkan  sikap&lt;br /&gt;ragu-ragu dalam hati Abu Talib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak  itu  lalu  turut  serta  dalam rombongan kafilah, hingga&lt;br /&gt;sampai di Bushra di  sebelah  selatan  Syam.  Dalam  buku-buku&lt;br /&gt;riwayat  hidup  Muhammad  diceritakan,  bahwa dalam perjalanan&lt;br /&gt;inilah ia bertemu dengan rahib Bahira,  dan  bahwa  rahib  itu&lt;br /&gt;telah  melihat  tanda-tanda  kenabian  padanya  sesuai  dengan&lt;br /&gt;petunjuk cerita-cerita Kristen. Sebagian sumber  menceritakan,&lt;br /&gt;bahwa   rahib   itu  menasehatkan  keluarganya  supaya  jangan&lt;br /&gt;terlampau  dalam  memasuki  daerah  Syam,  sebab   dikuatirkan&lt;br /&gt;orang-orang   Yahudi  yang  mengetahui  tanda-tanda  itu  akan&lt;br /&gt;berbuat jahat terhadap dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan itulah sepasang mata Muhammad yang indah  itu&lt;br /&gt;melihat  luasnya  padang  pasir,  menatap bintang-bintang yang&lt;br /&gt;berkilauan  di  langit  yang  jernih   cemerlang.   Dilaluinya&lt;br /&gt;daerah-daerah    Madyan,    Wadit'l-Qura   serta   peninggalan&lt;br /&gt;bangunan-bangunan Thamud. Didengarnya dengan  telinganya  yang&lt;br /&gt;tajam  segala  cerita  orang-orang Arab dan penduduk pedalaman&lt;br /&gt;tentang bangunan-bangunan itu, tentang sejarahnya masa lampau.&lt;br /&gt;Dalam perjalanan ke daerah Syam ini ia berhenti di kebun-kebun&lt;br /&gt;yang lebat dengan buab-buahan  yang  sudah  masak,  yang  akan&lt;br /&gt;membuat  ia lupa akan kebun-kebun di Ta'if serta segala cerita&lt;br /&gt;orang tentang itu. Taman-taman yang dilihatnya dibandingkannya&lt;br /&gt;dengan  dataran pasir yang gersang dan gunung-gunung tandus di&lt;br /&gt;sekeliling Mekah itu. Di Syam  ini  juga  Muhammad  mengetahui&lt;br /&gt;berita-berita  tentang  Kerajaan  Rumawi dan agama Kristennya,&lt;br /&gt;didengarnya berita tentang Kitab  Suci  mereka  serta  oposisi&lt;br /&gt;Persia  dari  penyembah  api  terhadap mereka dan persiapannya&lt;br /&gt;menghadapi perang dengan Persia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun  usianya  baru  dua  belas  tahun,  tapi  dia  sudah&lt;br /&gt;mempunyai  persiapan  kebesaran jiwa, kecerdasan dan ketajaman&lt;br /&gt;otak, sudah mempunyai tinjauan yang begitu dalam  dan  ingatan&lt;br /&gt;yang  cukup  kuat  serta  segala  sifat-sifat semacam itu yang&lt;br /&gt;diberikan alam kepadanya sebagai suatu persiapan akan menerima&lt;br /&gt;risalah  (misi)  maha besar yang sedang menantinya. Ia melihat&lt;br /&gt;ke sekeliling, dengan sikap menyelidiki,  meneliti.  Ia  tidak&lt;br /&gt;puas terhadap segala yang didengar dan dilihatnya. Ia bertanya&lt;br /&gt;kepada diri sendiri: Di manakah kebenaran dari semua itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya  Abu  Talib  tidak   banyak   membawa   harta   dari&lt;br /&gt;perjalanannya   itu.   Ia  tidak  lagi  mengadakan  perjalanan&lt;br /&gt;demikian.  Malah  sudah  merasa  cukup   dengan   yang   sudah&lt;br /&gt;diperolehnya  itu.  Ia  menetap di Mekah mengasuh anak-anaknya&lt;br /&gt;yang  banyak  sekalipun  dengan  harta  yang  tidak  seberapa.&lt;br /&gt;Muhammad  juga tinggal dengan pamannya, menerima apa yang ada.&lt;br /&gt;Ia melakukan pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh mereka  yang&lt;br /&gt;seusia  dia.  Bila tiba bulan-bulan suci, kadang ia tinggal di&lt;br /&gt;Mekah  dengan  keluarga,  kadang  pergi  bersama   mereka   ke&lt;br /&gt;pekan-pekan   yang   berdekatan   dengan  'Ukaz,  Majanna  dan&lt;br /&gt;Dhu'l-Majaz,  mendengarkan  sajak-sajak  yang  dibawakan  oleh&lt;br /&gt;penyair-penyair  Mudhahhabat  dan  Mu'allaqat.3 Pendengarannya&lt;br /&gt;terpesona oleh sajak-sajak yang fasih  melukiskan  lagu  cinta&lt;br /&gt;dan  puisi-puisi  kebanggaan,  melukiskan nenek moyang mereka,&lt;br /&gt;peperangan  mereka,  kemurahan  hati  dan  jasa-jasa   mereka.&lt;br /&gt;Didengarnya  ahli-ahli  pidato di antaranya orang-orang Yahudi&lt;br /&gt;dan  Nasrani  yang  membenci  paganisma  Arab.  Mereka  bicara&lt;br /&gt;tentang  Kitab-kitab  Suci  Isa  dan Musa, dan mengajak kepada&lt;br /&gt;kebenaran  menurut  keyakinan  mereka.  Dinilainya  semua  itu&lt;br /&gt;dengan  hati  nuraninya,  dilihatnya  ini  lebih baik daripada&lt;br /&gt;paganisma yang telah  menghanyutkan  keluarganya  itu.  Tetapi&lt;br /&gt;tidak sepenuhnya ia merasa lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  demikian sejak muda-belia takdir telah mengantarkannya&lt;br /&gt;ke jurusan yang akan membawanya ke suatu saat bersejarah, saat&lt;br /&gt;mula  pertama  datangnya wahyu, tatkala Tuhan memerintahkan ia&lt;br /&gt;menyampaikan  risalahNya  itu.  Yakni  risalah  kebenaran  dan&lt;br /&gt;petunjuk bagi seluruh umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau  Muhammad  sudah mengenal seluk-beluk jalan padang pasir&lt;br /&gt;dengan pamannya  Abu  Talib,  sudah  mendengar  para  penyair,&lt;br /&gt;ahli-ahli  pidato  membacakan  sajak-sajak  dan  pidato-pidato&lt;br /&gt;dengan  keluarganya  dulu  di  pekan  sekitar   Mekah   selama&lt;br /&gt;bulan-bulan  suci,  maka ia juga telah mengenal arti memanggul&lt;br /&gt;senjata, ketika ia  mendampingi  paman-pamannya  dalam  Perang&lt;br /&gt;Fijar.  Dan  Perang  Fijar  itulah  di  antaranya  yang  telah&lt;br /&gt;menimbulkan  dan  ada  sangkut-pautnya  dengan  peperangan  di&lt;br /&gt;kalangan  kabilah-kabilah Arab. Dinamakan al-fijar4 ini karena&lt;br /&gt;ia terjadi dalam bulan-bulan suci, pada waktu  kabilah-kabilah&lt;br /&gt;seharusnya   tidak   boleh   berperang.   Pada   waktu  itulah&lt;br /&gt;pekan-pekan dagang diadakan di  'Ukaz,  yang  terletak  antara&lt;br /&gt;Ta'if  dengan  Nakhla  dan  antara Majanna dengan Dhu'l-Majaz,&lt;br /&gt;tidak jauh dari 'Arafat. Mereka di sana saling  tukar  menukar&lt;br /&gt;perdagangan,  berlumba  dan  berdiskusi,  sesudah itu kemudian&lt;br /&gt;berziarah ke tempat berhala-berhala mereka  di  Ka'bah.  Pekan&lt;br /&gt;'Ukaz  adalah pekan yang paling terkenal di antara pekan-pekan&lt;br /&gt;Arab  lainnya.  Di  tempat   itu   penyair-penyair   terkemuka&lt;br /&gt;membacakan  sajak-sajaknya  yang  terbaik,  di tempat itu Quss&lt;br /&gt;(bin Sa'ida) berpidato dan  di  tempat  itu  pula  orang-orang&lt;br /&gt;Yahudi,  Nasrani dan penyembah-penyembah berhala masing-masing&lt;br /&gt;mengemukakan pandangan dengan bebas,  sebab  bulan  itu  bulan&lt;br /&gt;suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan  tetapi  Barradz  bin Qais dari kabilah Kinana tidak lagi&lt;br /&gt;menghormati  bulan  suci  itu  dengan   mengambil   kesempatan&lt;br /&gt;membunuh  'Urwa  ar-Rahhal  bin  'Utba  dari  kabilah Hawazin.&lt;br /&gt;Kejadian  ini  disebabkan  oleh  karena  Nu'man  bin'l-Mundhir&lt;br /&gt;setiap  tahun  mengirimkan  sebuah  kafilah dari Hira ke 'Ukaz&lt;br /&gt;membawa muskus,  dan  sebagai  gantinya  akan  kembali  dengan&lt;br /&gt;membawa  kulit  hewan, tali, kain tenun sulam Yaman. Tiba-tiba&lt;br /&gt;Barradz tampil  sendiri  dan  membawa  kafilah  itu  ke  bawah&lt;br /&gt;pengawasan  kabilah  Kinana.  Demikian  juga 'Urwa lalu tampil&lt;br /&gt;pula sendiri dengan melintasi jalan Najd menuju Hijaz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pilihan  Nu'man  terhadap  'Urwa  (Hawazin)  ini  telah&lt;br /&gt;menimbulkan   kejengkelan   Barradz  (Kinana),  yang  kemudian&lt;br /&gt;mengikutinya dari belakang,  lalu  membunuhnya  dan  mengambil&lt;br /&gt;kabilah  itu.  Sesudah  itu  kemudian  Barradz  memberitahukan&lt;br /&gt;kepada Basyar bin Abi Hazim, bahwa pihak Hawazin akan menuntut&lt;br /&gt;balas  kepada  Quraisy.  Fihak Hawazin segera menyusul Quraisy&lt;br /&gt;sebelum masuknya bulan suci.  Maka  terjadilah  perang  antara&lt;br /&gt;mereka itu. Pihak Quraisy mundur dan menggabungkan diri dengan&lt;br /&gt;pihak yang menang di Mekah. Pihak Hawazin  memberi  peringatan&lt;br /&gt;bahwa tahun depan perang akan diadakan di 'Ukaz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang  demikian  ini  berlangsung  antara  kedua  belah pihak&lt;br /&gt;selama empat tahun terus-menerus  dan  berakhir  dengan  suatu&lt;br /&gt;perdamaian   model  pedalaman,  yaitu  yang  menderita  korban&lt;br /&gt;manusia lebih  kecil  harus  membayar  ganti  sebanyak  jumlah&lt;br /&gt;kelebihan  korban  itu kepada pihak lain. Maka dengan demikian&lt;br /&gt;Quraisy telah  membayar  kompensasi  sebanyak  duapuluh  orang&lt;br /&gt;Hawazin.  Nama  Barradz  ini  kemudian menjadi peribahasa yang&lt;br /&gt;menggambarkan kemalangan. Sejarah tidak  memberikan  kepastian&lt;br /&gt;mengenai  umur  Muhammad  pada waktu Perang Fijar itu terjadi.&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan umurnya limabelas  tahun,  ada  juga  yang&lt;br /&gt;mengatakan  duapuluh tahun. Mungkin sebab perbedaan ini karena&lt;br /&gt;perang tersebut berlangsung selama  empat  tahun.  Pada  tahun&lt;br /&gt;permulaan   ia   berumur   limabelas   tahun  dan  pada  tahun&lt;br /&gt;berakhirnya perang itu ia sudah memasuki umur duapuluh tahun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/sejarah-hidup-nabi-muhammad-saw1.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;Back 1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/sejarah-hidup-nabi-muhammad-saw.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Bersambung 3/3&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Sumber diambil dari;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://media.isnet.org/islam/Haekal/Muhammad/Lahir2.html?id=nafasmu" target="new"&gt;http://media.isnet.org/islam/Haekal/Muhammad/Lahir2.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-20762205799529992?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/20762205799529992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=20762205799529992&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/20762205799529992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/20762205799529992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/sejarah-hidup-nabi-muhammad-saw_08.html' title='Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW.2'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-8136296033153330776</id><published>2009-01-08T04:50:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T05:34:15.437-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad SAW'/><title type='text'>Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW.3</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;BAGIAN KETIGA: MUHAMMAD DARI KELAHIRAN                   (3/3)&lt;br /&gt;SAMPAI PERKAWINANNYA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Juga orang berselisih pendapat mengenai  tugas  yang  dipegang&lt;br /&gt;Muhammad  dalam  perang  itu.  Ada  yang  mengatakan  tugasnya&lt;br /&gt;mengumpulkan anak-anak panah yang datang  dari  pihak  Hawazin&lt;br /&gt;lalu di berikan kepada paman-pamannya untuk dibalikkan kembali&lt;br /&gt;kepada pihak lawan. Yang  lain  lagi  berpendapat,  bahwa  dia&lt;br /&gt;sendiri yang ikut melemparkan panah. Tetapi, selama peperangan&lt;br /&gt;tersebut telah berlangsung sampai empat tahun, maka  kebenaran&lt;br /&gt;kedua  pendapat  itu dapat saja diterima. Mungkin pada mulanya&lt;br /&gt;ia  mengumpulkan  anak-anak  panah  itu  untuk  pamannya   dan&lt;br /&gt;kemudian  dia  sendiripun  ikut  melemparkan.  Beberapa  tahun&lt;br /&gt;sesudah  kenabiannya  Rasulullah  menyebutkan  tentang  Perang&lt;br /&gt;Fijar  itu  dengan  berkata:  "Aku mengikutinya bersama dengan&lt;br /&gt;paman-pamanku, juga ikut melemparkan panah dalam  perang  itu;&lt;br /&gt;sebab aku tidak suka kalau tidak juga aku ikut melaksanakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah  Perang  Fijar  Quraisy  merasakan sekali bencana yang&lt;br /&gt;menimpa mereka dan menimpa Mekah seluruhnya,  yang  disebabkan&lt;br /&gt;oleh perpecahan, sesudah Hasyim dan 'Abd'l-Muttalib wafat, dan&lt;br /&gt;masing-masing pihak berkeras mau  jadi  yang  berkuasa.  Kalau&lt;br /&gt;tadinya orang-orang Arab itu menjauhi, sekarang mereka berebut&lt;br /&gt;mau berkuasa. Atas anjuran Zubair bin 'Abd'l-Muttalib di rumah&lt;br /&gt;Abdullah  bin  Jud'an  diadakan  pertemuan  dengan  mengadakan&lt;br /&gt;jamuan makan, dihadiri oleh  keluarga-keluarga  Hasyim,  Zuhra&lt;br /&gt;dan  Taym.  Mereka  sepakat  dan berjanji atas nama Tuhan Maha&lt;br /&gt;Pembalas, bahwa Tuhan akan  berada  di  pihak  yang  teraniaya&lt;br /&gt;sampai  orang itu tertolong. Muhammad menghadiri pertemuan itu&lt;br /&gt;yang oleh mereka disebut Hilf'l-Fudzul.  Ia  mengatakan,  "Aku&lt;br /&gt;tidak  suka  mengganti fakta yang kuhadiri di rumah Ibn Jud'an&lt;br /&gt;itu dengan jenis unta yang baik.  Kalau  sekarang  aku  diajak&lt;br /&gt;pasti kukabulkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti   kita  lihat,  Perang  Fijar  itu  berlangsung  hanya&lt;br /&gt;beberapa hari saja tiap tahun.  Sedang  selebihnya  masyarakat&lt;br /&gt;Arab  kembali  ke  pekerjaannya  masing-masing. Pahit-getirnya&lt;br /&gt;peperangan  yang  tergores  dalam  hati  mereka   tidak   akan&lt;br /&gt;menghalangi  mereka  dari  kegiatan  perdagangan,  menjalankan&lt;br /&gt;riba, minum minuman keras serta pelbagai macam kesenangan  dan&lt;br /&gt;hiburan sepuas-puasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah  juga  Muhammad ikut serta dengan mereka dalam hal ini?&lt;br /&gt;Ataukah sebaliknya perasaannya yang halus,  kemampuannya  yang&lt;br /&gt;terbatas  serta asuhan pamannya membuatnya jadi menjauhi semua&lt;br /&gt;itu, dan melihat segala kemewahan dengan  mata  bernafsu  tapi&lt;br /&gt;tidak  mampu? Bahwasanya dia telah menjauhi semua itu, sejarah&lt;br /&gt;cukup menjadi saksi. Yang terang ia menjauhi itu bukan  karena&lt;br /&gt;tidak  mampu  mencapainya.  Mereka  yang  tinggal di pinggiran&lt;br /&gt;Mekah,  yang  tidak  mempunyai  mata  pencarian,  hidup  dalam&lt;br /&gt;kemiskinan dan kekurangan, ikut hanyut juga dalam hiburan itu.&lt;br /&gt;Bahkan di antaranya lebih gila lagi dari  pemuka-pemuka  Mekah&lt;br /&gt;dan  bangsawan-bangsawan  Quraisy  dalam menghanyutkan diri ke&lt;br /&gt;dalam kesenangan demikian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi jiwa Muhammad  adalah  jiwa  yang  ingin  melihat,&lt;br /&gt;ingin  mendengar,  ingin  mengetahui.  Dan  seolah  tidak ikut&lt;br /&gt;sertanya ia belajar seperti yang dilakukan teman-temannya dari&lt;br /&gt;anak-anak  bangsawan  menyebabkan  ia  lebih  keras lagi ingin&lt;br /&gt;memiliki pengetahuan. Karena jiwanya yang besar, yang kemudian&lt;br /&gt;pengaruhnya tampak berkilauan menerangi dunia, jiwa besar yang&lt;br /&gt;selalu mendambakan kesempurnaan, itu jugalah yang  menyebabkan&lt;br /&gt;dia  menjauhi  foya-foya,  yang  biasa  menjadi  sasaran utama&lt;br /&gt;pemduduk Mekah. Ia mendambakan cahaya hidup  yang  akan  lahir&lt;br /&gt;dalam  segala  manifestasi kehidupan, dan yang akan dicapainya&lt;br /&gt;hanya dengan dasar kebenaran. Kenyataan  ini  dibuktikan  oleh&lt;br /&gt;julukan  yang  diberikan  orang  kepadanya dan bawaan yang ada&lt;br /&gt;dalam dirinya. Itu sebabnya, sejak masa ia kanak-kanak  gejala&lt;br /&gt;kesempurnaan,  kedewasaan  dan  kejujuran  hati  sudah tampak,&lt;br /&gt;sehingga penduduk Mekah semua  memanggilnya  Al-Amin  (artinya&lt;br /&gt;'yang dapat dipercaya').&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menyebabkan dia lebih banyak merenung dan berpikir, ialah&lt;br /&gt;pekerjaannya menggembalakan kambing sejak dalam  masa  mudanya&lt;br /&gt;itu.   Dia  menggembalakan  kambing  keluarganya  dan  kambing&lt;br /&gt;penduduk Mekah. Dengan rasa gembira ia  menyebutkan  saat-saat&lt;br /&gt;yang  dialaminya  pada  waktu menggembala itu. Di antaranya ia&lt;br /&gt;berkata: "Nabi-nabi yang diutus Allah  itu  gembala  kambing."&lt;br /&gt;Dan  katanya  lagi:  "Musa  diutus,  dia gembala kambing, Daud&lt;br /&gt;diutus, dia gembala kambing, aku diutus, juga gembala  kambing&lt;br /&gt;keluargaku di Ajyad."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gembala  kambing  yang  berhati  terang  itu, dalam udara yang&lt;br /&gt;bebas lepas di siang hari, dalam kemilau  bintang  bila  malam&lt;br /&gt;sudah  bertahta,  menemukan  suatu  tempat  yang  serasi untuk&lt;br /&gt;pemikiran dan permenungannya. Ia menerawang dalam suasana alam&lt;br /&gt;demikian  itu,  karena ia ingin melihat sesuatu di balik semua&lt;br /&gt;itu.  Dalam  pelbagai  manifestasi  alam  ia   mencari   suatu&lt;br /&gt;penafsiran  tentang penciptaan semesta ini. Ia melihat dirinya&lt;br /&gt;sendiri. Karena hatinya yang terang, jantungnya yang hidup, ia&lt;br /&gt;melihat dirinya tidak terpisah dari alam semesta itu. Bukankah&lt;br /&gt;juga ia menghirup udaranya, dan kalau tidak  demikian  berarti&lt;br /&gt;kematian?   Bukankah   ia   dihidupkan  oleh  sinar  matahari,&lt;br /&gt;bermandikan cahaya bulan dan kehadirannya  berhubungan  dengan&lt;br /&gt;bintang-bintang  dan  dengan seluruh alam? Bintang-bintang dan&lt;br /&gt;semesta alam yang tampak membentang di  depannya,  berhubungan&lt;br /&gt;satu  dengan  yang  lain  dalam susunan yang sudah ditentukan,&lt;br /&gt;matahari tiada seharusnya dapat mengejar bulan atau malam akan&lt;br /&gt;mendahului  siang.  Apabila kelompok kambing yang ada di depan&lt;br /&gt;Muhammad itu  memintakan  kesadaran  dan  perhatiannya  supaya&lt;br /&gt;jangan  ada  serigala  yang  akan  menerkam  domba itu, jangan&lt;br /&gt;sampai - selama tugasnya di pedalaman itu  -  ada  domba  yang&lt;br /&gt;sesat, maka kesadaran dan kekuatan apakah yang menjaga susunan&lt;br /&gt;alam yang begitu kuat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran dan permenungan demikian membuat ia jauh dari segala&lt;br /&gt;pemikiran  nafsu  manusia duniawi. Ia berada lebih tinggi dari&lt;br /&gt;itu sehingga adanya hidup palsu yang sia-sia akan tampak jelas&lt;br /&gt;di   hadapannya.   Oleh   karena   itu,  dalam  perbuatan  dan&lt;br /&gt;tingkah-lakunya Muhammad terhindar dari segala  penodaan  nama&lt;br /&gt;yang sudah diberikan kepadanya oleh penduduk Mekah, dan memang&lt;br /&gt;begitu adanya: Al-Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua  ini  dibuktikan  oleh  keterangan  yang  diceritakannya&lt;br /&gt;kemudian,  bahwa  ketika  itu  ia  sedang  menggembala kambing&lt;br /&gt;dengan seorang kawannya.  Pada  suatu  hari  hatinya  berkata,&lt;br /&gt;bahwa  ia  ingin  bermain-main seperti pemuda-pemuda lain. Hal&lt;br /&gt;ini dikatakannya kepada kawannya pada suatu  senja,  bahwa  ia&lt;br /&gt;ingin  turun  ke  Mekah,  bermain-main  seperti para pemuda di&lt;br /&gt;gelap  malam,  dan  dimintanya  kawannya  menjagakan   kambing&lt;br /&gt;ternaknya itu. Tetapi sesampainya di ujung Mekah, perhatiannya&lt;br /&gt;tertarik pada suatu pesta perkawinan dan dia hadir  di  tempat&lt;br /&gt;itu.  Tetapi  tiba-tiba  ia  tertidur.  Pada  malam berikutnya&lt;br /&gt;datang lagi ia ke Mekah, dengan maksud  yang  sama.  Terdengar&lt;br /&gt;olehnya  irama  musik yang indah, seolah turun dari langit. Ia&lt;br /&gt;duduk mendengarkan. Lalu tertidur lagi sampai pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apakah gerangan pengaruh segala daya  penarik  Mekah  itu&lt;br /&gt;terhadap  kalbu  dan  jiwa  yang begitu padat oleh pikiran dan&lt;br /&gt;renungan? Gerangan apa pula artinya segala daya  penarik  yang&lt;br /&gt;kita  gambarkan itu yang juga tidak disenangi oleh mereka yang&lt;br /&gt;martabatnya jauh di bawah Muhammad?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu ia terhindar dari cacat. Yang sangat  terasa  benar&lt;br /&gt;nikmatnya,  ialah  bila  ia sedang berpikir atau merenung. Dan&lt;br /&gt;kehidupan  berpikir  dan  merenung  serta  kesenangan  bekerja&lt;br /&gt;sekadarnya seperti menggembalakan kambing, bukanlah suatu cara&lt;br /&gt;hidup yang  membawa  kekayaan  berlimpah-limpah  baginya.  Dan&lt;br /&gt;memang  tidak  pernah  Muhammad  mempedulikan  hal  itu. Dalam&lt;br /&gt;hidupnya  ia  memang  menjauhkan  diri  dari  segala  pengaruh&lt;br /&gt;materi.  Apa  gunanya  ia  mcngejar  itu padahal sudah menjadi&lt;br /&gt;bawaannya ia tidak pernah tertarik? Yang  diperlukannya  dalam&lt;br /&gt;hidup ini asal dia masih dapat menyambung hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah  dia juga yang pernahh berkata: "Kami adalah golongan&lt;br /&gt;yang hanya makan bila merasa lapar, dan bila sudah makan tidak&lt;br /&gt;sampai  kenyang?"  Bukankah  dia juga yang sudah dikenal orang&lt;br /&gt;hidup  dalam  kekurangan  selalu  dan   minta   supaya   orang&lt;br /&gt;bergembira  menghadapi  penderitaan hidup? Cara orang mengejar&lt;br /&gt;harta dengan  serakah  hendak  memenuhi  hawa  nafsunya,  sama&lt;br /&gt;sekali   tidak   pernah   dikenal  Muhammad  selama  hidupnya.&lt;br /&gt;Kenikmatan jiwa yang  paling  besar,  ialah  merasakan  adanya&lt;br /&gt;keindahan  alam  ini  dan mengajak orang merenungkannya. Suatu&lt;br /&gt;kenikmatan besar,  yang  hanya  sedikit  saja  dikenal  orang.&lt;br /&gt;Kenikmatan  yang  dirasakan Muhammad sejak masa pertumbuhannya&lt;br /&gt;yang mula-mula  yang  telah  diperlihatkan  dunia  sejak  masa&lt;br /&gt;mudanya  adalah kenangan yang selalu hidup dalam jiwanya, yang&lt;br /&gt;mengajak orang  hidup  tidak  hanya  mementingkan  dunia.  Ini&lt;br /&gt;dimulai   sejak   kematian   ayahnya  ketika  ia  masih  dalam&lt;br /&gt;kandungan,  kemudian  kematian   ibunya,   kemudian   kematian&lt;br /&gt;kakeknya.  Kenikmatan  demikian  ini  tidak  memerlukan  harta&lt;br /&gt;kekayaan yang besar, tetapi  memerlukan  suatu  kekayaan  jiwa&lt;br /&gt;yang  kuat.  sehingga  orang  dapat  mengetahui:  bagaimana ia&lt;br /&gt;memelihara diri dan menyesuaikannya dengan kehidupan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata pada waktu itu Muhammad dibiarkan saja begitu, tentu&lt;br /&gt;takkan tertarik ia kepada harta. Dengan keadaannya itu ia akan&lt;br /&gt;tetap bahagia, seperti halnya dengan gembala-gembala  pemikir,&lt;br /&gt;yang  telah  menggabungkan alam ke dalam diri mereka dan telah&lt;br /&gt;pula mereka berada dalam pelukan kalbu alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Abu Talib pamannya - seperti sudah  kita  sebutkan&lt;br /&gt;tadi  -hidup  miskin dan banyak anak. Dari kemenakannya itu ia&lt;br /&gt;mengharapkan akan dapat memberikan tambahan rejeki  yang  akan&lt;br /&gt;diperoleh   dari   pemilik-pemilik   kambing  yang  kambingnya&lt;br /&gt;digembalakan. Suatu waktu ia mendengar berita, bahwa  Khadijah&lt;br /&gt;bint  Khuwailid mengupah orang-orang Quraisy untuk menjalankan&lt;br /&gt;perdagangannya. Khadijah adalah seorang wanita  pedagang  yang&lt;br /&gt;kaya  dan  dihormati, mengupah orang yang akan memperdagangkan&lt;br /&gt;hartanya itu. Berasal dari Keluarga (Banu) Asad, ia  bertambah&lt;br /&gt;kaya  setelah  dua  kali  ia  kawin  dengan  keluarga Makhzum,&lt;br /&gt;sehingga dia menjadi seorang penduduk Mekah yang  terkaya.  Ia&lt;br /&gt;menjalankan  dagangannya  itu dengan bantuan ayahnya Khuwailid&lt;br /&gt;dan beberapa orang  kepercayaannya.  Beberapa  pemuka  Quraisy&lt;br /&gt;pernah  melamarnya,  tetapi  ditolaknya.  Ia  yakin mereka itu&lt;br /&gt;melamar hanya karena  memandang  hartanya.  Sungguhpun  begitu&lt;br /&gt;usahanya itu terus dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Abu Talib mengetahui, bahwa Khadijah sedang menyiapkan&lt;br /&gt;perdagangan yang  akan  dibawa  dengan  kafilah  ke  Syam,  ia&lt;br /&gt;memanggil   kemenakannya  -  yang  ketika  itu  sudah  berumur&lt;br /&gt;duapuluh lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku," kata Abu Talib, "aku bukan orang  berpunya.  Keadaan&lt;br /&gt;makin   menekan  kita  juga.  Aku  mendengar,  bahwa  Khadijah&lt;br /&gt;mengupah orang dengan dua  ekor  anak  unta.  Tapi  aku  tidak&lt;br /&gt;setuju  kalau  akan  mendapat upah semacam itu juga. Setujukah&lt;br /&gt;kau kalau hal ini kubicarakan dengan dia?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terserah paman," jawab Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Talibpun pergi mengunjungi Khadijah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Khadijah, setujukah kau mengupah Muhammad?" tanya Abu  Talib.&lt;br /&gt;"Aku mendengar engkau mengupah orang dengan dua ekor anak unta&lt;br /&gt;Tapi buat Muhammad aku tidak setuju kurang dari empat ekor."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau  permintaanmu  itu  buat  orang  yang  jauh  dan  tidak&lt;br /&gt;kusukai,  akan  kukabulkan,  apalagi buat orang yang dekat dan&lt;br /&gt;kusukai." Demikian jawab Khadijah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah sang paman kepada kemenakannya dengan  menceritakan&lt;br /&gt;peristiwa  itu.  "Ini  adalah  rejeki  yang  dilimpahkan Tuhan&lt;br /&gt;kepadamu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat nasehat paman-pamannya Muhammad pergi  dengan&lt;br /&gt;Maisara,  budak  Khadijah. Dengan mengambil jalan padang pasir&lt;br /&gt;kafilah  itupun  berangkat   menuju   Syam,   dengan   melalui&lt;br /&gt;Wadi'l-Qura,  Madyan  dan Diar Thamud serta daerah-daerah yang&lt;br /&gt;dulu pernah dilalui Muhammad dengan pamannya Abu Talib tatkala&lt;br /&gt;umurnya baru duabelas tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan  sekali  ini telah menghidupkan kembali kenangannya&lt;br /&gt;tentag perjalanan yang pertama dulu itu. Hal ini menambah  dia&lt;br /&gt;lebih  banyak  bermenung, lebih banyak berpikir tentang segala&lt;br /&gt;yang pernah dilihat, yang pernah didengar sebelumnya:  tentang&lt;br /&gt;peribadatan   dan  kepercayaan-kepercayaan  di  Syam  atau  di&lt;br /&gt;pasar-pasar sekeliling Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai di Bushra ia bertemu dengan agama Nasrani Syam.&lt;br /&gt;Ia  bicara  dengan  rahib-rahib dan pendeta-pendeta agama itu,&lt;br /&gt;dan seorang rahib Nestoria juga mengajaknya bicara. Barangkali&lt;br /&gt;dia  atau  rahib-rahib  lain  pernah  juga  mengajak Muhammad&lt;br /&gt;berdebat  tentang  agama  Isa,  agama  yang  waktu  itu  sudah&lt;br /&gt;berpecah-belah  menjadi  beberapa  golongan  dan sekta-sekta -&lt;br /&gt;seperti sudah kita uraikan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kejujuran  dan  kemampuannya  ternyata  Muhammad  mampu&lt;br /&gt;benar  memperdagangkan  barang-barang  Khadijah,  dengan  cara&lt;br /&gt;perdagangan yang  lebih  banyak  menguntungkan  daripada  yang&lt;br /&gt;dilakukan orang lain sebelumnya. Demikian juga dengan karakter&lt;br /&gt;yang  manis  dan  perasaannya  yang  luhur  ia  dapat  menarik&lt;br /&gt;kecintaan  dan  penghormatan  Maisara  kepadanya. Setelah tiba&lt;br /&gt;waktunya mereka akan kembali,  mereka  membeli  segala  barang&lt;br /&gt;dagangan dari Syam yang kira-kira akan disukai oleh Khadijah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam    perjalanan    kembali    kafilah   itu   singgah   di&lt;br /&gt;Marr'-z-Zahran.  Ketika  itu   Maisara   berkata:   "Muhammad,&lt;br /&gt;cepat-cepatlah    kau    menemui    Khadijah   dan   ceritakan&lt;br /&gt;pengalamanmu. Dia akan mengerti hal itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad berangkat dan tengah  hari  sudah  sampai  di  Mekah.&lt;br /&gt;Ketika   itu  Khadijah  sedang  berada  di  ruang  atas.  Bila&lt;br /&gt;dilihatnya Muhammad di atas unta dan  sudah  memasuki  halaman&lt;br /&gt;rumahnya.  ia  turun  dan  menyambutnya.  Didengarnya Muhammad&lt;br /&gt;bercerita   dengan   bahasa   yang   begitu   fasih    tentang&lt;br /&gt;perjalanannya  serta  laba  yang  diperolehnya,  demikian juga&lt;br /&gt;mengenai barang-barang Syam yang dibawanya.  Khadijah  gembira&lt;br /&gt;dan  tertarik  sekali  mendengarkan.  Sesudah  itu  Maisarapun&lt;br /&gt;datang pula yang lalu bercerita juga tentang Muhammad,  betapa&lt;br /&gt;halusnya  wataknya,  betapa tingginya budi-pekertinya. Hal ini&lt;br /&gt;menambah  pengetahuan   Khadijah   di   samping   yang   sudah&lt;br /&gt;diketahuinya sebagai pemuda Mekah yang besar jasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  waktu  singkat  saja  kegembiraan  Khadijah  ini  telah&lt;br /&gt;berubah menjadi rasa cinta, sehingga dia - yang sudah  berusia&lt;br /&gt;empatpuluh  tahun,  dan yang sebelum itu telah menolak lamaran&lt;br /&gt;pemuka-pemuka dan pembesar-pembesar Quraisy  -  tertarik  juga&lt;br /&gt;hatinya  mengawini  pemuda  ini, yang tutur kata dan pandangan&lt;br /&gt;matanya telah menembusi kalbunya. Pernah ia  membicarakan  hal&lt;br /&gt;itu  kepada  saudaranya  yang  perempuan - kata sebuah sumber,&lt;br /&gt;atau dengan sahabatnya, Nufaisa  bint  Mun-ya  -  kata  sumber&lt;br /&gt;lain. Nufaisa pergi menjajagi Muhammad seraya berkata: "Kenapa&lt;br /&gt;kau tidak mau kawin?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak punya apa-apa sebagai persiapan perkawinan,"  jawab&lt;br /&gt;Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau itu disediakan dan yang melamarmu itu cantik, berharta,&lt;br /&gt;terhormat dan memenuhi syarat, tidakkah akan kauterima?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nufaisa menjawab hanya dengan sepatah kata: "Khadijah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan cara bagaimana?" tanya Muhammad. Sebenarnya ia sendiri&lt;br /&gt;berkenan  kepada  Khadijah  sekalipun hati kecilnya belum lagi&lt;br /&gt;memikirkan soal perkawinan, mengingat Khadijah  sudah  menolak&lt;br /&gt;permintaan hartawan-hartawan dan bangsawan-bangsawan Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  atas pertanyaan itu Nufaisa mengatakan: "Serahkan hal&lt;br /&gt;itu kepadaku," maka iapun menyatakan persetujuannya. Tak  lama&lt;br /&gt;kemudian Khadijah menentukan waktunya yang kelak akan dihadiri&lt;br /&gt;oleh paman-paman Muhammad supaya dapat bertemu dengan keluarga&lt;br /&gt;Khadijah guna menentukan hari perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian perkawinan itu berlangsung dengan diwakili oleh paman&lt;br /&gt;Khadijah,  Umar  bin  Asad,  sebab  Khuwailid  ayahnya   sudah&lt;br /&gt;meninggal  sebelum  Perang  Fijar.  Hal  ini dengan sendirinya&lt;br /&gt;telah membantah apa yang biasa dikatakan,  bahwa  ayahnya  ada&lt;br /&gt;tapi  tidak menyetujui perkawinan itu dan bahwa Khadijah telah&lt;br /&gt;memberikan minuman keras sehingga ia mabuk dan  dengan  begitu&lt;br /&gt;perkawinannya dengan Muhammad kemudian dilangsungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  sinilah dimulainya lembaran baru dalam kehidupan Muhammad.&lt;br /&gt;Dimulainya kehidupan itu sebagai  suami-isteri  dan  ibu-bapa,&lt;br /&gt;suami-isten  yang  harmonis  dan sedap dari kedua belah pihak,&lt;br /&gt;dan sebagai ibu-bapa yang telah merasakan pedihnya  kehilangan&lt;br /&gt;anak sebagaimana pernah dialami Muhammad yang telah kehilangan&lt;br /&gt;ibu-bapa semasa ia masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Muhammad atau Mahmud artinya yang terpuji (A).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Abwa' ialah sebuah desa antara Medinah dengan Juhfa,&lt;br /&gt;jaraknya 23 mil (37 km) dari Medinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Al-Mu'allaqat nama yang diberikan kepada tujuh buah kumpulan&lt;br /&gt;puisi Arab pra Islam yang dianggap terbaik, oleh tujuh&lt;br /&gt;penyair: Imr'l-Qais, Tarafa, Zuhair, Labid, 'Antara, 'Amr ibn&lt;br /&gt;Kulthum dan Harith ibn Hilizza. Mu'allaqat berarti 'yang&lt;br /&gt;digantungkan' yakni sajak-sajak yang ditulis dengan tinta emas&lt;br /&gt;(almudhahhab) di atas kain lina (A).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku (A).&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/sejarah-hidup-nabi-muhammad-saw_08.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Back 2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;S E J A R A H    H I D U P    M U H A M M A D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh MUHAMMAD HUSAIN HAEKAL&lt;br /&gt;diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbit PUSTAKA JAYA&lt;br /&gt;Jln. Kramat II, No. 31 A, Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Cetakan Kelima, 1980&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seri PUSTAKA ISLAM No.1&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Sumber diambil dari;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://media.isnet.org/islam/Haekal/Muhammad/Lahir3.html?id=nafasmu" target="new"&gt;http://media.isnet.org/islam/Haekal/Muhammad/Lahir3.html&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-8136296033153330776?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/8136296033153330776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=8136296033153330776&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/8136296033153330776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/8136296033153330776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/sejarah-hidup-nabi-muhammad-saw.html' title='Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW.3'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-3244059678020656283</id><published>2009-01-05T20:09:00.000-08:00</published><updated>2009-01-06T03:34:02.315-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholawat'/><title type='text'>Wafiq Azizah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Bismillahirrahmanirrahim,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Assalamu'alaikum,&lt;/span&gt;Kawanku semua aku mau sedikit berbagi sama kalian semua! Beberapa buah lagu islami dari kawanku Wafiq Azizah,yang mudah-mudahan dapt menghibur dan mudah-mudahan juga dapat menjadikan penyejuk hati!.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sekilas tentang Wafiq Azizah,sat ikut lomba &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" -webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" -webkit-border-horizontal-spacing: 0px; -webkit-border-vertical-spacing: 0px; font-family:Georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'times new roman';"&gt;&lt;table width="680" style="text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana, arial;"&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Wafiq dan Faizah Harap-harap Cemas&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;table align="LEFT" cellspacing="0" cellpadding="4" width="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#BBBBBB"&gt;&lt;img src="http://www.suaramerdeka.com/harian/0307/09/sm16mtq19.jpg" hspace="3" vspace="3" height="156" width="300" align="LEFT" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bg=""  style="color:#EFEFEF;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Dari Kiri:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; Wafiq, Faizah, Siti, dan Ainun&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;SM&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;/A19&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="2"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" height="1"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;SALAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; seorang finalis Wafiq Azizah dari Jawa Tengah, tak bisa menjawab saat ditanya peluangnya menjadi juara pertama dalam cabang hifdzil Quran golongan 1 juz dan tilawah putri pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XX di Palangka Raya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Ditemui &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Suara Merdeka&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; kemarin seusai mengikuti babak final di cabang tersebut, tersirat harapannya untuk meraih juara pertama. Namun di sisi lain dia juga cemas, karena mengaku tampil kurang maksimal. Meski babak final berlangsung kemarin, hasilnya baru akan diumumkan pada malam penutupan, Rabu ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Perasaan harap-harap cemas juga dirasakan Faizah yang mewakili Jateng dalam cabang hifdzil Quran golongan 20 juz. Dia sangat menyesal, karena pada akhir penampilannya di babak final, dia justru banyak berbuat kesalahan. Ketika Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Ke-16 di Nusa Tenggara Barat pada 2002 lalu, dia juga berbuat kesalahan serupa. Itulah sebabnya, pada MTQ Nasional Ke-20 di Palangka Raya dia tak berharap banyak untuk meraih juara pertama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Hal yang sama dialami dua finalis lain dari Jawa Tengah, yakni Siti Zahrotun Khasanah dalam cabang tilawah golongan anak-anak dan Ainun Nafisah dalam cabang hifdzil Quran golongan 20 juz putri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Berikut ini profil mereka :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Siti Zahrotun Khasanah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Murid kelas I yang mau naik ke kelas II di SLTP Takhassus Alquran, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo ini mewakili Jawa Tengah pada MTQ Nasional XX di cabang tilawah golongan anak-anak. Baginya, mengikuti lomba tingkat nasional baru kali pertama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Prestasinya dimulai, saat dia meraih juara dua cabang tartil putri pada MTQ pelajar tingkat Jawa Tengah. Kemudian juara pertama MTQ Pelajar 2002 di Magelang dalam cabang tilawah golongan SD.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Wafiq Azizah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Pengalamannya pada &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;event&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; berskala nasional, sebenarnya sudah cukup, walau dia masih muda belia. Umurnya baru 14 tahun, namun anak kelahiran 4 Mei 1989 di Magelang ini sudah pernah mengikuti MTQ internasional di Malaysia pada 2002.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Faizah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sudah dua kali ini dia mewakili Jateng dalam &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;event&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; nasional. Dia pernah mengikuti STQ Nasional Ke-16 di NTB pada 2002. Waktu itu dia mengambil cabang hifdzil Quran golongan 10 juz. Tamatan MTS Jatibogor, Tegal ini juara I pada cabang tilawatil Quran golongan 10 juz MTQ tingkat Jawa Tengah di Klaten 2002.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Ainun Nafisah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Tamatan Tsanawiyah Miftahul Ulum, Demak ini optimistis dapat meraih juara pertama MTQ Nasional XX di cabang hifdzil Quran golongan 20 juz putri, mengingat penampilannya di babak final kemarin dapat dikatakan mulus. Semua soal yang diberikan dewan hakim dia jawab dengan lancar tanpa ada kesalahan satu pun. (A19-64&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Ini adalah Video klip dari Wafiq Azizah,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/cUJzlstMcbE&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/cUJzlstMcbE&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  font-weight: bold; font-family:Arial;font-size:18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Wafiq Azizah - Yatim Piatu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/QuFZXfgEUuw&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/QuFZXfgEUuw&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  ;font-family:Arial;font-size:18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Wafiq Azizah - Demi Masa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/GE2mSZjPJM8&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/GE2mSZjPJM8&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  font-weight: bold; font-family:Arial;font-size:18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Wafiq Azizah - Sholawat Syifa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/9otQ63CKyaM&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/9otQ63CKyaM&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  font-weight: bold; font-family:Arial;font-size:18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Wafiq Azizah - Ya muhaemin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/dgFGtR7fbOE&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/dgFGtR7fbOE&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  font-weight: bold; font-family:Arial;font-size:18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Wafiq Azizah - Sepohon Kayu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/TXujo_gxr-g&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/TXujo_gxr-g&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  font-weight: bold; font-family:Arial;font-size:18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Wafiq Azizah - Sayang sayang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/r7SCI2r2l1w&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/r7SCI2r2l1w&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  font-weight: bold; font-family:Arial;font-size:18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Wafiq Azizah - Qillil Asyiqin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/TBG_FLylu68&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/TBG_FLylu68&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  font-weight: bold; font-family:Arial;font-size:18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Wafiq Azizah - Shalatuminallah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/DjAB991Hq1U&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/DjAB991Hq1U&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  font-weight: bold; font-family:Arial;font-size:18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Wafiq Azizah - Istaghfiruu Rabbakum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/NCTJSWqkJXI&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/NCTJSWqkJXI&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  font-weight: bold; font-family:Arial;font-size:18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Wafiq Azizah - Astaghfirullah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/OSTfWJx_dGM&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/OSTfWJx_dGM&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  font-weight: bold; font-family:Arial;font-size:18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Wafiq Azizah - Yaa Habibi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/PuAfvqPp1o4&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/PuAfvqPp1o4&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  font-weight: bold; font-family:Arial;font-size:18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Wafiq Azizah - Shalatuminallah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/_fqWg8_K4Ss&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/_fqWg8_K4Ss&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  font-weight: bold; font-family:Arial;font-size:18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Wafiq Azizah - (Da.unii Unaji)Sholawat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/7Mc-gqtTaJA&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/7Mc-gqtTaJA&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  font-weight: bold; font-family:Arial;font-size:18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Wafiq Azizah &amp;amp; Manik Jr. - Sholawat Tunjina&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" font-weight: bold; font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Mungkin cukup sekian dulu ta kawan!Besok kita sambung lagi!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" font-weight: bold; font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" font-weight: bold; font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Wassalamu'alaikum,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-3244059678020656283?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/3244059678020656283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=3244059678020656283&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/3244059678020656283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/3244059678020656283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/wafiq-azizah.html' title='Wafiq Azizah'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-6824410932944052608</id><published>2009-01-04T23:02:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T01:39:17.486-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ziarah Sejarah'/><title type='text'>Ziarah Sejarah</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"   style="color: rgb(41, 48, 59);   line-height: 18px; font-family:'Trebuchet MS';font-size:13px;"&gt;&lt;div class="post"&gt;&lt;p align="center" class="post-info" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; font-family: Georgia, Arial, serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-style: italic; font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Detik-detik Sakaratul Maut Rasulullah SAW&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" class="post-info" style="text-align: justify;padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; font-family: Georgia, Arial, serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-style: italic; font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Inilah bukti cinta yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: 'Trebuchet MS'; font-style: italic; font-weight: bold; "&gt; sebenar-benarnya tentang cinta, yang telah dicontohkan Allah SWT melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit mulai menguning di ufuk timur, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayapnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="post-content" style="padding-top: 1em; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Rasulullah dengan suara lemah memberikan kutbah terakhirnya, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, al-Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasul yang tenang menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. “Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh hati semua sahabat kala itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;BAGHDAD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post"&gt;&lt;div class="post-content" style="padding-top: 1em; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;img src="http://i10.photobucket.com/albums/a125/blueais/blogsome/baghdad.jpg" class="right" alt="Salah Satu Pojok Kota Baghdad" style="border-top-color: rgb(204, 204, 204); border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-left-color: rgb(204, 204, 204); border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; max-width: 100%; float: right; padding-top: 4px; padding-right: 4px; padding-bottom: 4px; padding-left: 4px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 2px; margin-left: 7px; display: inline; " /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Letak geografis &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Lahirnya kota Bagdad bertalian dengan sejarah dinasti Abbasiah (Abbasid). Pendirinya adalah khalifah Abu Jakfar Al-Manshur pada tahun 145 H. yang terletak di tepi kanan sungai Tigris. Pada awal pembangunan, Bagdad terbentuk lingkaran dan mempunyai empat pintu. Abu Jakfar memberinya dua pagar dan membangun istana dan mesjid jami? di tengah-tengahnya. Bagdad terletak pada posisi 45° bujur timur dan 34° lintang utara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Di abad ke empat Bagdad merupakan kota budaya, pertemuan, dan politik paling terkenal. Pada masa pemerintahan khalifah Harun Ar-Rasyid, kota itu mencapai puncak kemajuannya. Luasnya bertambah hingga sama dengan luas empat kota yang digabung menjadi satu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Kota Baghdad &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang sejarah, Bagdad terkenal mempunyai posisi istimewa dalam bidang keilmuan. Pada masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid didirikan Baitul Hikmah yang kemudian diselesaikan oleh putranya, Al- Makmun pada abad keempat. Baitul Hikmah adalah semacam balai ilmu dan perpustakaan. Di situ para cendikiawan dan peneliti sering berkumpul untuk menerjemah dan diskusi masalah ilmiah. Khalifah Harun Ar-Rasyid kemudian Al-Makmun secara aktif selalu ikut dalam pertemuan-pertemuan itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Perpustakaan tersebut benar-benar mempunyai andil yang sangat besar dalam mengembangkan ilmu kedokteran, kimia dan falak dimana eksperimen dan penelitian ilmiah selalu berjalan seiring. Pada saat itu khalifah dan hartawan banyak berjasa dalam pengadaan buku-buku langka dan memberikan kemudahan bagi para cendekiawan. Misalnya, khalifah Harun Ar-Rasyid yang mengalokasikan suatu tempat dalam istana untuk tempat buku-buku langka, baik yang berbahasa Arab maupun bahasa lain. Pada masa putranya, Al-Makmun koleksi buku-buku itu bertambah besar hingga mencapai beribu-ribu judul dan eksemplar. Selain itu di Bagdad masih terdapat banyak perpustakaan. Tetapi pasukan Moghul, banjir sungai Euprat dan kebakaran besar yang terjadi di Bagdad telah melanyapkan sebagian besar buku-buku itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Tokoh-tokoh Bagdad yg terkenal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Bagdad terkenal dengan banyak ulama dan ahli fikih. Di antaranya; Imam Ahmad bin Hambal, Abu Ishaq As-Syirazi, Abu Hamid Al-Ghazali, Al-Jahidh, As-Syasyi, Ibnul Jauzi, Al-Farra, Al-Zajjaj, Al-Zujaji, Qatrab, As-Sirafi, Ibnus Sikkit, Yaqut Al-Hamawi, Al-Baladzri, Ibn Khardadzibah, Al-Mas?udi, Al-Kindi, Al-Shufi, Al-Fazari, As-Shaghani, Al-Khuwarizmi, Al-Thusi, Al-Kurkhi, Ibn Rabn At-Thabari, Ar-Razi, Ibn Malka, Al-Ahawazi, Al-Khayyam An-Naisaburi, Ibnul Ain Az-Zirbi, Ibnul Labbad dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Jatuh dan dijajahnya Bagdad&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalannya, Bagdad menemui banyak aral melintang yang berlangsung cukup lama. Seluruh negeri kacau, pemberontakan terjadi di mana-mana, khalifah Abbasiah lemah dan pihak luar banyak ikut campur dalam menentukan kendali pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Puncaknya, terjadi pada tahun 656 H. ketika Holako menyerbu Bagdad dan mengepungnya. Perang pun terjadi berbarengan dengan perpecahan intern di dalam tubuh pemerintah Abbasiah. Akhirnya Bagdad jatuh ke tangan pasukan Tatar dan khalifah Al-Mu?tashim, beserta anak dan semua hulu balangnya berhasil dibunuh. Pamor Bagdad hilang dan matahari kekhilafahan Abasiah yang pernah jaya selama lima abad itu tenggelam sudah. Bencana besar pun telah menimpa seluruh dunia Islam pada saat itu. Dalam perjalanan selanjutnya, Timurlenk pernah menyerbu beberapa kali dan terakhir tahun 803 dan berhasil mendudukinya dengan kekerasan. Pasukannya berada di situ selama seminggu dan melakukan segala macam kejahatan yang membuat bulu kuduk berdiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Pada tahun 914 H. diserbu oleh Syah Ismail As-Shafawi dan berhasil dikuasai hingga jatuh di tangan Turki Usmani pada tahun 941 H. Kemudian kembali lagi ke tangan dinasti Safawi pada tahun 1033 H. sampai direbut lagi oleh sultan Usmani, Murad IV pada tahun 1048 H.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Semua peristiwa itu membuat Bagdad menjadi mundur, lemah dan terbelakang dalam berbagai bidang kebudayaan, yang pernah berjaya dalam kurun waktu yang cukup lama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Pada tahun 1335 H. Bagdad jatuh ke tangan Inggris. Pada saat perlawanan Irak berkobar, Inggris meminta surat perwalian dari Liga Bangsa-Bangsa yang berisikan bahwa ia mau mengakui kemerdekaan Irak dengan syarat mau menerima perwalian dari negara yang ditunjuk hingga mampu berdiri sendiri.&lt;br /&gt;Bagdad menjadi ibu kota Irak hingga sekarang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Kota SAMARKAND&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post"&gt;&lt;div class="post-content" style="padding-top: 1em; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;img src="http://i10.photobucket.com/albums/a125/blueais/blogsome/samarkand.jpg" class="left" alt="Sebagian Kota Samarkand" style="border-top-color: rgb(204, 204, 204); border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-left-color: rgb(204, 204, 204); border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; max-width: 100%; float: left; padding-top: 4px; padding-right: 4px; padding-bottom: 4px; padding-left: 4px; margin-top: 0px; margin-right: 7px; margin-bottom: 2px; margin-left: 0px; display: inline; " /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Samarkand merupakan salah satu kota tertua di dunia. Kota ini terletak di Republik Uzbekistan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Kata “kand” berasal dari bahasa Persia yang berarti kota. Sedangkan kata “samar” sampai saat ini belum ditemukan terjemahan maknanya yang memuaskan.&lt;br /&gt;_____________&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Dahulu, Samarkand merupakan ibukota Transoksania selama lima abad sejak masa dinasti Saman sampai masa dinasti Timur. Di samping itu, Samarkand dan Bukhara merupakan dua kota terpenting di Transoksania.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Samarkand terkenal dengan kota surga karena iklimnya yang sedang seperti daerah-daerah lain di Asia Tengah. Penduduk Samarkand berjumlah sekitar 500.000 jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Dewasa ini, Samarkand merupakan kota paling ramai di Uzbekistan di bidang pertanian, perdagangan dan industri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sepanjang sejarahnya, kota Samarkand pernah mengalami tiga kali masa kehancuran. Yang pertama terjadi pada tahun 329 SM oleh Alexander, ketika kota itu masih bernama Markanda. Kehancuran kedua terjadi pada masa Jengis Khan tahun 617 H/220 M. Dan yang terakhir terjadi pada masa Uzbek, pertengahan abad kesembilan Hijriah (abad kelima belas Masehi). Ketika itu, suku-suku Uzbek belum memeluk agama Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Masuknya Islam:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Islam mulai masuk ke Transoksania pada tahun 46 H. Ketika itu, Kutaiba bin Muslim ditunjuk sebagai gubernur Khurasan pada saat kendali pemerintahan berada di tangan Tharkhun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Pada tahun 91 H/709 M terjadi perdamaian antara Tharkhun dan Kutaiba ibn Muslim dengan kesepakatan bahwa Tharkhun berkewajiban membayar jizyah (upeti) dan jaminan kepada umat Islam. Tetapi, perjanjian damai itu membuat marah rakyat Tharkhun yang kemudian memaksanya melepaskan jabatan dan menggantikannya dengan Ikhsyid Ghurak. Meski demikian, Kutaiba berhasil memaksa penguasa baru itu untuk menyerah pada tahun 93 H/712 M setelah sebelumnya mengepung kota Samarkand beberapa lama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Samarkand dan Bukhara menjadi pangkalan penyebaran Islam selanjutnya. Setelah itu, kekuatan Samarkand mulai melemah setelah sebelumnya merupakan titik tolak tersebarnya agama Islam ke Cina, India dan Rusia. Rusia bahkan pernah berada di bawah kekuasaannya selama tiga abad di mana adipati Moskwa membayar upeti kepada pemerintahan Bukhara setiap tahun. Tetapi, kaesar-kaesar Rusia kemudian berhasil merebut wilayah-wilayah Islam itu. Benteng Islam pertama di Transoksania (benteng Aq Masjid) pun kemudian jatuh ke tangan Rusia pada tahun 1852 M.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Ketika Turki Usmani mengancam Eropa dan melebar ke Asia dan Afrika pada pertengahan abada keenam belas, Kekaisaran Rusia menyerbu kota Samarkand dan kota-kota Islam lainnya. Ketika komunis berkuasa di Rusia pada tahun 1342 H/1923 M, Samarkand berada di bawah wilayah Uni Soviet hingga masa keruntuhannya tahun 1412 H/1991 M. Setelah Republik Uzbekistan memerdekakan diri, kota Samarkand masuk ke dalam wilayah Republik Uzbekistan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Objek Wisata:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Di antara industri klasik yang terkenal di Samarkand adalah industri kertas, tekstil dan karpet. Sepanjang sejarah, Samarkand terkenal dengan jumlah sekolah yang sangat banyak yang merupakan indikasi betapa besarnya perhatian penduduk terhadap ilmu pengetahuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Tokoh-tokoh Samarkand:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Di Samarkand terdapat sejumlah ulama terkenal seperti Muhammad Addi As-Samarkandi, Abu Manshur Maturidi, Abul Hasan Maidani, Ahmad ibn Umar, Abu Bakr As-Samarkandi, Muhammad ibn Mas?ud As-Samarkandi (penyusun Tafsir Al-Iyasyi), Alauddin As-Samarkandi, Najibuddin As-Samarkandi, Abul Qasim Al-Laitsi As-Samarkandi dan Qadi Zadah Ar-Rumi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Di Samarkand terdapat makam Imam Bukhari rahimahullah, penulis buku hadis sahih yang paling autentik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Pernikahan Nabi Adam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post"&gt;&lt;div class="post-content" style="padding-top: 1em; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;img src="http://i10.photobucket.com/albums/a125/blueais/blogsome/Islamic6.jpg" class="left" alt="biru" style="border-top-color: rgb(204, 204, 204); border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-left-color: rgb(204, 204, 204); border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; max-width: 100%; float: left; padding-top: 4px; padding-right: 4px; padding-bottom: 4px; padding-left: 4px; margin-top: 0px; margin-right: 7px; margin-bottom: 2px; margin-left: 0px; display: inline; " /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Rosululloh bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;“Hari Jum’at adalah hari untuk menjalin Shillaturrohmi dan pernikahan”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;“Mengapa demikian ya Rosululloh”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;“Karena dahulu para Nabi menikah pada hari Jum’at”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Pernikahan Nabi Adam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Abu Huroiroh meriwayatkan bahwa Alloh menempatkan Adam di surga pada hari Jum’at, begitu juga mengeluarkan Adam dari surga juga pada hari Jum’at. Pada hari Jum’at itu pula, do’a taubat Adam di kabulkan oleh Alloh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Setelah penciptaan Adam, Kemudian penciptaan lawan jenisnya, Mulailah rasa cinta itu masuk ke dalam hati Adam, Bagaimana tidak, Yang dicintai Adam adalah makhluk paling indah yang ada waktu itu, Alloh telah memakaikan tujuh puluh perhiasan surgawi padanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;“Siapakah engkau ?”, tanya Adam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;“Aku diciptakan Alloh untukmu”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;“Kalau begitu kemarilah !”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;“Tidak, engkaulah yang kesini”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Adam bangkit mendekatinya,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Alloh berfirman, “Hai Adam, bersabarlah! Ia belum halal sebelum engkau menikahinya”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Kemudian Alloh menitahkan segenap penghuni surga untuk menghias surga serta mempersiapkan aneka hidangan untuk memeriahkan acara pernikahan Adam dengan calon isterinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Para malaikat langit berkumpul di bawah pohon Thuba,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Kemudian Alloh menikahkan mereka berdua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;“Segala puji hanya bagi-Ku.&lt;br /&gt;Keagungan adalah pakaianKu.&lt;br /&gt;Kebanggaan diri adalah selendangKu.&lt;br /&gt;Keindahan adalah WajahKu.&lt;br /&gt;Kelembutan adalah perhiasanKu.&lt;br /&gt;Makhluk-makhluk adalah abdiKu.&lt;br /&gt;Dan pernikahan adalah bagian dari rahasiaKu”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;“Aku nikahkan Adam dan calon istrinya,&lt;br /&gt;Dan Kujadikan para malaikat dan para penghuni surga sebagai saksi”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Adam bertanya,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;“Ya Tuhanku, apa mas kawin yang harus kuberikan kepadanya ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Apakah Emas, perak atau intan kumala ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;“Bukan”, jawab Robbul izzati&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;“Kalau begitu, apa?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;“Mas kawinmu adalah membaca sholawat sepuluh kali kepada RosulKu,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Muhammad, penutup para Rosul dan penghulu sekalian Nabi”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;GRANADA, Salah Satu Kota Sejarah Islam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post"&gt;&lt;div class="post-content" style="padding-top: 1em; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;img src="http://shows.vtheatre.net/dj/images/alhambra.jpe" class="left" alt="Salah Satu Bangunan Masjid di Granada" style="border-top-color: rgb(204, 204, 204); border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-left-color: rgb(204, 204, 204); border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; max-width: 100%; float: left; padding-top: 4px; padding-right: 4px; padding-bottom: 4px; padding-left: 4px; margin-top: 0px; margin-right: 7px; margin-bottom: 2px; margin-left: 0px; display: inline; " /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Granada&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; terletak di sebelah selatan kota &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Madrid&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;, ibu kota Spanyol sekarang. Iklimnya sangat bagus, karena itulah dinamakan Granada. Dalam bahasa Romawi granada berarti bagus dan indah. Dari sebelah selatan, berbatasan dengan Laut Tengah dan sungai &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Shaniel&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;. Tingginya lebih kurang 669 m. di atas permukaan laut. Di sinilah letak rahasia keindahannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sekilas Cerita :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Ketika kaum Muslimin memasuki Granada, sewaktu penaklukan &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Andalusia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; (Spanyol sekarang), kota ini telah selesai dibangun di atas puing sebuah kota kecil yang bernama&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Albery&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;. Di kemudian hari Granada menjadi ibu kota negara &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Dinasti Bani Ahmar&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Granada pernah menjadi pusat ilmu keislaman terbesar dan salah satu mata rantai kebudayaan Islam yang mencakup kota-kota lain seperti, &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Kordoba, Valensia, Megrit, Asbilia, Toledo&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sebagai kiblat ilmu pengetahuan, para penuntut ilmu dari daerah-daerah tetangga, baik yang Islam maupun yang bukan banyak berdatangan. Ketika itu terkenal sekolah&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Yusufiah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;, sekolah &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Nasriah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; dan lembaga-lembaga pendikan lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Kebangkitan ilmiah di Andalusia bersamaan dengan munculnya ahli ilmu falak dan matematika &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Abul Qasim Al-Magrity (397 H. / 1008 M.)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; yang mendirikan sekolah matematika terkenal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Tokoh Granada yang paling terkenal :&lt;br /&gt;Granada terkenal dengan cendekiawannya di berbagai disiplin ilmu. Yang paling terkenal adalah:&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; Imam As-Syathibi, Lisanudin Al-Khathib, Sarqisthi, Ibnu Zumrak, Muhammad bin Raqqah, Abu Yahya bin Radwan, Abu Abdillah Al-Fahham, Ibnus Syarrah, Yahya bin Hazil At-Tajbibi, As-Syaquri, Ibnu Zuhr&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; dan dari kalangan wanita;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;H afshah bintil Haj, Hamdunah binti Ziad dan saudarinya, Zainab.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Objek wisata :&lt;br /&gt;Setelah posisi &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Bani Ahmar&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; menguat di Granada dan di sebuah bukit di sebelah timur lautnya, mereka mulai membangun pondasi kota atau istana Alhambra. Pada mulanya, Alhambra hanya merupakan benteng sederhana hingga Badis bin Habbus, menjadi raja Granada. Dialah yang membuatnya sebagai pusat pemerintahan dan membangun pagar tinggi di sekeliling bukit itu. Dengan perjalanan waktu Alhambra menjadi benteng Granada yang kuat. Sebab penamaannya dengan Alhambra adalah karena batu-batu yang dipakai untuk membangunnya berwarna merah (dari kata &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;al-hamra = merah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Hal lain yang membedakan Alhambra dengan tempat-tempat lain adalah mesjid-mesjidnya. Mesjid jami Alhambra adalah mesjid yang paling bagus dan indah. Terkenal dengan banyaknya marmer yang dipakai untuk membangunnya. Juga rumah sakit-rumah sakit yang ada di dalamnya, seperti rumah sakit Granada atau rumah sakit kota.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post"&gt;&lt;p align="center" class="post-info" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; font-family: Georgia, Arial, serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;"&gt;Jejak Islam di NAD, Hanya Menyisakan Nisan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" class="post-info" style="text-align: justify;padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; font-family: Georgia, Arial, serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;SUATU siang pada pengujung Ramadhan di kompleks makam &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Malikussaleh (1270-1297 Masehi),&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; sekitar 20 kilometer dari &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Lhok Seumawe, Nanggroe Aceh Darussalam.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; Pintu gerbang kompleks raja pendiri &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Kerajaan Samudera Pasai&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; itu terkunci rapat. Daun-daun yang luruh ke tanah dibiarkan berserak di sekitar batu nisan yang terbuat dari batu marmer putih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="post-content" style="padding-top: 1em; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Tak ada seorang peziarah pun yang berkunjung ke makam yang terletak di &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Desa Beringin, Kecamatan Samudera Geudong, Kabupaten Aceh Utara&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;, itu. Di sekitar kompleks makam hanya ada beberapa penduduk setempat yang memandang dengan penuh kecurigaan kepada orang asing yang datang. Sebagian yang lain memilih menghindar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Baru setelah salah seorang kawan menerangkan maksud kunjungan kami dengan menggunakan bahasa Aceh, sejumlah warga menjadi lebih ramah. Seorang juru kunci datang dan membukakan gerbang makam untuk kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;“Ini kubur almarhum yang diampuni, yang takwa, pemberi nasihat, yang dicintai, bangsawan, yang mulia, yang penyantun, penakluk, yang digelari dengan Sultan Al Malikussaleh”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; Itulah terjemahan dari tulisan berbahasa Arab yang terukir dalam salah satu batu nisan. Persis di samping batu nisan itu terdapat batu nisan&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; Sultan Malikudahir, penerus Sultan Al Malikussaleh.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sekitar 800 meter dari kompleks makam Malikussaleh, tepatnya di &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Desa Kuta Krueng, Kecamatan Samudera Geudong&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;, terdapat kompleks makam peninggalan Kerajaan Samudera Pasai, yaitu kompleks makam &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Ratu Nahrisyah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;JEJAK-jejak kejayaan masa lampau Samudera Pasai telah sirna dan hanya menyisakan sejumlah batu nisan yang mengingatkan pada maut. Padahal, selama abad XIII sampai awal abad XVI, Samudera Pasai dikenal sebagai salah satu kota di kawasan Selat Malaka dengan bandar pelabuhan yang sangat ramai. Bersama dengan &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Pidie&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;, Pasai menjadi pusat perdagangan internasional dengan lada sebagai salah satu komoditas ekspor utama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Kebesaran Kerajaan Samudera Pasai telah tertulis dalam catatan Ibnu Battutah, musafir Islam terkenal asal &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Maroko&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; yang mengunjungi kerajaan pesisir itu sekitar tahun &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;1345 Masehi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;. Dalam catatannya disebutkan, setelah berlayar selama 25 hari dari &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Barhnakar&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;(sekarang masuk wilayah &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Myanmar&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;), dia mendarat di tanah Pasai yang sangat subur. Menurut dia, perdagangan di daerah itu sangat maju, ditandai dengan penggunaan mata uang emas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Pada masa pemerintahan &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sultan Malikul Dhahir&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;, Kerajaan Samudera Pasai mencapai puncak kejayaan dan menjadi pusat perdagangan internasional. Pedagang-pedagang dari Asia, Afrika, China, dan Eropa berdatangan ke Samudera Pasai. Hubungan dagang dengan pedagang-pedagang Pulau Jawa juga terjalin erat. Produksi beras dari Jawa ditukar dengan lada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Dalam kisah perjalanannya ke Pasai, &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Ibnu Battutah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; menggambarkan Sultan Malikul Dhahir sebagai raja yang sangat saleh, pemurah, rendah hati, dan mempunyai perhatian kepada fakir miskin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Peran lain dari Samudera Pasai yang sangat penting adalah sebagai pintu gerbang penyebaran agama Islam ke hampir seluruh wilayah Nusantara dan sebagian Asia Tenggara. Saat itu hampir semua mubalig yang menyebarkan Islam di Jawa dan daerah lain berasal dari Pasai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Para mubalig dari berbagai wilayah Nusantara juga menjadikan Samudera Pasai sebagai tempat belajar agama Islam sebelum mereka kemudian belajar di Mekkah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Eratnya pengaruh kerajaan Samudera Pasai dengan perkembangan Islam di Jawa juga terlihat dari sejarah dan latar belakang para &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Wali Son&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;go, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;yang sebagian di antaranya berasal dari Pasai. Para wali yang berasal dari Samudera Pasai itu di antaranya &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Maulana Malik Ibrahim dan Raden Rahmat &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;yang bergelar &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sunan Ampel.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sunan Gunung Jati alias Fatahillah, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;yang gigih melawan penjajahan Portugis di Batavia, lahir dan besar di Pasai. &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sunan Kalijaga, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;penyebar agama Islam di Jawa yang terkenal dengan gubahan wayang kulit sebagai media dakwah, memperistri anak &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Maulana Ishak&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;, salah seorang sultan Samudera Pasai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Melihat kebesaran sejarah Kerajaan Samudera Pasai, agaknya tidak berlebihan ketika Ahmad Yus, sang juru kunci makam, mengatakan, &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;“Tanpa keberadaan Kerajaan Samudera Pasai di Aceh, Islam di Jawa dan tempat lain di Nusantara tidak akan pernah ada….”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Kebanggaan orang Aceh terhadap Islam dan kebesaran masa lalu mereka harus dimengerti dengan bijaksana. (AIK)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-6824410932944052608?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/6824410932944052608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=6824410932944052608&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/6824410932944052608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/6824410932944052608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/ziarah-sejarah.html' title='Ziarah Sejarah'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i10.photobucket.com/albums/a125/blueais/blogsome/th_baghdad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-6802690837183817212</id><published>2009-01-04T22:55:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T22:57:01.409-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aturan Berpacaran'/><title type='text'>Aturan Berpacaran</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px; -webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; "&gt;&lt;div class="smallfont" style="font: normal normal normal 11px/normal verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Aturan Berpacaran dalam Qur'an&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr size="1" style="color: rgb(209, 225, 213); "&gt;&lt;div id="post_message_109337"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;"Diriwayatkan daripada Abu Hurairah (ra) katanya: Nabi saw bersabda: Allah SWT telah mencatat bahwa anak Adam cenderung terhadap perbuatan zina. Keinginan tersebut tidak dapat dielakkan lagi, dimana dia akan melakukan zina mata dalam bentuk pandanga, zina mulut dalam bentuk pertuturan, zina perasaan yaitu bercita-cita &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; berkeinginan mendapatkannya hingga kemaluan ikut memastikan perzinaan itu." (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Akibat zina (perasaan) cinta ini, maka banyak muncul perilaku &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; telah dihasut syetan, malah menjadi kebanggaan tersendiri dalam masyarakat. Perilaku ikhtilah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; khalwat (berdua-duaan) menjadi hal &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; lumrah. Perilaku ini dalam masyarakat dinamakan pacaran. Masalah cinta &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; manusiawi menjadi tameng &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; melenakan para wanita. Padahal, 'cinta'nya para pria, tentu saja lebih dari sekedar cinta &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; diinginkan para wanita &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; berpacaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Menjadi hal &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; klasik, munculnya budaya pacaran &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; sesungguhnya bukan pacaran melainkan perzinaan &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; disebutkan dalam hadist &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; atas. Jika pacaran &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; disebutkan awalnya untuk saling mengenal, berubah menjadi ajang pelampiasan nafsu bagi masing-masing insan manusia &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; tentunya sudah digoda syetan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Hal ini &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; membuat pacaran tidak murni lagi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Islam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;, tidak menganjurkan pacaran, melainkan ta'aruf &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; dapat menjaga izzah (nilai) masing-masing insan manusia hingga terjaga dari godaan syetan, mulai dari taraf perkenalan hingga &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; ijab qabul dalam pernikahan. InsyaAllah terlepas dari godaan syetan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; maha dahsyat itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Saat ini &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; bunga tau &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; pacaran &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; 'pacaran'. Bedanya dimana? Keduanya diibaratkan dengan rokok. Rokok, kita tau benar-benar ga baik buat kesehatan. Orang &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; kuat tentu saja akan menghindari rokok dengan sadar, seyakin-yakinnya, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; sekuat tenaga. Namun, bagi &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; tak perduli, tetap saja mengkonsumsi rokok juga tak perduli dengan akibat sampingannya. &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; satu golongan lagi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; berada diantaranya, yaitu mereka &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; merokok tapi tak mampu untuk berhenti. Seperti itu pula penggolongan pacaran ini. Orang &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; tak mau pacaran termasuk orang-orang &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; tau bahaya zina, orang &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; mau pacaran termasuk orang yang tak perduli dengan bahaya zina, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; terakhir &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;golongan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; antara dua itu, itu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; disebut 'pacaran'.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Tentu berbeda kondisi tubuh antara &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; sudah merokok dengan &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; belum merokok. Begitu pula dengan &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; belum pernah pacaran &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; sudah pernah pacaran, terutama dalam hatinya.... Lebih asik kan kita punya suami/istri &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; hatinya belum tersentuh oleh hati &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; lain ... SubhanAllah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;So, masih pilih 'pacaran' ? Ta'aruf aja &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; langsung nikah .... (copadarisebelah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-6802690837183817212?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/6802690837183817212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=6802690837183817212&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/6802690837183817212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/6802690837183817212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/aturan-berpacaran.html' title='Aturan Berpacaran'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-7662852740851169177</id><published>2009-01-04T22:43:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T22:49:44.222-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Larangan Berpacaran'/><title type='text'>Larangan Berpacaran</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: -webkit-monospace; font-size: 13px; "&gt;&lt;pre&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="white-space: normal; "&gt;&lt;pre&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Bismi-lLah wa-lhamdu li-lLah wa-shshalatu wa-ssalamu 'ala rasuli-lLah wa 'ala  alihi wa ashhabihi wa ma-wwalah, amma ba'd, assalamu 'alaikum wa rahmatu-lLahi  wa barakatuH.&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: -webkit-monospace; font-size: 13px; "&gt;&lt;pre&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Larangan Berpacaran &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;       &lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Berpacaran ialah perbuatan yang timbul dari dorongan syahwat dan kasih sayang  antara lelaki dan perempuan hingga keduanya mencurahkan kehendak diri berbentuk  ucapan dan tingkah laku di luar hukum berupa suami istri tidak sah. Perbuatan  itu berarti berzina atau setidak-tidaknya mendekati zina yang nyata terlarang  menurut Ayat 17/32.Kebiasaan berpacaran mengurangi keinginan untuk menikah  menurut hukum yang berlaku karena sebagian dari kehendak syahwat telah dapat  dipenuhi, padahal pernikahan sangat dibutuhkan masyarakat manusia untuk  membentuk generasi keturunan.    &lt;/span&gt;  &lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt; Selengkapnya silahkan baca di bawah:&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;&lt;img src="http://img477.imageshack.us/img477/8040/laranganber29715sw3.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Berpacaran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; ialah perbuatan yang timbul dari dorongan syahwat dan kasih sayang antara lelaki dan perempuan hingga keduanya mencurahkan kehendak diri berbentuk ucapan dan tingkah laku di luar hukum berupa suami istri tidak sah. Perbuatan itu berarti berzina atau setidak-tidaknya&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;mendekati zina &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;yang nyata terlarang menurut Ayat 17/32.&lt;br /&gt;Kebiasaan berpacaran &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;mengurangi keinginan untuk menikah &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;menurut hukum yang berlaku karena sebagian dari kehendak syahwat telah dapat dipenuhi, padahal pernikahan sangat dibutuhkan masyarakat manusia untuk membentuk generasi keturunan. Berpacaran adalah perbuatan tidak resmi dan tiada negara yang menyusun undang-undang khusus untuk itu, tetapi mungkin menjadi tradisi dalam masyarakat manusia dan memang telah jadi kebiasaan kafir, padahal telah menjadi ketentuan bahwa setiap perbuatan tidak resmi di luar hukum selalu menimmbulkan kegelisahan dan pertantangan yang berujung pada perbantahan dan kekacauan.&lt;br /&gt;Jadi larangan berpacaran dalam masyarakat Islam bukanlah berupa perkosaan dan kungkungan terhadap naluri manusia, tetapi berbentuk peraturan yang menguntungkan masyarakat untuk kemakmuran hidup bersama berkelanjutan serta mencegah timbulnya kekacauan yang mungkin berlaku kini dan pada generasi mendatang. Memang banyak akibat yang ditimbulkan oleh perbuatan berpacaran, umumnya jahat dan buruk, sedikit sekali yang baik, &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;antara lain sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tindakan berpacaran umumnya menjurus kepada hubungan seksual di luar nikah selaku perbuatan sangat tercela dan terkutuk, dan yang paling parah ialah lahirnya bayi tanpa bapak menurut hukum. Penyelesaian perkara dalam hal ini sangat sulit dan menyedihkan terutama bagi yang perempuan, apalagi jika diselesaikan menurut hukum dalam Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. orang yang berpacaran terbiasa menyimpan rahasia yang kebanyakan dipandang tidak baik dalam kehidupan masyarakat. Hal itu membawanya kepada pertumbuhan yang tidak dapat diharapkan sebagai pribadi sempurna. Akhirnya dia terbiasa berbohong, menipu, dan tak dipercaya dalam pergaulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Orang yang berpacaran terbiasa mengelamun, berkhayal pada yang sukar terlaksana terutama dalam hubungan kehendak syahwat yang bebas selaku suami-istri. Hal ini mendidiknya bersikap tidak obyektif, penuh kepalsuan, dan bertumbuh tanpa ketabahan dengan tingkah laku tak menentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Orang yang berpacaran terbiasa membuang waktu secara percuma karena memikirkan masa depan penuh keraguan, bahkan kadang-kadang memakai harta benda dengan pemborosan, mempersolek diri berlagak gagah dan cantik. Hal ini merugikan dirinya dalam urusan lain yang lebih penting, seperti dalam pelajaran, perekonomian. dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perbuatan berpacaran adalah peragaan dari dorongan syahwat yang harus dipenuhi di luar hukum, seringkali terbentur mencapai kehendaknya, dan sangat dibenci dalam masyarakat Islam. Hal itu akan membawa pelakunya kepada monoseks, mimpi seksual dan tindak tanduk lain yang merugikan diri dalam pertumbuhan. Kerugian itu berpengaruh pada masyarakat lingkungan bahkan juga pada generasi mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Seringkali orang yang berpacaran tidak direstui ibu hapaknya yang harus menentukan jodohnya atau yang berhak atas akad nikahnya menurut hukum. Keadaan begitu mungkin menyebahkan dia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Lebih banyak menyimpan rahasia prihadi yang sebenarnya tidak disenangi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Lebih banyak memikir dan berkhayal tentang cara bagaimana mencapai kehendak hatinya begitu pun mencapai kehendak syahwatnya, hingga dia lebih terbiasa pada monoseks, bahkan mungkin pula berpindah kepada lesbian atau homoseks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Jadi pendiam, murung,tak suka bergaul sebagaimana mustinya, hingga kemudian mengarnbil putusan nekad seperti misalnya rnelarikan diri dari rumah keluarga, pcrgi ke daerah lain bersama pacarnya tanpa izin orang tua, menghabisi hidupnya dengan kematian direncanakan, atau pun berubah jadi edan, rusak fikiran, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Seringkali pula orang yang berpacaran, itu gagal menurut rencana bermula, digagalkan oleh berbagai sebab, misalnya:&lt;br /&gt;a. Salah seorang di antara keduanya berbau amis atau memiliki cacat diri yang tersembunyi. Hal ini baru diketahui setelah tindakan berpacaran itu jadi semakin akrab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Salah seorang di antaranya memiliki cacat keturunan atau cacat keluarga yang kemudian baru diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Salah seorang di antaranya berpindah daerah tcmpat tinggal    dibawa orang tua sendiri, atau mcngalami kematian oleh sesuatu sebab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Salah seorang di antaranya berpindah cinta kcpada orang lain yang dianggap lebih menarik hati.[/INDENT]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan di atas ini menyebabkan orang lebih nekad rnencari pacar baru menurut kehendak hati dan syahwat. Tetapi mungkin pula dia menahan diri beberapa tahun atau untuk selamanya tinggal membujang dalam keadaan patah hati. Sikap begini juga bertantangan dengan hukum Islam karena meniadakan keturunan bagi generasi mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Orang yang berpacaran jarang sekali memenui hasil yang diidamkan bermula, disebabkan oleh berbagai alasan. Sementara itu, tidak semua orang suka berpacaran, bahkan banyak sekali yang mengutuk perbuatan itu, maka orang-orang ini sangat berhati-hati dalam memilih jodoh, karenanya fihak orang tua jadi semakin susah mencarikan jodoh anaknya. Hal ini adalah suatu kerugian besar bagi masyarakat yang membiasakan berpacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Umumnya orang-orang yang berpacaran lebih cenderung kepada pergaulan bebas, kadang-kadang terpedaya kepada perzinaan, monoseks, lesbian, atau homoseks. Karena itulah hukum Islam menamakan tindakan berpacaran itu dengan "mendekati zina," termuat pada Ayat 17/32. Maka perzinaan dengan pacar sendiri membuka kesempatan dan kebiasaan berzina dengan orang lain, bahkan memudahkan orang memasuki lapangan pelacuran yang mulanya terwujud dalam masyarakat kafir yang suka berpacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sumber hukum &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;tentang pelarangan berpacaran banyak kita dapati dalam Alquran, antara lain seperti dimaksudkan di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="line-height: 1.3em; font-size:130%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ حِلٌّ لَّكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلُّ لَّهُمْ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ &lt;br /&gt;وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ &lt;br /&gt;وَلاَ مُتَّخِذِي أَخْدَانٍ وَمَن يَكْفُرْ بِالإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;5/5. Hari  ini dihalalkan bagimu yang baik-baik, serta makanan orang-orang diberi Kitab halal bagimu, &lt;br /&gt;juga makananmu halal bagi mereka, dan (menikahi) yang terjaga dari Mukminat begitupun perempuan &lt;br /&gt;terjaga dari orang-orang diberi Kitab sebelum kamu ketika kamu berikan belanja (mas kawin) mereka &lt;br /&gt;selaku orang menjaga (selaku suami), bukan berzinah dan tidak menjadikan pacar.  Siapa yang kafir &lt;br /&gt;pada keimanan, sungguh lenyap amalnya dan dia di Akhirat termasuk orang-orang merugi.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 1.3em; font-size:130%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;17/32. Dan jangan dekati zina, bahwa dia kekejian dan&lt;br /&gt; garis hukum yang jahat.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang hampir bersamaan dengan pacaran ialah &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;bertunangan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; yaitu berjanji, secara resmi atau tidak, antara lelaki dan perempuan bahwa keduanya nanti pada suatu waktu akan menikah untuk jadi suami-istri. Perbuatan ini adalah suatu tradisi dalam masyarakat kafir, kemudian berkcmbang pula di antara orang-orang Islam tanpa sadar bahwa perbuatan itu dilarang menurut hukum yang tercantum dalam Aya 2/235.&lt;br /&gt;Ada dua hal yang menyebabkan adanya pertunangan yaitu kehendak ibu-bapak dari kedua orang bersangkutan dan hubungan cinta antara lelaki dan perempuan tanpa sepengetahuan ibu-bapa keduanya. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Perincian kedua hal itu adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pertunangan yang berlaku atas kehendak ibu-bapak mungkin mendapat sambutan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tidak disetujui oleh salah seorang atau oleh kedua orang yang dipertunanmgkan. Biasanya pertunangan ini tidak sampai pada pernikahan, tetapi adakalanya kedua orang itu sampai menikah dengan paksaan resmi atau tidak yang dilakukan oleh pihak orang tua. Dalam perkawinan begini mungkin terwujud rumah tangga yang baik seperti diharapkan orang tua, tetapi kebanyakannya gagal mencapai kerukunan hingga kemudian berakhir dengan perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Disetujui oleh kedua orang yang dipertunangkan, maka kemudiannya pada waktu yang telah ditentukan, berlangsunglah akad nikah menurut hukum yang berlaku. Dalam perkawinan begini seringkali terwujud rumah tangga bahagia, namun ada juga yang gagal dan berakhir dengan perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pertunangan yang berlaku atas kehendak lelaki dan perempuan bersangkutan mungkin mendapat sambutan:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;a. Disetujui olch ibu-bapak kedua belah pihak, maka pada waktu kemudiannya berlakulah pernikahan untuk membentuk rumah tangga yang mungkin bahagia dan mungkin pula berujung dengan percerain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tidak disetujui oleh ibu-bapak satu pihak atau kedua pihaknya. Keadaan ini menjadi pukulan berat bagi yang bertunangan, ada yang membatalkan pertunangan itu secara sukarela dan melanjut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: -webkit-monospace; line-height: normal; "&gt;&lt;pre&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  Larangan Berpacaran &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Berpacaran ialah perbuatan yang timbul dari dorongan syahwat dan kasih sayang  antara lelaki dan perempuan hingga keduanya mencurahkan kehendak diri berbentuk  ucapan dan tingkah laku di luar hukum berupa suami istri tidak sah. Perbuatan  itu berarti berzina atau setidak-tidaknya mendekati zina yang nyata terlarang  menurut Ayat 17/32.    Kebiasaan berpacaran mengurangi keinginan untuk menikah menurut hukum yang  berlaku karena sebagian dari kehendak syahwat telah dapat dipenuhi, padahal  pernikahan sangat dibutuhkan masyarakat manusia untuk membentuk generasi  keturunan. Berpacaran adalah perbuatan tidak resmi dan tiada negara yang  menyusun undang-undang khusus untuk itu, tetapi mungkin menjadi tradisi dalam  masyarakat manusia dan memang telah jadi kebiasaan kafir, padahal telah menjadi  ketentuan bahwa setiap perbuatan tidak resmi di luar hukum selalu menimmbulkan  kegelisahan dan pertantangan yang berujung pada perbantahan dan kekacauan.    Jadi larangan berpacaran dalam masyarakat Islam bukanlah berupa perkosaan dan  kungkungan terhadap naluri manusia, tetapi berbentuk peraturan yang  menguntungkan masyarakat untuk kemakmuran hidup bersama berkelanjutan serta  mencegah timbulnya kekacauan yang mungkin berlaku kini dan pada generasi  mendatang. Memang banyak akibat yang ditimbulkan oleh perbuatan berpacaran,  umumnya jahat dan buruk, sedikit sekali yang baik, antara lain sebagai berikut:       1. Tindakan berpacaran umumnya menjurus kepada hubungan seksual di luar nikah  selaku perbuatan sangat tercela dan terkutuk, dan yang paling parah ialah  lahirnya bayi tanpa bapak menurut hukum. Penyelesaian perkara dalam hal ini  sangat sulit dan menyedihkan terutama bagi yang perempuan, apalagi jika  diselesaikan menurut hukum dalam Alquran.       2. orang yang berpacaran terbiasa menyimpan rahasia yang kebanyakan dipandang  tidak baik dalam kehidupan masyarakat. Hal itu membawanya kepada pertumbuhan  yang tidak dapat diharapkan sebagai pribadi sempurna. Akhirnya dia terbiasa  berbohong, menipu, dan tak dipercaya dalam pergaulan.       3. Orang yang berpacaran terbiasa mengelamun, berkhayal pada yang sukar  terlaksana terutama dalam hubungan kehendak syahwat yang bebas selaku  suami-istri. Hal ini mendidiknya bersikap tidak obyektif, penuh kepalsuan, dan  bertumbuh tanpa ketabahan dengan tingkah laku tak menentu.       4. Orang yang berpacaran terbiasa membuang waktu secara percuma karena  memikirkan masa depan penuh keraguan, bahkan kadang-kadang memakai harta benda  dengan pemborosan, mempersolek diri berlagak gagah dan cantik. Hal ini  merugikan dirinya dalam urusan lain yang lebih penting, seperti dalam  pelajaran, perekonomian. dan sebagainya.       5. Perbuatan berpacaran adalah peragaan dari dorongan syahwat yang harus  dipenuhi di luar hukum, seringkali terbentur mencapai kehendaknya, dan sangat  dibenci dalam masyarakat Islam. Hal itu akan membawa pelakunya kepada monoseks,  mimpi seksual dan tindak tanduk lain yang merugikan diri dalam pertumbuhan.  Kerugian itu berpengaruh pada masyarakat lingkungan bahkan juga pada generasi  mendatang.       6. Seringkali orang yang berpacaran tidak direstui ibu hapaknya yang harus  menentukan jodohnya atau yang berhak atas akad nikahnya menurut hukum. Keadaan  begitu mungkin menyebahkan dia:       a. Lebih banyak menyimpan rahasia prihadi yang sebenarnya tidak disenangi  keluarga.       b. Lebih banyak memikir dan berkhayal tentang cara bagaimana mencapai  kehendak hatinya begitu pun mencapai kehendak syahwatnya, hingga dia lebih  terbiasa pada monoseks, bahkan mungkin pula berpindah kepada lesbian atau  homoseks.       c. Jadi pendiam, murung,tak suka bergaul sebagaimana mustinya, hingga  kemudian mengarnbil putusan nekad seperti misalnya rnelarikan diri dari rumah  keluarga, pcrgi ke daerah lain bersama pacarnya tanpa izin orang tua,  menghabisi hidupnya dengan kematian direncanakan, atau pun berubah jadi edan,  rusak fikiran, dan sebagainya.    7. Seringkali pula orang yang berpacaran, itu gagal menurut rencana bermula,  digagalkan oleh berbagai sebab, misalnya:    a. Salah seorang di antara keduanya berbau amis atau memiliki cacat diri yang  tersembunyi. Hal ini baru diketahui setelah tindakan berpacaran itu jadi  semakin akrab.       b. Salah seorang di antaranya memiliki cacat keturunan atau cacat keluarga  yang kemudian baru diketahui.       c. Salah seorang di antaranya berpindah daerah tcmpat tinggal    dibawa orang  tua sendiri, atau mcngalami kematian oleh sesuatu sebab.       d. Salah seorang di antaranya berpindah cinta kcpada orang lain yang dianggap  lebih menarik hati.[/INDENT]       Kegagalan di atas ini menyebabkan orang lebih nekad rnencari pacar baru  menurut kehendak hati dan syahwat. Tetapi mungkin pula dia menahan diri  beberapa tahun atau untuk selamanya tinggal membujang dalam keadaan patah hati.  Sikap begini juga bertantangan dengan hukum Islam karena meniadakan keturunan  bagi generasi mendatang.       8. Orang yang berpacaran jarang sekali memenui hasil yang diidamkan bermula,  disebabkan oleh berbagai alasan. Sementara itu, tidak semua orang suka  berpacaran, bahkan banyak sekali yang mengutuk perbuatan itu, maka orang-orang  ini sangat berhati-hati dalam memilih jodoh, karenanya fihak orang tua jadi  semakin susah mencarikan jodoh anaknya. Hal ini adalah suatu kerugian besar  bagi masyarakat yang membiasakan berpacaran.       9. Umumnya orang-orang yang berpacaran lebih cenderung kepada pergaulan  bebas, kadang-kadang terpedaya kepada perzinaan, monoseks, lesbian, atau  homoseks. Karena itulah hukum Islam menamakan tindakan berpacaran itu dengan  "mendekati zina," termuat pada Ayat 17/32. Maka perzinaan dengan pacar sendiri  membuka kesempatan dan kebiasaan berzina dengan orang lain, bahkan memudahkan  orang memasuki lapangan pelacuran yang mulanya terwujud dalam masyarakat kafir  yang suka berpacaran.    Sumber hukum tentang pelarangan berpacaran banyak kita dapati dalam Alquran,  antara lain seperti dimaksudkan di bawah ini:   Çáúíóæúãó ÃõÍöáøó áóßõãõ ÇáØøóíøöÈóÇÊõ æóØóÚóÇãõ ÇáøóÐöíäó ÃõæÊõæÇú  ÇáúßöÊóÇÈó Íöáøñ áøóßõãú æóØóÚóÇãõßõãú Íöáøõ áøóåõãú æóÇáúãõÍúÕóäóÇÊõ ãöäó  ÇáúãõÄúãöäóÇÊö  æóÇáúãõÍúÕóäóÇÊõ ãöäó ÇáøóÐöíäó ÃõæÊõæÇú ÇáúßöÊóÇÈó ãöä  ÞóÈúáößõãú ÅöÐóÇ ÂÊóíúÊõãõæåõäøó ÃõÌõæÑóåõäøó ãõÍúÕöäöíäó ÛóíúÑó ãõÓóÇÝöÍöíäó   æóáÇó ãõÊøóÎöÐöí ÃóÎúÏóÇäò æóãóä íóßúÝõÑú ÈöÇáÅöíãóÇäö ÝóÞóÏú ÍóÈöØó Úóãóáõåõ  æóåõæó Ýöí ÇáÂÎöÑóÉö ãöäó ÇáúÎóÇÓöÑöíäó    5/5. Hari  ini dihalalkan bagimu yang baik-baik, serta makanan orang-orang  diberi Kitab halal bagimu, juga makananmu halal bagi mereka, dan (menikahi)  yang terjaga dari Mukminat begitupun perempuan  terjaga dari orang-orang diberi  Kitab sebelum kamu ketika kamu berikan belanja (mas kawin) mereka  selaku orang  menjaga (selaku suami), bukan berzinah dan tidak menjadikan pacar.  Siapa yang  kafir  pada keimanan, sungguh lenyap amalnya dan dia di Akhirat termasuk  orang-orang merugi.        æóáÇó ÊóÞúÑóÈõæÇú ÇáÒøöäóì Åöäøóåõ ßóÇäó ÝóÇÍöÔóÉð æóÓóÇÁ ÓóÈöíáÇð    17/32. Dan jangan dekati zina, bahwa dia kekejian dan  garis hukum yang jahat.   Yang hampir bersamaan dengan pacaran ialah bertunangan yaitu berjanji, secara  resmi atau tidak, antara lelaki dan perempuan bahwa keduanya nanti pada suatu  waktu akan menikah untuk jadi suami-istri. Perbuatan ini adalah suatu tradisi  dalam masyarakat kafir, kemudian berkcmbang pula di antara orang-orang Islam  tanpa sadar bahwa perbuatan itu dilarang menurut hukum yang tercantum dalam Aya  2/235.    Ada dua hal yang menyebabkan adanya pertunangan yaitu kehendak ibu-bapak dari  kedua orang bersangkutan dan hubungan cinta antara lelaki dan perempuan tanpa  sepengetahuan ibu-bapa keduanya. Perincian kedua hal itu adalah sebagai berikut:    1. Pertunangan yang berlaku atas kehendak ibu-bapak mungkin mendapat sambutan:       a. Tidak disetujui oleh salah seorang atau oleh kedua orang yang  dipertunanmgkan. Biasanya pertunangan ini tidak sampai pada pernikahan, tetapi  adakalanya kedua orang itu sampai menikah dengan paksaan resmi atau tidak yang  dilakukan oleh pihak orang tua. Dalam perkawinan begini mungkin terwujud rumah  tangga yang baik seperti diharapkan orang tua, tetapi kebanyakannya gagal  mencapai kerukunan hingga kemudian berakhir dengan perceraian.       b. Disetujui oleh kedua orang yang dipertunangkan, maka kemudiannya pada  waktu yang telah ditentukan, berlangsunglah akad nikah menurut hukum yang  berlaku. Dalam perkawinan begini seringkali terwujud rumah tangga bahagia,  namun ada juga yang gagal dan berakhir dengan perceraian.    2. Pertunangan yang berlaku atas kehendak lelaki dan perempuan bersangkutan  mungkin mendapat sambutan:     a. Disetujui olch ibu-bapak kedua belah pihak, maka pada waktu kemudiannya  berlakulah pernikahan untuk membentuk rumah tangga yang mungkin bahagia dan  mungkin pula berujung dengan percerain.   b. Tidak disetujui oleh ibu-bapak satu pihak atau kedua pihaknya. Keadaan ini  menjadi pukulan berat bagi yang bertunangan, ada yang membatalkan pertunangan  itu secara sukarela dan melanjut.       wassalam&lt;/span&gt;    &lt;/pre&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-7662852740851169177?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/7662852740851169177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=7662852740851169177&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/7662852740851169177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/7662852740851169177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/larangan-berpacaran.html' title='Larangan Berpacaran'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-4458690588071983642</id><published>2009-01-04T22:39:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T22:41:15.379-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Pacaran dalam Islam'/><title type='text'>Hukum Pacaran dalam Islam</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(41, 48, 59); font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; line-height: 18px; "&gt;&lt;p align="center" class="post-info" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; font-family: Georgia, Arial, serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://ais.blogsome.com/2007/04/07/hukum-pacaran-dalam-islam/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Hukum Pacaran dalam Islam" style="text-decoration: none; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Hukum Pacaran dalam Islam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="post-content" style="padding-top: 1em; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Dalam Islam, hubungan antara pria dan wanita dibagi menjadi dua, yaitu hubungan mahram dan hubungan nonmahram. Hubungan mahram adalah seperti yang disebutkan dalam Surah An-Nisa 23, yaitu mahram seorang laki-laki (atau wanita yang tidak boleh dikawin oleh laki-laki) adalah ibu (termasuk nenek), saudara perempuan (baik sekandung ataupun sebapak), bibi (dari bapak ataupun ibu), keponakan (dari saudara sekandung atau sebapak), anak perempuan (baik itu asli ataupun tiri dan termasuk di dalamnya cucu), ibu susu, saudara sesusuan, ibu mertua, dan menantu perempuan. Maka, yang tidak termasuk mahram adalah sepupu, istri paman, dan semua wanita yang tidak disebutkan dalam ayat di atas.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;a id="more-253" style="text-decoration: none; "&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Uturan untuk mahram sudah jelas, yaitu seorang laki-laki boleh berkhalwat (berdua-duaan) dengan mahramnya, semisal bapak dengan putrinya, kakak laki-laki dengan adiknya yang perempuan, dan seterusnya. Demikian pula, dibolehkan bagi mahramnya untuk tidak berhijab di mana seorang laki-laki boleh melihat langsung perempuan yang terhitung mahramnya tanpa hijab ataupun tanpa jilbab (tetapi bukan auratnya), semisal bapak melihat rambut putrinya, atau seorang kakak laki-laki melihat wajah adiknya yang perempuan. Aturan yang lain yaitu perempuan boleh berpergian jauh/safar lebih dari tiga hari jika ditemani oleh laki-laki yang terhitung mahramnya, misalnya kakak laki-laki mengantar adiknya yang perempuan tour keliling dunia. Aturan yang lain bahwa seorang laki-laki boleh menjadi wali bagi perempuan yang terhitung mahramnya, semisal seorang laki-laki yang menjadi wali bagi bibinya dalam pernikahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Hubungan yang kedua adalah hubungan nonmahram, yaitu larangan berkhalwat (berdua-duaan), larangan melihat langsung, dan kewajiban berhijab di samping berjilbab, tidak bisa berpergian lebih dari tiga hari dan tidak bisa menjadi walinya. Ada pula aturan yang lain, yaitu jika ingin berbicara dengan nonmahram, maka seorang perempuan harus didampingi oleh mahram aslinya. Misalnya, seorang siswi SMU yang ingin berbicara dengan temannya yang laki-laki harus ditemani oleh bapaknya atau kakaknya. Dengan demikian, hubungan nonmahram yang melanggar aturan di atas adalah haram dalam Islam. Perhatikan dan renungkanlah uraian berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Firman Allah SWT yang artinya, &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra: 32)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;“Katakanlah kepada orang-orang mukmin laki-laki: ‘Hendaklah mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya ….’ Dan katakanlah kepada orang-orang mukmin perempuan: ‘Hendaknya mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya …’.”&lt;br /&gt;(An-Nur: 30–31)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak dilepas begitu saja tanpa kendali sehingga dapat menelan merasakan kelezatan atas birahinya kepada lawan jenisnya yang beraksi. Pandangan dapat dikatakan terpelihara apabila secara tidak sengaja melihat lawan jenis kemudian menahan untuk tidak berusaha melihat mengulangi melihat lagi atau mengamat-amati kecantikannya atau kegantengannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata, &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;“Saya bertanya kepada Rasulullah saw. tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi, ‘Palingkanlah pandanganmu itu!” (HR Muslim, Abu Daud, Ahmad, dan Tirmizi)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;“Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;“Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; (HR Bukhari).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Rasulullah saw. berpesan kepada Ali r.a. yang artinya, &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;“Hai Ali, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya! Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun berikutnya tidak boleh.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;” (HR Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Al-Hakim meriwayatkan, &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;“Hati-hatilah kamu dari bicara-bicara dengan wanita, sebab tiada seorang laki-laki yang sendirian dengan wanita yang tidak ada mahramnya melainkan ingin berzina padanya.”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Yang terendah adalah zina hati dengan bernikmat-nikmat karena getaran jiwa yang dekat dengannya, zina mata dengan merasakan sedap memandangnya dan lebih jauh terjerumus ke zina badan dengan, saling bersentuhan, berpegangan, berpelukan, berciuman, dan seterusnya hingga terjadilah persetubuhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Ath-Thabarani dan Al-Hakim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;“Allah berfirman yang artinya, ‘Penglihatan (melihat wanita) itu sebagai panah iblis yang sangat beracun, maka siapa mengelakkan (meninggalkannya) karena takut pada-Ku, maka Aku menggantikannya dengan iman yang dapat dirasakan manisnya dalam hatinya.”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Ath-Thabarani meriwayatkan, Nabi saw. bersabda yang artinya,&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; “Awaslah kamu dari bersendirian dengan wanita, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang lelaki yang bersendirian (bersembunyian) dengan wanita malainkan dimasuki oleh setan antara keduanya. Dan, seorang yang berdesakkan dengan babi yang berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya.”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Di dalam kitab Dzamm ul Hawa, Ibnul Jauzi menyebutkan dari Abu al-Hasan al-Wa’ifdz bahwa dia berkata, “Ketika Abu Nashr Habib al-Najjar al-Wa’idz wafat di kota Basrah, dia dimimpikan berwajah bundar seperti bulan di malam purnama. Akan tetapi, ada satu noktah hitam yang ada wajahnya. Maka orang yang melihat noda hitam itu pun bertanya kepadanya, ‘Wahai Habib, mengapa aku melihat ada noktah hitam berada di wajah Anda?’ Dia menjawab, ‘Pernah pada suatu ketika aku melewati kabilah Bani Abbas. Di sana aku melihat seorang anak amrad dan aku memperhatikannya. Ketika aku telah menghadap Tuhanku, Dia berfirman, ‘Wahai Habib?’ Aku menjawab, ‘Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah.’ Allah berfirman, ‘Lewatlah Kamu di atas neraka.’ Maka, aku melewatinya dan aku ditiup sekali sehingga aku berkata, ‘Aduh (karena sakitnya).’ Maka. Dia memanggilku, ‘Satu kali tiupan adalah untuk sekali pandangan. Seandainya kamu berkali-kali memandang, pasti Aku akan menambah tiupan (api neraka).”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Hal tersebut sebagai gambaran bahwa hanya melihat amrad (anak muda belia yang kelihatan tampan) saja akan mengalami kesulitan yang sangat dalam di akhirat kelak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;“Semalam aku melihat dua orang yang datang kepadaku. Lantas mereka berdua mengajakku keluar. Maka, aku berangkat bersama keduanya. Kemudian keduanya membawaku melihat lubang (dapur) yang sempit atapnya dan luas bagian bawahnya, menyala api, dan bila meluap apinya naik orang-orang yang di dalamnya sehingga hampir keluar. Jika api itu padam, mereka kembali ke dasar. Lantas aku berkata, ‘Apa ini?’ Kedua orang itu berkata, ‘Mereka adalah orang-orang yang telah melakukan zina.” &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;(Isi hadis tersebut kami ringkas redaksinya. Hadis di ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Di dalam kitab Dzamm ul-Hawa, Ibnul Jauzi menyebutkan bahwa Abu Hurairah r.a. dan Ibn Abbas r.a., keduanya berkata, Rasulullah saw. Berkhotbah, “Barang siapa yang memiliki kesempatan untuk menggauli seorang wanita atau budak wanita lantas dia melakukannya, maka Allah akan mengharamkan surga untuknya dan akan memasukkan dia ke dalam neraka. Barang siapa yang memandang seorang wanita (yang tidak halal) baginya, maka Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam neraka. Barang siapa yang berjabat tangan dengan seorang wanita (yang) haram (baginya) maka di hari kiamat dia akan datang dalam keadaan dibelenggu tangannya di atas leher, kemudian diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka. Dan, barang siapa yang bersenda gurau dengan seorang wanita, maka dia akan ditahan selama seribu tahun untuk setiap kata yang diucapkan di dunia. Sedangkan setiap wanita yang menuruti (kemauan) lelaki (yang) haram (untuknya), sehingga lelaki itu terus membarengi dirinya, mencium, bergaul, menggoda, dan bersetubuh dengannya, maka wanitu itu juga mendapatkan dosa seperti yang diterima oleh lelaki tersebut.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;‘Atha’ al-Khurasaniy berkata, &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;“Sesungguhnya neraka Jahanam memiliki tujuh buah pintu. Yang paling menakutkan, paling panas, dan paling bisuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang melakukan perbuatan tersebut setelah mengetahui hukumnya.”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Dari Ghazwan ibn Jarir, dari ayahnya bahwa mereka berbicara kepada Ali ibn Abi Thalib mengenai beberapa perbuatan keji. Lantas Ali r.a. berkata kepada mereka, “Apakah kalian tahu perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Jalla Sya’nuhu?” Mereka berkata, “Wahai Amir al-Mukminin, semua bentuk zina adalah perbuatan keji di sisi Allah.” Ali r.a. berkata, “Akan tetapi, aku akan memberitahukan kepada kalian sebuah bentuk perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Tabaaraka wa Taala, yaitu seorang hamba berzina dengan istri tetangganya yang muslim. Dengan demikian, dia telah menjadi pezina dan merusak istri seorang lelaki muslim.” Kemudian, Ali r.a. berkata lagi, “Sesungguhnya akan dikirim kepada manusia sebuah aroma bisuk pada hari kiamat, sehingga semua orang yang baik maupun orang yang buruk merasa tersiksa dengan bau tersebut. Bahkan, aroma itu melekat di setiap manusia, sehingga ada seseorang yang menyeru untuk memperdengarkan suaranya kepada semua manusia, “Apakah kalian tahu, bau apakah yang telah menyiksa penciuman kalian?” Mereka menjawab, “Demi Allah, kami tidak mengetahuinya. Hanya saja yang paling mengherankan, bau tersebut sampai kepada masing-masing orang dari kita.” Lantas suara itu kembali terdengar, “Sesungguhnya itu adalah aroma alat kelamin para pezina yang menghadap Allah dengan membawa dosa zina dan belum sempat bertobat dari dosa tersebut.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Bukankah banyak kejadian orang-orang yang berpacaran dan bercinta-cinta dengan orang yang telah berkeluarga? Jadi, pacaran tidak hanya mereka yang masih bujangan dan gadis, tetapi dari uisa akil balig hingga kakek nenek bisa berbuat seperti yang diancam oleh hukuman Allah tersebut di atas. Hanya saja, yang umum kelihatan melakukan pacaran adalah para remaja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Namun, bukan berarti tidak ada solusi dalam Islam untuk berhubungan dengan nonmahram. Dalam Islam hubungan nonmahram ini diakomodasi dalam lembaga perkawinan melalui sistem khitbah/lamaran dan pernikahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;“Hai golongan pemuda, siapa di antara kamu yang mampu untuk menikah, maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih memelihara kemaluan. Tetapi, siapa yang tidak mampu menikah, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat mengurangi syahwat.”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmizi, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Darami).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Selain dua hal tersebut di atas, baik itu dinamakan hubungan teman, pergaulan laki perempuan tanpa perasaan, ataupun hubungan profesional, ataupun pacaran, ataupun pergaulan guru dan murid, bahkan pergaulan antar-tetangga yang melanggar aturan di atas adalah haram, meskipun Islam tidak mengingkari adanya rasa suka atau bahkan cinta. Anda bahkan diperbolehkan suka kepada laki-laki yang bukan mahram, tetapi Anda diharamkan mengadakan hubungan terbuka dengan nonmahram tanpa mematuhi aturan di atas. Maka, hubungan atau jenis pergaulan yang Anda sebutkan dalam pertanyaan Anda adalah haram. Kalau masih ingin juga, Anda harus ditemani kakak laki-laki ataupun mahram laki-laki Anda dan Anda harus berhijab dan berjilbab agar memenuhi aturan yang telah ditetapkan Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Hidup di dunia yang singkat ini kita siapkan untuk memperoleh kemenangan di hari akhirat kelak. Oleh karena itu, marilah kita mulai hidup ini dengan bersungguh-sungguh dan jangan bermain-main. Kita berusaha dan berdoa mengharap pertolongan Allah agar diberi kekuatan untuk menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Semoga Allah menolong kita, amin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Adapun pertanyaan berikutnya kami jawab bahwa cara mengetahui sifat calon pasangan adalah bisa tanya secara langsung dengan memakai pendamping (penengah) yang mahram. Atau, bisa melalui perantara, baik itu dari keluarga atau saudara kita sendiri ataupun dari orang lain yang dapat dipercaya. Hal ini berlaku bagi kedua belah pihak. Kemudian, bagi seorang laki-laki yang menyukai wanita yang hendak dinikahinya, sebelum dilangsungkan pernikahan, maka baginya diizinkan untuk melihat calon pasangannya untuk memantapkan hatinya dan agar tidak kecewa di kemudian hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;“Apabila seseorang hendak meminang seorang wanita kemudian ia dapat melihat sebagian yang dikiranya dapat menarik untuk menikahinya, maka kerjakanlah.”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;(HR Abu Daud).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Hal-hal yang mungkin dapat dilakukan sebagai persiapan seorang muslim apabila hendak melangsungkan pernikahan.&lt;br /&gt;1. Memilih calon pasangan yang tepat.&lt;br /&gt;2. Diproses melalui musyawarah dengan orang tua.&lt;br /&gt;3. Melakukan salat istikharah.&lt;br /&gt;4. Mempersiapkan nafkah lahir dan batin.&lt;br /&gt;5. Mempelajari petunjuk agama tentang pernikahan.&lt;br /&gt;6. Membaca sirah nabawiyah, khususnya yang menyangkut rumah tangga Rasulullah saw.&lt;br /&gt;7. Menyelesaikan persyaratan administratif sesui dengan peraturan daerah tempat tinggal.&lt;br /&gt;8. Melakukan khitbah/pinangan.&lt;br /&gt;9. Memperbanyak taqarrub kepada Allah supaya memperoleh kelancaran.&lt;br /&gt;10. Mempersiapkan walimah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-4458690588071983642?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/4458690588071983642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=4458690588071983642&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/4458690588071983642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/4458690588071983642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/hukum-pacaran-dalam-islam.html' title='Hukum Pacaran dalam Islam'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-5615717790324930089</id><published>2009-01-04T22:28:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T22:29:48.725-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WUDHU'/><title type='text'>WUDHU</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 238, 221); font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; line-height: 18px; "&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; background-image: url(http://www2.blogblog.com/rounders4/icon_arrow.gif); background-repeat: no-repeat; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; display: block; border-top-style: dotted; border-right-style: dotted; border-bottom-style: dotted; border-left-style: dotted; border-top-color: rgb(187, 187, 187); border-right-color: rgb(187, 187, 187); border-bottom-color: rgb(187, 187, 187); border-left-color: rgb(187, 187, 187); border-top-width: 0px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; padding-top: 2px; padding-right: 14px; padding-bottom: 2px; padding-left: 29px; font: normal normal bold 135%/normal 'Trebuchet MS', Verdana, Arial, sans-serif; background-position: 10px 0.5em; "&gt;&lt;a href="http://panduansholat.blogspot.com/2008/09/wudhu.html" style="text-decoration: none; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;WUDHU&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="border-top-style: dotted; border-right-style: dotted; border-bottom-style: dotted; border-left-style: dotted; border-top-color: rgb(187, 187, 187); border-right-color: rgb(187, 187, 187); border-left-color: rgb(187, 187, 187); border-top-width: 0px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-bottom-color: rgb(68, 102, 102); padding-top: 10px; padding-right: 14px; padding-bottom: 1px; padding-left: 29px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.75em; margin-left: 0px; border-bottom-width: 0px; "&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;A&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;lhamdulilah, pada kesempatan yang baik ini saya bisa menulis kembali beberapa tulisan atau terusan yang mengenai pembahasan tentang sholat. Ini merupakan mujijat buat saya, karena sudah hampir 3 tahun lebih saya tidak melanjutkan tulisan diblog ini. Luar biasa, tentunya waktu 3 tahun merupakan jangka yang cukup panjang. Seperti yang telah saya jelaskan bahwa saya akan melanjutkan tulisan saya ini secara berangsur - angsur. Nah mungkin baru kali ini&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;hati saya terketuk kembali&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;untuk segera melanjutkan tulisan yang sangat bermanfaat untuk saya pribadi maupun untuk para pembaca blog saya yang memang membutuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Kalau saya lihat di bawah pembahasan tulisan saya baru sampai mengenai MANDI. Mandi merupakan salah satu syarat untuk sahnya menjalankan sholat. Sedangkan pembahasan kita disini masih sangat jauh atau panjang. Karena nanti pada intinya saya akan menyampaikan inti yang sebenarnya, yaitu panduan sholat atau tata cara melakukan sholat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Baiklah mari saja segera saya lanjutkan tulisan saya yaitu mengenai WUDHU.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Wudhu menurut bahasa artinya bersih atau indah, sedangkan menurut syara adalah membersihkan anggota wudhu untuk menghilangkan hadas kecil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="A" style="margin-top: 0in; text-align: justify; "&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Rukun – rukun wudhu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Rukun wudhu dapat di bagi menjadi enam :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1" style="margin-top: 0in; text-align: justify; "&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;niat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;membasuh muka&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;membasuh kedua tangan hingga siku&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;mengusap sebagian rambut kepala&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;membasuh kedua kaki hingga mata kaki&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;tertib artinya teratur tidak bolak balik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="2" type="A" style="margin-top: 0in; text-align: justify; "&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Sunah – sunah wudhu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; beberapa hal yang termasuk ke dalam sunah – sunah wudhu di antaranya adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1" style="margin-top: 0in; text-align: justify; "&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;dimulai dengan membaca BASMALAH (&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;bismillahir rahmaanir rahiim )&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;membasuh kedua tangan sampai pergelangan tangan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;berkumur – kumur membersihkan gigi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;membersihkan lubang hidung.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;membasuh seluruh rambut kepala dengan air&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;membasuh kedua telinga, bagian luar dan dalam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;membersihkan sela jari tangan dan kaki&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;membaca doa sesudah wudhu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;selalu mendahulukan yang kanan dan mengahirkan dengan yang kiri&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;semuanya di lakukan tiga kali&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="3" type="A" style="margin-top: 0in; text-align: justify; "&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Batalnya wudhu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; beberapa hal yang membatalkan wudhu di antaranya sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1" style="margin-top: 0in; text-align: justify; "&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;keluarnya benda dari qubul atau kemaluan dan dubur atau anus misalnya kentut, buang air besar ( pup )&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;hilang akal ( gila ), mabuk, pingsan, dsb.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;menyentuh kemaluan qubul ataupun dubur anus dengan tangan kanan atau jari – jari tangan dengan tanpa penutup, baik terhadap kemaluan miliknya atau anaknya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;bersentuhan kulit antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrimnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;tidur.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="4" type="A" style="margin-top: 0in; text-align: justify; "&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tata cara berwudhu&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; beberapa tata cara berwudhu yaitu di antaranya :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1" style="margin-top: 0in; text-align: justify; "&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;dimulia dengan membaca “BASMALAH” sambil mencuci kedua tangan sampai pergelangan tangan hingga bersih.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;berkumur sambil membersihkan gigi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;membersihkan lubang hidung tiga kali&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;membasuk muka tiga kali, mulai dari tumbuhnya rambut kepala sampai bawah dagu dan dari telinga kanan hingga telinga kiri, di sertai niat wudhu :&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;bacaanya sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Nawaitul Wudhuu-a li raf’il hadatsil ashghari fardhal lillahi ta’aala.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Artinya : &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;aku berniat wudhu untuk menghilangkan hadas kecil. Fardhu karena Allah ta’aala.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="5" type="1" style="margin-top: 0in; text-align: justify; "&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;setelah itu membasuh kedua tangan hingga siku sebanyak tiga kali.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;membasuh rambut kepala sebanyak tiga kali&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;membasuh kedua telinga sebanyak tiga kali&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;membasuh kedua kaki sebanyak tiga kali&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;tertib artinya tidak bolak – balik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="5" type="A" style="margin-top: 0in; text-align: justify; "&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Berdoa sesudah wudhu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Sebaiknya segala sesuatu harus di akhiri dengan doa, termasuk setelah wudhu adapun doa setelah wudhu adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Asyhadu al laa ilaaha illallahu wahdahu la syariika lah, wa asyhadu anna muhamadan abduhu wa rasuuluh. Allaahummaj’alnii minawwaabiina waj’alni minal mutatahhirin, waj’alni min ibaadikash shaalihiin, subhaanakallaahumma wa bi hamdika asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Artinya :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Aku bersaksi bahwa tiada tuhan ( yang berhak di sembah ) kecuali Allah yang maha esa, tiada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba dan rasul Nya.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Ya Allah jadikanlah aku termasuk golongan orang – orang mensucikan diri, dan jadikanlah aku termasuk orang – orang yang saleh. Maha suci engkau ya Allah dan dengan memujimu, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan ( yang berhak di sembah ) kecuali engkau. Aku mohon ampun kepadaMu dan aku bertoba kepadamu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Baiklah mungkin baru sampi disini saja dulu tulisan saya, lain waktu insya Allah jika saya sehat akan saya lanjutkan tulisan ini. Tegur sapa sangat saya harapkan disini silahkan tuliskan kritik dan sarannya mengenai tulisan ini siapa tau ada yang salah insya allah saya akan perbaharui.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-5615717790324930089?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/5615717790324930089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=5615717790324930089&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/5615717790324930089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/5615717790324930089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/wudhu.html' title='WUDHU'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-4989130882076964593</id><published>2009-01-04T22:26:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T22:28:06.925-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MANDI'/><title type='text'>MANDI</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 238, 221); font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; line-height: 18px; "&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; background-image: url(http://www2.blogblog.com/rounders4/icon_arrow.gif); background-repeat: no-repeat; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; display: block; border-top-style: dotted; border-right-style: dotted; border-bottom-style: dotted; border-left-style: dotted; border-top-color: rgb(187, 187, 187); border-right-color: rgb(187, 187, 187); border-bottom-color: rgb(187, 187, 187); border-left-color: rgb(187, 187, 187); border-top-width: 0px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; padding-top: 2px; padding-right: 14px; padding-bottom: 2px; padding-left: 29px; font: normal normal bold 135%/normal 'Trebuchet MS', Verdana, Arial, sans-serif; background-position: 10px 0.5em; "&gt;&lt;a href="http://panduansholat.blogspot.com/2006/09/e-mandi.html" style="text-decoration: none; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;MANDI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="border-top-style: dotted; border-right-style: dotted; border-bottom-style: dotted; border-left-style: dotted; border-top-color: rgb(187, 187, 187); border-right-color: rgb(187, 187, 187); border-left-color: rgb(187, 187, 187); border-top-width: 0px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-bottom-color: rgb(68, 102, 102); padding-top: 10px; padding-right: 14px; padding-bottom: 1px; padding-left: 29px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.75em; margin-left: 0px; border-bottom-width: 0px; "&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;MANDI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;1. Hukum mandi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang akan shalat, tidak sah sholatnya jika masih mempunyai hadats besar. Hadats yang disebabkan bersetubuh, keluar mani, haid, nifas dan melahirkan. Hadats besar dapat di hilangkan dengan mandi. Atau mandi wajib, atau mandi hadats besar. Hukm mandi ini adalah wajib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;2. Sebab – sebab yang mewajibkan mandi.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal – hal yang menyebabkan seseorang wajib mandi ada 6, yaitu : &lt;br /&gt;a. bersetubuh ( walaupun tidak keluar air mani )&lt;br /&gt;b. keluar air mani ( baik karena bersetubuh maupun karena mimpi atau sebab lainnya ).&lt;br /&gt;c. Mati yang bukan mati syahid ( orang yang mati syahid tidak wajib di mandikan ) &lt;br /&gt;d. Selesai haid ( mestruasi ), yaitu keluarnya darah dari rahim wanita setelah berusia 9 tahun setiap bulan sebagai bagian dari sirklus biologisnya.&lt;br /&gt;e. Selesai nifas, yaitu darah yang keluar dari rahim wanita setelah melahirkan.&lt;br /&gt;f. Wiladah ( melahirkan ) &lt;br /&gt;Catatan : &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Cirri – ciri air mani adalah : &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. keluarnya dengan memancar ( tersendat – sendat ) &lt;br /&gt;2. saat keluar terasa lezat &lt;br /&gt;3. baunya : &lt;br /&gt;a. jika masih basah seperti bau adonan roti, atau bau mayang korma&lt;br /&gt;b. jika sudah kering seperti bau putih telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;3. Fardhu mandi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fardhu mandi ada 3, yaitu : &lt;br /&gt;a. Niat. Niat ini di baca di dalam hati pada saat mulai membasuh bagian manapun dari tubuh. Adapun lafal niat mandi adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBARI FARDHAN LILLAAHI TA’AALAA. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : ( di baca dalam hati! ) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;“ aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena allah taala.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. membasuh seluruh tubuh dengan air sampai rata ( semua rambut dan kulitnya harus kena air ) &lt;br /&gt;c. menghilangkan najis jikad ada di badan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;4. Sunat mandi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunat mandi ada 5, yaitu : &lt;br /&gt;a. membaca basmalah ( “ bismillaahir rahmaanir rahiim “ )&lt;br /&gt;pada saat akan memulai mandi. &lt;br /&gt;b. berwudhu ( sebelum mandi ) seperti dudhu hendak sholat.&lt;br /&gt;c. Membasuh ( menggosok ) badan dengan tangan sampai 3 kali &lt;br /&gt;d. Mendahulukan yang kanan dari pada yang kiri.&lt;br /&gt;e. Muwalat,yaitu sambung menyambung dalam membasuh anggota badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;5. Mandi sunat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mandi wajib, ada beberapa mandi yang di sunatkan, yaitu : &lt;br /&gt;a. mandi ketika hendak sholat jum’at &lt;br /&gt;b. mandi ketika hendak sholat idul fitri &lt;br /&gt;c. mandi ketika hendak sholat idul adha&lt;br /&gt;d. mandi setelah sembuh dari penyakit gila&lt;br /&gt;e. madni ketika hendak melaksanakan ihram haji atau umrah &lt;br /&gt;f. mandi setelah memandikan mayat &lt;br /&gt;g. mandi seorang kafir setelah masuk islam&lt;br /&gt;h. dan lain – lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;6. Beberapa larangan bagi orang yang mempunyai hadats besar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a. larangan bagi orang yang sedang junub :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. mendirikan sholat, baik sholat wajib mapun sholat sunat&lt;br /&gt;2. mengerjakan thawaf, baik thawaf rukun haji maupun thawaf sunat.&lt;br /&gt;3. menyentuh atau membawa Al-Qur’an.&lt;br /&gt;4. mebaca Al- Qur’an &lt;br /&gt;5. berhenti lama ( berdiam ) di mesjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;#larangan bagi orang yang sedang haid dan nifas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;1. semua larangan bagi orang yang sedang junub ( 1 – 5 di atas ) berlaku pula bagi orang yang sedang haid nifas&lt;br /&gt;2. di cerai ( di talak ) &lt;br /&gt;3. berpuasa, baik puasa wajib maupun puasa sunat &lt;br /&gt;4. bersetubuh &lt;br /&gt;5. bersenang – senang antara pusat dan lutut&lt;br /&gt;6. menyebrangi mesjid jika khawatir mengotorinya dengan darah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-4989130882076964593?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/4989130882076964593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=4989130882076964593&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/4989130882076964593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/4989130882076964593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/mandi.html' title='MANDI'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-3622667849918853723</id><published>2009-01-04T22:24:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T22:26:00.476-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thaharah'/><title type='text'>Temanya masih Thaharah</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 238, 221); font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; line-height: 18px; "&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; background-image: url(http://www2.blogblog.com/rounders4/icon_arrow.gif); background-repeat: no-repeat; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; display: block; border-top-style: dotted; border-right-style: dotted; border-bottom-style: dotted; border-left-style: dotted; border-top-color: rgb(187, 187, 187); border-right-color: rgb(187, 187, 187); border-bottom-color: rgb(187, 187, 187); border-left-color: rgb(187, 187, 187); border-top-width: 0px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; padding-top: 2px; padding-right: 14px; padding-bottom: 2px; padding-left: 29px; font: normal normal bold 135%/normal 'Trebuchet MS', Verdana, Arial, sans-serif; background-position: 10px 0.5em; "&gt;&lt;a href="http://panduansholat.blogspot.com/2006/09/temanya-masih-thaharah.html" style="text-decoration: none; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Temanya masih Thaharah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="border-top-style: dotted; border-right-style: dotted; border-bottom-style: dotted; border-left-style: dotted; border-top-color: rgb(187, 187, 187); border-right-color: rgb(187, 187, 187); border-left-color: rgb(187, 187, 187); border-top-width: 0px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-bottom-color: rgb(68, 102, 102); padding-top: 10px; padding-right: 14px; padding-bottom: 1px; padding-left: 29px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.75em; margin-left: 0px; border-bottom-width: 0px; "&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Masih melanjutkan tentang Thaharah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;2). Najis Hukmiyah, yakni najis yang tidak tampak wujudnya, misalnya bekas air kencing. Cara mencuci najis ini adalah dengan menyiramkan air walaupun satu kali saja pada tempat yang terkena najis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c). Najis Mughallazhah ( Najis berat ), yaitu najis anjing dan babi serta keturunannya. Cara mencuci najis ini adalah dengan membasuhnya 7 kali, dan salah satunya di campur dengan tanah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;4. Najis yang di maaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa najis yang di maafkan keberadaanya, yaitu tidak wajib di cuci atau dibersihkan jika menempel pada badan, pakaian, atau tempat orang yang shalat. Najis najis tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Darah dari binatang yang tidak mengalir darahnya, misalnya darah nyamuk&lt;br /&gt;b. Nanah bisul, baik bercampur darah maupun tidak.&lt;br /&gt;c. Darah jerawat, sedikit ataupun banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu ada beberapa najis yang di maaf jika jatuh di air atau zat cair, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. bulu yang najis, jika sedikit&lt;br /&gt;b. bangkai binatang yang tak mengalir darahnya, misalnya nyamuk, kutu, semut, lalat, kalajengking, kecoa, dan lain – lain, jika jatuh di air atau zat cair dan mati dengan sendirinya ( tidak sengaja di taruh atau di matikan ) &lt;br /&gt;c. Najis yang tak terlihat mata biasa karena sedikitnya. &lt;br /&gt;d. Paruh burung atau mulut tikus, jika bersentuhan dengan air atau zat cair. &lt;br /&gt;e. Debu yang bercampur najis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Istinja dan adab buang air &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Istinja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istinja adalah membersihkan kubul ( kemaluan depan ) atau dubur ( kemaluan belakang ) setelah buang air kecil atau buang air besar. Istinja ini hukumnya wajib. &lt;br /&gt;Alat yang dapat dipergunakan untuk beristinja adalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. air&lt;br /&gt;b. batu ( tiga buah batu atau satu batu yang mempunyai tiga sisi ) &lt;br /&gt;c. benda – benda yang keras, keset dan suci, serta tidak dimuliakan. Misalnya kaya, tisu, dsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benda – benda yang licin, misalnya kaca atau batu yang licin, tak sah di gunakan untuk beristinja, karena tak dapat menghilangkan najis. Begitu pula benda – benda yang di hormati, misalnya makanan dan minuman, tidak bleh di gunakan untuk beristinja, karena termasuk pembuatan tabzir ( mubazir ) sedangkan tabjir di larang oleh agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat beristinja dengan batu atau benda – benda lainnya selain air adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. kotoran itu belum kering &lt;br /&gt;2. kotoran itu tidak mengenai bagian lain selain tempat keluarnya. &lt;br /&gt;3. tidak kedatangan najis lain selain dari padanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika salah satu dari ketiga syarat ini tak terpenuhi, maka tidak sah beristinja dengan batu atau bedan lainnya, jadi harus dengan air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Adab buat air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam islam, bagi orang yang akan buang air, ada tata cara yang perlu di perhatikan, yiatu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. hendaklah buang air di tempat tertutup &lt;br /&gt;2. masuklah ke WC atau kamar kecil dengan kaki kiri, dan keluar dengan kaki kanan &lt;br /&gt;3. hendaklah buang air di tempat yang jauh dari orang banyak, sehingga tak mengganggu mereka. &lt;br /&gt;4. jika buang air di luang - lubang tanah, karena di khawatirkan menyakiti binantang yang ada di dalamnya. &lt;br /&gt;5. jangan buang air di air tergenang &lt;br /&gt;6. jangan buang air di bawah pohon yang sedang berbuah &lt;br /&gt;7. jangan buang air di tempat yang biasa di pakai untuk berteduh. &lt;br /&gt;8. jangan berbicara, kecuali dalam keadaan terpaksa.&lt;br /&gt;9. jangan membawa atau membaca ayat AlQur’an, atau benda yang ada tulisan nama Allah.&lt;br /&gt;10. jika terpaksa buang air di tempat terbuka, maka jangan mengadap kiblat atau membelakanginya. &lt;br /&gt;11. membaca doa ketika masuk dan ketika keluar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-3622667849918853723?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/3622667849918853723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=3622667849918853723&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/3622667849918853723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/3622667849918853723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/temanya-masih-thaharah.html' title='Temanya masih Thaharah'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-7017285904870327259</id><published>2009-01-04T22:22:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T22:24:03.329-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thaharah'/><title type='text'>Masih bertema Thaharah</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 238, 221); font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; line-height: 18px; "&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; line-height: normal; "&gt;&lt;a href="http://panduansholat.blogspot.com/2006/07/masih-bertema-thaharah.html" style="text-decoration: none; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Masih bertema Thaharah !&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Bismillah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Najis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;1. Arti Najis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;Najis adalah setiap benda yang di anggap kotor oleh syariat islam, dan wajib di bersihkan karena menjadi penghalang seseorang dalam beribadah kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;2. Benda- benda najis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;Benda-benda yang termasuk najis adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.) bangkai ( selain bangkai manusia, ikan dan belalang ), termasuk kulit dan bulunya.&lt;br /&gt;b.) Darah&lt;br /&gt;c.) Nanah&lt;br /&gt;d.) Segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur, kecuali air mani.&lt;br /&gt;e.) Semua jenis minuman keras&lt;br /&gt;f.) Anjing dan babi&lt;br /&gt;g.) Bagian yang di potong dari binatang yang masih hidup ( selain bulu hewan yang dagingnya di mana seperti wol, atau minyak misik )&lt;br /&gt;h.) Susu binatang yang dagingnya tak di makan ( selain air susu ibu )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;3. Pembagian najis dan cara mencucinya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;Para Fuqaha ( ahli fikih) membagi najis ada 3 bagian, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.) Najis mukhaffafah ( najis ringan , yaitu air kencing bayi laki – laki yang belum berumur 2 tahun dan belum pernah makan apa – apa selain air susu ibunya. Cara mencucinya cukup dengan memercikan air pada bagian atau tempat yang terkena najis itu hingga basah semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.) Najis mutawassithah ( najis sedang ) , yaitu, darah, nanah, bangkai ( selain bangkai manusia, ikan dan belalang ), kencing bayi perempuan ( walaupun belum berusia 2 tahun dan hanya minum air susu ibu), dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;Najis mutawassithah ada 2 macam, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.) Najis ainiyah,yakni najis yang berwujud (dapat di lihat dan di raba).&lt;br /&gt;Cara mencuci najis ini adalah dengan menyiramnya sampai bersih, sehingga hilang warna, bau dan rasanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-7017285904870327259?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/7017285904870327259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=7017285904870327259&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/7017285904870327259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/7017285904870327259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/masih-bertema-thaharah.html' title='Masih bertema Thaharah'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-1973995889265136248</id><published>2009-01-04T22:20:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T22:21:45.689-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thaharah'/><title type='text'>Thaharah</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 238, 221); font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; line-height: 18px; "&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; background-image: url(http://www2.blogblog.com/rounders4/icon_arrow.gif); background-repeat: no-repeat; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; display: block; border-top-style: dotted; border-right-style: dotted; border-bottom-style: dotted; border-left-style: dotted; border-top-color: rgb(187, 187, 187); border-right-color: rgb(187, 187, 187); border-bottom-color: rgb(187, 187, 187); border-left-color: rgb(187, 187, 187); border-top-width: 0px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; padding-top: 2px; padding-right: 14px; padding-bottom: 2px; padding-left: 29px; font: normal normal bold 135%/normal 'Trebuchet MS', Verdana, Arial, sans-serif; background-position: 10px 0.5em; "&gt;&lt;a href="http://panduansholat.blogspot.com/2005/10/thaharah.html" style="text-decoration: none; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Thaharah !&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="border-top-style: dotted; border-right-style: dotted; border-bottom-style: dotted; border-left-style: dotted; border-top-color: rgb(187, 187, 187); border-right-color: rgb(187, 187, 187); border-left-color: rgb(187, 187, 187); border-top-width: 0px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-bottom-color: rgb(68, 102, 102); padding-top: 10px; padding-right: 14px; padding-bottom: 1px; padding-left: 29px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.75em; margin-left: 0px; border-bottom-width: 0px; "&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Thaharah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Arti Thaharah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut bahasa, thaharah artinya suci atau bersih. Sedangkan menurut istilah syariat, thaharah adalah suci dari hadist dan najis.Suci dari hadast maksudnya keadaan suci setelah berwudhu, tayamum atau mandi wajib. Untuk kesucian butuh niat. Suci dari najis maksudnya keadaan suci setelah membersihkan najis yang ada di badan, pakaian dan tempat. Untuk kesucian tak butuh niat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Air &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Macam – macam air :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya yang suci dan dapat digunakan untuk bersuci adalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Air sumur&lt;br /&gt;b. Air hujan &lt;br /&gt;c. Air sungai &lt;br /&gt;d. Air laut &lt;br /&gt;e. Air salju atau air es bila mencair&lt;br /&gt;f. Air dari mata air &lt;br /&gt;g. Air embun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pembagian air &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tinjau dari hukumnya, air dapat air dapat dibagi menjadi 4 bagian, yaitu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. air yang suci dan dapat di gunakan untuk bersuci. Air ini di sebut juga air mutlak ( air yang masih murni ), misalnya air sumur, air hujan, air sungai dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Air yang suci dan dapat di gunakan untuk bersuci, tetapi makruh digunakan, yaitu air yang terjemur terik matahari di dalam wadah yang terbuat dari bahan yang mudah karat. Air ini di sebut juga air&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;musyammas.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Air yang suci tetapi tidak dapat digunakan untuk bersuci, yaitu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Air musta’mal, yaitu air yang kurang dari dua kulah yang telah di gunakan untuk bersuci dari hadast atau dari najis. ( dua kulah = banyaknya air di dalam bak yang panjang, lebar dan tingginya kurang lebih 60 cm )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Air yang telah berubah salah satu sifatnya karena bercampur dengan benda2 suci lainnya, misalnya air the, air kopi, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Air yang keluar dari pohon – pohonan dan buah – buahan, misalnya air aren, air kelapa dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. air yang najis, yaitu air yang mengandung najis dan banyaknya kurang dari dua kulah, atau walaupun banyaknya dua kulah atau lebih tetapi keadaanya telah berubah. Air ini tidak suci dan tidak dapat di gunakan untuk bersuci. Boleh bersuci dengan air yang berubah jika berubahnya di sebabkan terlalu lama berhenti di tempatnya, atau bercampur dengan Lumpur, lumut, sesuatu yang dapat dihindari, baik yang ada ditempatnya maupun tempat mengalirnya, dan sesuatu yang mujawir ( dapat dipisahkan dari air, misalnya minyak ). Selain keempat air tersebut, masih ada satu bagian lagi yang perlu di ketahui, yaitu air yang di peroleh dengan cara mencuri atau ghasab ( merampas ) , atau tanpa minta izin kepada pemiliknya. Air yang diperoleh dengan cara seperti ini, walau suci dan dapat di gunakan untuk bersuci, haram di gunakan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-1973995889265136248?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/1973995889265136248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=1973995889265136248&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/1973995889265136248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/1973995889265136248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/thaharah.html' title='Thaharah'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-8484142206645567695</id><published>2009-01-04T22:18:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T22:20:34.946-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Islam'/><title type='text'>HUKUM ISLAM</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 238, 221); font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; line-height: 18px; "&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; background-image: url(http://www2.blogblog.com/rounders4/icon_arrow.gif); background-repeat: no-repeat; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; display: block; border-top-style: dotted; border-right-style: dotted; border-bottom-style: dotted; border-left-style: dotted; border-top-color: rgb(187, 187, 187); border-right-color: rgb(187, 187, 187); border-bottom-color: rgb(187, 187, 187); border-left-color: rgb(187, 187, 187); border-top-width: 0px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; padding-top: 2px; padding-right: 14px; padding-bottom: 2px; padding-left: 29px; font: normal normal bold 135%/normal 'Trebuchet MS', Verdana, Arial, sans-serif; background-position: 10px 0.5em; "&gt;&lt;a href="http://panduansholat.blogspot.com/2005/07/sambungan-hukum-islam.html" style="text-decoration: none; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Sambungan HUKUM ISLAM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="border-top-style: dotted; border-right-style: dotted; border-bottom-style: dotted; border-left-style: dotted; border-top-color: rgb(187, 187, 187); border-right-color: rgb(187, 187, 187); border-left-color: rgb(187, 187, 187); border-top-width: 0px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-bottom-color: rgb(68, 102, 102); padding-top: 10px; padding-right: 14px; padding-bottom: 1px; padding-left: 29px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.75em; margin-left: 0px; border-bottom-width: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Syarat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Syarat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; adalah ketentuan2 atau perbuatan2 yang harus di pehuhi sebelum melakukan suatu pekerjaan.tanpa memenuhi ketentuan atau perbuatan tersebut,suatu pekerjaan di anggak tidak sah, misalnya menutup aurat sebelum mengerjakan sholat,dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Rukun&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Rukun&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; adalah ketentuan atau perbuatan yang harus dipenuhi dalam melakukan suatu pekerjaan. Tanpa memenuhi ketentuan atau perbuatan tersebut, suatu pekerjaan di anggak tidak sah, misalnya membaca surat Al-Fatihah dalam shoalt, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;F. Sah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Sah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; artinya syarat dan rukunnya telah terpenuhi secara benar.misalnya,sholat seseorang dia nggap sah jika sholat itu di kerjakan sesuai dengan syarat dan rukunnya yang telah di tentukan, dan di kerjakan dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Batal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Batal&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; artinya syarat dan rukunnya belum terpenuhi seluruhnya, atau telah terpenuhi tetapi tidak di lakukan secara benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian lah pembahasan kali ini, yaitu tentang HUKUM ISLAM.berikutnya kita akan memasuki pembahasan yang lainnya yaitu tentang &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"THAHARAH"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Nantikan tulisan berikutnya.dan marilah kita coba pahami dan pelajari bersama. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-8484142206645567695?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/8484142206645567695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=8484142206645567695&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/8484142206645567695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/8484142206645567695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/hukum-islam.html' title='HUKUM ISLAM'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-5124052916523601198</id><published>2009-01-04T22:17:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T22:18:18.182-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Islam'/><title type='text'>Lima Hukum Islam</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 238, 221); font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; line-height: 18px; "&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; background-image: url(http://www2.blogblog.com/rounders4/icon_arrow.gif); background-repeat: no-repeat; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; display: block; border-top-style: dotted; border-right-style: dotted; border-bottom-style: dotted; border-left-style: dotted; border-top-color: rgb(187, 187, 187); border-right-color: rgb(187, 187, 187); border-bottom-color: rgb(187, 187, 187); border-left-color: rgb(187, 187, 187); border-top-width: 0px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; padding-top: 2px; padding-right: 14px; padding-bottom: 2px; padding-left: 29px; font: normal normal bold 135%/normal 'Trebuchet MS', Verdana, Arial, sans-serif; background-position: 10px 0.5em; "&gt;&lt;a href="http://panduansholat.blogspot.com/2005/07/lima-hukum-islam.html" style="text-decoration: none; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Lima Hukum Islam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="border-top-style: dotted; border-right-style: dotted; border-bottom-style: dotted; border-left-style: dotted; border-top-color: rgb(187, 187, 187); border-right-color: rgb(187, 187, 187); border-left-color: rgb(187, 187, 187); border-top-width: 0px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-bottom-color: rgb(68, 102, 102); padding-top: 10px; padding-right: 14px; padding-bottom: 1px; padding-left: 29px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.75em; margin-left: 0px; border-bottom-width: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Lima Hukum Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;1. Wajib &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Wajib&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; adalah amal (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; perbuatan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; ) yang bila di kerjakan mendapat pahala dan bila di tinggalkan mendapat Dosa.Istilah lain dari wajib adalah fardhu. sedangkan wajib /fardhu di bagi 2,yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a).wajib fardhu Ain,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; artinya amal ( &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;perbuatan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; ) yang harus di kerjakan oleh setiap mukalaf ( kewajiban perseorangan), misalnya mengerjakan sholat 5,puasa ramadhan, dan sebgainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;b).wajib/fardhu kifayah,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; artinya amal (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; perbuatan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; ) yang cukup di lakukan oleh beberapa orang mukalaf saja, sedangkan yang lainnya bebas bebas dari kewajiban itu. akan tetapi jika tak ada seorangpun yang melakukannya, maka semua orang mukalaf di daerah ( tempat ) itu berdosa, misalnya memandikan jenazah ( mayat ), mengafani ( membungkus ), menyembahyangkan dan menguburkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;2. Sunat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Sunat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; adalah amal ( &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;perbuatan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; ) yang bila di kerjakan mendapat pahala dan bila di tinggalkan tidak berdosa.&lt;br /&gt;sunat juga di bagi 2, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a).Sunat muakkad,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; artinya sunat yang sangat di anjurkan, mengerjakannya, karena Rasullulah selalu mengerjakan dan jarang meninggalkanya, misalnya sholat tarawih, sholat idul fitri dan idul adha, sholat tahajud, sholat dhuha, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;b).Sunat Ghairu muakkad,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; artinya sunat yang di anjurkan mengerjakannya, tetapi tidak sepenting sunat muakkad, karena Rasullulah kadang2 mengerjakannya dan kadang2 tidak, misalnya sholat sunat 2 rakaat sebelum magrib, 4 rakaat sebelum ashar, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;3. Haram&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Haram &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;adalah amal ( perbuatan ) yang bila di kerjakan mendapat Dosa dan bila di tinggalkan mendapat pahala, misalnya berzina, meminum minumaan keras,mencuri, menipu, berdusta, durhaka kepada ibu bapak,dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;4. Makruh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Makruh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; adalah amal ( &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;perbuatan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; ) yang bila di kerjakan tidak berdosa dan bila di tinggalkan mendapat pahala.secara singkat, yg di sebut makruh adalah suatu perbuatan yang sebaiknya di tinggalkan, contohnya merokok,memakan petai,jengkol,bawang mentah, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;5. Mubah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Mubah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; adalah amal ( &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;perbuatan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; ) yang bila di kerjakan atau di tinggalkan tidak mendapat pahala dan tidak berdosa.dengan kata lain,amal ( perbuatan) yang boleh di kerjakan dan boleh tidak dikerjan, misalnya makan,tidur,dan sebagaianya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-5124052916523601198?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/5124052916523601198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=5124052916523601198&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/5124052916523601198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/5124052916523601198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/lima-hukum-islam_04.html' title='Lima Hukum Islam'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-1254570977500282294</id><published>2009-01-04T21:42:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T21:43:32.337-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berumah Tangga'/><title type='text'>Berumah Tangga</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; line-height: 18px; "&gt;&lt;h3 class="post-title" style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; background-image: url(http://www.blogblog.com/rounders/icon_arrow.gif); background-repeat: no-repeat; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; display: block; border-top-style: dotted; border-right-style: dotted; border-bottom-style: dotted; border-left-style: dotted; border-top-color: rgb(187, 187, 187); border-right-color: rgb(187, 187, 187); border-bottom-color: rgb(187, 187, 187); border-left-color: rgb(187, 187, 187); border-top-width: 0px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; padding-top: 2px; padding-right: 14px; padding-bottom: 2px; padding-left: 29px; background-position: 10px 0.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Betapa Indahnya Berumah Tangga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-body" style="border-top-style: dotted; border-right-style: dotted; border-bottom-style: dotted; border-left-style: dotted; border-top-color: rgb(187, 187, 187); border-right-color: rgb(187, 187, 187); border-left-color: rgb(187, 187, 187); border-top-width: 0px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-bottom-color: rgb(255, 255, 255); padding-top: 10px; padding-right: 14px; padding-bottom: 1px; padding-left: 29px; border-bottom-width: 0px; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.75em; margin-left: 0px; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Ketika melihat pasangan yang baru menikah, saya suka tersenyum. Bukan apa-apa, saya hanya ikut merasakan kebahagiaan yang berbinar spontan dari wajah-wajah syahdu mereka. Tangan yang saling berkaitan ketika berjalan, tatapan-tatapan penuh makna, bahkan sirat keengganan saat hendak berpisah. Seorang sahabat yang tadinya mahal tersenyum, setelah menikah senyumnya selalu saja mengembang. Ketika saya tanyakan mengapa, singkat dia berujar "Menikahlah! Nanti juga tahu sendiri". Aih... &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Menikah adalah sunnah terbaik dari sunnah yang baik itu yang saya baca dalam sebuah buku pernikahan. Jadi ketika seseorang menikah, sungguh ia telah menjalankan sebuah sunnah yang di sukai Nabi. Dalam buku tersebut dikatakan bahwa Allah hanya menyebut nabi-nabi yang menikah dalam kitab-Nya. Hal ini menunjukkan betapa Allah menunjukkan keutamaan pernikahan. Dalam firmannya, "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan rasa kasih sayang diantaramu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kalian yang berfikir." (QS. Ar-Rum: 21). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Menikah itu Subhanallah indah, kata Almarhum ayah saya dan hanya bisa dirasakan oleh yang sudah menjalaninya. Ketika sudah menikah, semuanya menjadi begitu jelas, alur ibadah suami dan istri. Beliau mengibaratkan ketika seseorang baru menikah dunia menjadi terang benderang, saat itu kicauan burung terdengar begitu merdu. Sepoi angin dimaknai begitu dalam, makanan yang terhidang selalu saja disantap lezat. Mendung di langit bukan masalah besar. Seolah dunia milik mereka saja, mengapa? karena semuanya dinikmati berdua. Hidup seperti seolah baru dimulai, sejarah keluarga baru saja disusun. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Namun sayang tambahnya, semua itu lambat laun menguap ke angkasa membumbung atau raib ditelan dalamnya bumi. Entahlah saat itu cinta mereka berpendar ke mana. Seiring detik yang berloncatan, seolah cinta mereka juga. Banyak dari pasangan yang akhirnya tidak sampai ke tujuan, tak terhitung pasangan yang terburai kehilangan pegangan, selanjutnya perahu mereka karam sebelum sempat berlabuh di tepian. Bercerai, sebuah amalan yang diperbolehkan tapi sangat dibenci Allah. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Ketika Allah menjalinkan perasaan cinta diantara suami istri, sungguh itu adalah anugerah bertubi yang harus disyukuri. Karena cinta istri kepada suami berbuah ketaatan untuk selalu menjaga kehormatan diri dan keluarga. Dan cinta suami kepada istri menetaskan keinginan melindungi dan membimbingnya sepenuh hati. Lanjutnya kemudian. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Saya jadi ingat, saat itu seorang istri memarahi suaminya habis-habisan, saya yang berada di sana merasa iba melihat sang suami yang terdiam. Padahal ia baru saja pulang kantor, peluh masih membasah, kesegaran pada saat pergi sama sekali tidak nampak, kelelahan begitu lekat di wajah. Hanya karena masalah kecil, emosi istri meledak begitu hebat. Saya kira akan terjadi "perang" hingga bermaksud mengajak anak-anak main di belakang. Tapi ternyata di luar dugaan, suami malah mendaratkan sun sayang penuh mesra di kening sang istri. Istrinya yang sedang berapi-api pun padam, senyum malu-malunya mengembang kemudian dan merdu uaranya bertutur "Maafkan Mama ya Pa..". Gegas ia raih tangan suami dan mendekatkannya juga ke kening, rutinitasnya setiap kali suaminya datang. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Jauh setelah kejadian itu, saya bertanya pada sang suami kenapa ia berbuat demikian. "Saya mencintainya, karena ia istri yang dianugerahkan Allah, karena ia ibu dari anak-anak. Yah karena saya mencintainya" demikian jawabannya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Ibn Qayyim Al-Jauziah seorang ulama besar, menyebutkan bahwa cinta mempunyai tanda-tanda. Pertama, ketika mereka saling mencintai maka sekali saja mereka tidak akan pernah saling mengkhianati, Mereka akan saling setia senantiasa, memberikan semua komitmen mereka. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Kedua, ketika seseorang mencintai, maka dia akan mengutamakan yang dicintainya, seorang istri akan mengutamakan suami dalam keluarga, dan seorang suami tentu saja akan mengutamakan istri dalam hal perlindungan dan nafkahnya. Mereka akan sama-sama saling mengutamakan, tidak ada yang merasa superior. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Ketiga, ketika mereka saling mencintai maka sedetikpun mereka tidak akan mau berpisah, lubuk hatinya selalu saling terpaut. Meskipun secara fisik berjauhan, hati mereka seolah selalu tersambung. Ada do'a istrinya agar suami selamat dalam perjalanan dan memperoleh sukses dalam pekerjaan. Ada tengadah jemari istri kepada Allahi supaya suami selalu dalam perlindunganNya, tidak tergelincir. Juga ada ingatan suami yang sedang membanting tulang meraup nafkah halal kepada istri tercinta, sedang apakah gerangan Istrinya, lebih semangatlah ia. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Saudaraku, ketika segala sesuatunya berjalan begitu rumit dalam sebuah rumah tangga, saat-saat cinta tidak lagi menggunung dan menghilang seiring persoalan yang datang silih berganti. Perkenankan saya mengingatkan lagi sebuah hadist nabi. Ada baiknya para istri dan suami menyelami bulir-bulir nasehat berharga dari Nabi Muhammad. Salah satu wasiat Rasulullah yang diucapkannya pada saat-saat terakhir kehidupannya dalam peristiwa haji wada': &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;"Barang siapa -diantara para suami- bersabar atas perilaku buruk dari istrinya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Ayyub atas kesabarannya menanggung penderitaan. Dan barang siapa -diantara para istri- bersabar atas perilaku buruk suaminya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Asiah, istri fir'aun" (HR Nasa-iy dan Ibnu Majah ). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Kepada saudaraku yang baru saja menggenapkan setengah dien, Tak ada salahnya juga untuk saudaraku yang sudah lama mencicipi asam garamnya pernikahan, Patrikan firman Allah dalam ingatan : "...Mereka (para istri) adalah pakaian bagi kalian (para suami) dan kalian adalah pakaian bagi mereka..." (QS. Al-Baqarah:187) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Torehkan hadist ini dalam benak : "Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya rengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya" (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi' dari Abu Sa'id Alkhudzri r.a)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Kepada sahabat yang baru saja membingkai sebuah keluarga, Kepada para pasutri yang usia rumah tangganya tidak lagi seumur jagung, Ingatlah ketika suami mengharapkan istri berperilaku seperti Khadijah istri Nabi, maka suami juga harus meniru perlakukan Nabi Muhammad kepada para Istrinya. Begitu juga sebaliknya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Perempuan yang paling mempesona adalah istri yang shalehah, istri yang ketika suami memandangnya pasti menyejukkan mata, ketika suaminya menuntunnya kepada kebaikan maka dengan sepenuh hati dia akan mentaatinya, jua tatkala suami pergi maka dia akan amanah menjaga harta dan kehormatannya. Istri yang tidak silau dengan gemerlap dunia melainkan istri yang selalu bergegas merengkuh setiap kemilau ridha suami. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Lelaki yang berpredikat lelaki terbaik adalah suami yang memuliakan istrinya. Suami yang selalu dan selalu mengukirkan senyuman di wajah istrinya. Suami yang menjadi qawwam istrinya. Suami yang begitu tangguh mencarikan nafkah halal untuk keluarga. Suami yang tak lelah berlemah lembut mengingatkan kesalahan istrinya. Suami yang menjadi seorang nahkoda kapal keluarga, mengarungi samudera agar selamat menuju tepian hakiki "Surga". Dia memegang teguh firman Allah, "Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..." (QS. At-Tahrim: 6)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Akhirya, semuanya mudah-mudah tetap berjalan dengan semestinya. Semua berlaku sama seperti permulaan. Tidak kurang, tidak juga berlebihan.Meski riak-riak gelombang mengombang-ambing perahu yang sedang dikayuh, atau karang begitu gigih berdiri menghalangi biduk untuk sampai ketepian. Karakter suami istri demikian, Insya Allah dapat melaluinya dengan hasil baik. Sehingga setiap butir hari yang bergulir akan tetap indah, fajar di ufuk selalu saja tampak merekah. Keduanya menghiasi masa dengan kesyukuran, keduanya berbahtera dengan bekal cinta. Sama seperti syair yang digaungkan Gibran, &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awan &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Istirahat di terik siang merenungkan puncak getaran cinta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Pulang di kala senja dengan syukur penuh di rongga dada &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Kemudian terlena dengan doa bagi yang tercinta dalam sanubari&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Dan sebuah nyanyian kesyukuran tersungging di bibir senyuman&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Semoga Allah selalu menghimpunkan kalian (yang saling mencintai karena Allah dalam ikatan halal pernikahan) dalam kebaikan. Mudah-mudahan Allah yang maha lembut melimpahkan kepada kalian bening saripati cinta, cinta yang menghangati nafas keluarga, cinta yang menyelamatkan. Semoga Allah memampukan kalian membingkai keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Semoga Allah mematrikan helai keikhlasan di setiap gerak dalam keluarga. Jua Allah yang maha menetapkan, mengekalkan ikatan pernikahan tidak hanya di dunia yang serba fana tapi sampai ke sana, the real world "Akhirat". Mudah-mudahan kalian selamat mendayung sampai ketepian. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Allahumma Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Barakallahu, untuk para pengantin muda. Mudah-mudahan saya mampu mengikuti tapak kalian yang begitu berani mengambil sebuah keputusan besar, yang begitu nyata menandakan ketaqwaan kepada Allah serta ketaatan kepada sunnah Rasul Pilihan. Mudah-mudahan jika giliran saya tiba, tak perlu lagi saya bertanya mengapa teman saya menjadi begitu murah senyum. Karena mungkin saya sudah mampu menemukan jawabannya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-1254570977500282294?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/1254570977500282294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=1254570977500282294&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/1254570977500282294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/1254570977500282294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/berumah-tangga.html' title='Berumah Tangga'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-3650147922980818103</id><published>2009-01-04T21:39:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T21:41:24.281-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernikahan'/><title type='text'>Tata Cara Pernikahan Dalam Islam</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; line-height: 18px; "&gt;&lt;h3 class="post-title" style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; background-image: url(http://www.blogblog.com/rounders/icon_arrow.gif); background-repeat: no-repeat; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; display: block; border-top-style: dotted; border-right-style: dotted; border-bottom-style: dotted; border-left-style: dotted; border-top-color: rgb(187, 187, 187); border-right-color: rgb(187, 187, 187); border-bottom-color: rgb(187, 187, 187); border-left-color: rgb(187, 187, 187); border-top-width: 0px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; padding-top: 2px; padding-right: 14px; padding-bottom: 2px; padding-left: 29px; background-position: 10px 0.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Proses Tata cara pernikahan yang islami&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-body" style="border-top-style: dotted; border-right-style: dotted; border-bottom-style: dotted; border-left-style: dotted; border-top-color: rgb(187, 187, 187); border-right-color: rgb(187, 187, 187); border-left-color: rgb(187, 187, 187); border-top-width: 0px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-bottom-color: rgb(255, 255, 255); padding-top: 10px; padding-right: 14px; padding-bottom: 1px; padding-left: 29px; border-bottom-width: 0px; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Sesungguhnya Islam telah memberikan tuntunan kepada pemeluknya yang akan memasuki jenjang pernikahan, lengkap dengan tata cara atau aturan-aturan Allah Subhanallah. Sehingga mereka yang tergolong ahli ibadah, tidak akan memilih tata cara yang lain. Namun di masyarakat kita, hal ini tidak banyak diketahui orang. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Pada risalah yang singkat ini, kami akan mengungkap tata cara penikahan sesuai dengan Sunnah Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam yang hanya dengan cara inilah kita terhindar dari jalan yang sesat (bidah). Sehingga orang-orang yang mengamalkannya akan berjalan di atas landasan yang jelas tentang ajaran agamanya karena meyakini kebenaran yang dilakukannya. Dalam masalah pernikahan sesunggguhnya Islam telah mengatur sedemikian rupa. Dari mulai bagaimana mencari calon pendamping hidup sampai mewujudkan sebuah pesta pernikahan. Walaupun sederhana tetapi penuh barakah dan tetap terlihat mempesona. Islam juga menuntun bagaimana memperlakukan calon pendamping hidup setelah resmi menjadi sang penyejuk hati. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Berikut ini kami akan membahas tata cara pernikahan menurut Islam secara singkat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Hal-Hal Yang Perlu Dilakukan Sebelum Menikah &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;I. Minta Pertimbangan &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Bagi seorang lelaki sebelum ia memutuskan untuk mempersunting seorang wanita untuk menjadi isterinya, hendaklah ia juga minta pertimbangan dari kerabat dekat wanita tersebut yang baik agamanya. Mereka hendaknya orang yang tahu benar tentang hal ihwal wanita yang akan dilamar oleh lelaki tersebut, agar ia dapat memberikan pertimbangan dengan jujur dan adil. Begitu pula bagi wanita yang akan dilamar oleh seorang lelaki, sebaiknya ia minta pertimbangan dari kerabat dekatnya yang baik agamanya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;II. Shalat Istikharah &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Setelah mendapatkan pertimbangan tentang bagaimana calon isterinya, hendaknya ia melakukan shalat istikharah sampai hatinya diberi kemantapan oleh Allah Taala dalam mengambil keputusan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Shalat istikharah adalah shalat untuk meminta kepada Allah Taala agar diberi petunjuk dalam memilih mana yang terbaik untuknya. Shalat istikharah ini tidak hanya dilakukan untuk keperluan mencari jodoh saja, akan tetapi dalam segala urusan jika seseorang mengalami rasa bimbang untuk mengambil suatu keputusan tentang urusan yang penting. Hal ini untuk menjauhkan diri dari kemungkinan terjatuh kepada penderitaan hidup. Insya Allah ia akan mendapatkan kemudahan dalam menetapkan suatu pilihan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;III. Khithbah (peminangan) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Setelah seseorang mendapat kemantapan dalam menentukan wanita pilihannya, maka hendaklah segera meminangnya. Laki-laki tersebut harus menghadap orang tua/wali dari wanita pilihannya itu untuk menyampaikan kehendak hatinya, yaitu meminta agar ia direstui untuk menikahi anaknya. Adapun wanita yang boleh dipinang adalah bilamana memenuhi dua syarat sebagai berikut, yaitu: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;1. Pada waktu dipinang tidak ada halangan-halangan syari yang menyebabkan laki-laki dilarang memperisterinya saat itu. Seperti karena suatu hal sehingga wanita tersebut haram dini kahi selamanya (masih mahram) atau sementara (masa iddah/ditinggal suami atau ipar dan lain-lain). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;2. Belum dipinang orang lain secara sah, sebab Islam mengharamkan seseorang meminang pinangan saudaranya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Dari Uqbah bin Amir radiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Orang mukmin adalah saudara orang mukmin yang lain. Maka tidak halal bagi seorang mukmin menjual barang yang sudah dibeli saudaranya, dan tidak halal pula meminang wanita yang sudah dipinang saudaranya, sehingga saudaranya itu meninggalkannya." (HR. Jamaah) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Apabila seorang wanita memiliki dua syarat di atas maka haram bagi seorang laki-laki untuk meminangnya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;IV. Melihat Wanita yang Dipinang &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Islam adalah agama yang hanif yang mensyariatkan pelamar untuk melihat wanita yang dilamar dan mensyariatkan wanita yang dilamar untuk melihat laki-laki yang meminangnya, agar masing- masing pihak benar-benar mendapatkan kejelasan tatkala menjatuhkan pilihan pasangan hidupnyaDari Jabir radliyallahu anhu, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;"Apabila salah seorang di antara kalian meminang seorang wanita, maka apabila ia mampu hendaknya ia melihat kepada apa yang mendorongnya untuk menikahinya." Jabir berkata: "Maka aku meminang seorang budak wanita dan aku bersembunyi untuk bisa melihat apa yang mendorong aku untuk menikahinya. Lalu aku menikahinya." (HR. Abu Daud dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Sunan Abu Dawud, 1832). Adapun ketentuan hukum yang diletakkan Islam dalam masalah melihat pinangan ini di antaranya adalah: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;1. Dilarang berkhalwat dengan laki-laki peminang tanpa disertai mahram. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;2. Wanita yang dipinang tidak boleh berjabat tangan dengan laki- laki yang meminangnya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;V. Aqad Nikah &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Dalam aqad nikah ada beberapa syarat dan kewajiban yang harus dipenuhi: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;a. Adanya suka sama suka dari kedua calon mempelai. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;b. Adanya ijab qabul. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Ijab artinya mengemukakan atau menyatakan suatu perkataan. Qabul artinya menerima. Jadi Ijab qabul itu artinya seseorang menyatakan sesuatu kepada lawan bicaranya, kemudian lawan bicaranya menyatakan menerima. Dalam perkawinan yang dimaksud dengan "ijab qabul" adalah seorang wali atau wakil dari mempelai perempuan mengemukakan kepada calon suami anak perempuannya/ perempuan yang di bawah perwaliannya, untuk menikahkannya dengan lelaki yang mengambil perempuan tersebut sebagai isterinya. Lalu lelaki bersangkutan menyatakan menerima pernikahannya itu. Diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Sahl bin Said berkata: "Seorang perempuan datang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk menyerahkan dirinya, dia berkata: "Saya serahkan diriku kepadamu." Lalu ia berdiri lama sekali (untuk menanti). Kemudian seorang laki-laki berdiri dan berkata: "Wahai Rasulullah kawinkanlah saya dengannya jika engkau tidak berhajat padanya." Lalu Rasulullah shallallahu alaih wa sallam bersabda: "Aku kawinkan engkau kepadanya dengan mahar yang ada padamu." (HR. Bukhari dan Muslim). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Hadist Sahl di atas menerangkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah mengijabkan seorang perempuan kepada Sahl dengan mahar atau maskawinnya ayat Al-Quran dan Sahl menerimanya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;c. Adanya Mahar (mas kawin) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Islam memuliakan wanita dengan mewajibkan laki-laki yang hendak menikahinya menyerahkan mahar (mas kawin). Islam tidak menetapkan batasan nilai tertentu dalam mas kawin ini, tetapi atas kesepakatan kedua belah pihak dan menurut kadar kemampuan. Islam juga lebih menyukai mas kawin yang mudah dan sederhana serta tidak berlebih-lebihan dalam memintanya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Dari Uqbah bin Amir, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: "Sebaik-baik mahar adalah yang paling ringan." (HR. Al-Hakim dan Ibnu Majah, shahih, lihat Shahih Al-Jamius Shaghir 3279 oleh Al-Albani) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;d. Adanya Wali &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Dari Abu Musa radliyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah sah suatu pernikahan tanpa wali." (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 1836).Wali yang mendapat prioritas pertama di antara sekalian wali-wali yang ada adalah ayah dari pengantin wanita. Kalau tidak ada barulah kakeknya (ayahnya ayah), kemudian saudara lelaki seayah seibu atau seayah, kemudian anak saudara lelaki. Sesudah itu barulah kerabat-kerabat terdekat yang lainnya atau hakim. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;e. Adanya Saksi-Saksi &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;"Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali dan dua orang saksi yang adil." (HR. Al-Baihaqi dari Imran dan dari Aisyah, shahih, lihat Shahih Al-Jamius Shaghir oleh Syaikh Al-Albani no. 7557). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Menurut sunnah Rasul shallallahu alaihi wa sallam, sebelum aqad nikah diadakan khuthbah lebih dahulu yang dinamakan khuthbatun nikah atau khuthbatul-hajat. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;VI. Walimah &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Walimatul Urus hukumnya wajib. Dasarnya adalah sabda Rasulullah shallallahu alaih wa sallam kepada Abdurrahman bin Auf: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;"....Adakanlah walimah sekalipun hanya dengan seekor kambing." (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al-Alabni dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 1854) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Memenuhi undangan walimah hukumnya juga wajib."Jika kalian diundang walimah, sambutlah undangan itu (baik undangan perkawinan atau yang lainnya). Barangsiapa yang tidak menyambut undangan itu berarti ia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya." (HR. Bukhari 9/198, Muslim 4/152, dan Ahmad no. 6337 dan Al-Baihaqi 7/262 dari Ibnu Umar). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Akan tetapi tidak wajib menghadiri undangan yang didalamnya terdapat maksiat kepada Allah Taala dan Rasul-Nya, kecuali dengan maksud akan merubah atau menggagalkannya. Jika telah terlanjur hadir, tetapi tidak mampu untuk merubah atau menggagalkannya maka wajib meninggalkan tempat itu. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Dari Ali berkata: "Saya membuat makanan maka aku mengundang Nabi shallallahu `alaihi wa sallam dan beliaupun datang. Beliau masuk dan melihat tirai yang bergambar maka beliau keluar dan bersabda: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;"Sesungguhnya malaikat tidak masuk suatu rumah yang di dalamnya ada gambar." (HR. An-Nasai dan Ibnu Majah, shahih, lihat Al-Jamius Shahih mimma Laisa fis Shahihain 4/318 oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadii). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Adapun Sunnah yang harus diperhatikan ketika mengadakan walimah adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;1. Dilakukan selama 3 (tiga) hari setelah hari dukhul (masuk- nya) seperti yang dibawakan oleh Anas radliallahu `anhu, katanya: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Dari Anas radliallahu `anhu, beliau berkata: "Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam telah menikahi Shafiyah dengan maskawin pembebasannya (sebagai tawanan perang Khaibar) dan mengadakan walimah selama tiga hari." (HR. Abu Yala, sanad hasan, seperti yang terdapat pada Al-Fath 9/199 dan terdapat di dalam Shahih Bukhari 7/387 dengan makna seperti itu. Lihat Adabuz Zifaf fis Sunnah Al-Muthaharah oleh Al-Albani hal. 65) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;2. Hendaklah mengundang orang-orang shalih, baik miskin atau kaya sesuai dengan wasiat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;"Jangan bersahabat kecuali dengan seorang mukmin dan jangan makan makananmu kecuali seorang yang bertaqwa." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Al-Hakim dari Abi Said Al-Khudri, hasan, lihat Shahih Al-Jamius Shaghir 7341 dan Misykah Al-Mashabih 5018). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;3. Sedapat mungkin memotong seekor kambing atau lebih, sesuai dengan taraf ekonominya. Keterangan ini terdapat dalam hadits Al-Bukhari, An-Nasai, Al-Baihaqi dan lain-lain dari Anas radliallahu `anhu. Bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada Abdurrahman bin Auf: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;"Adakanlah walimah meski hanya dengan seekor kambing." (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 1854) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Akan tetapi dari beberapa hadits yang shahih menunjukkan dibolehkan pula mengadakan walimah tanpa daging. Dibolehkan pula memeriahkan perkawinan dengan nyanyi-nyanyian dan menabuh rebana (bukan musik) dengan syarat lagu yang dinyanyikan tidak bertentangan dengan ahklaq seperti yang diriwayatkan dalam hadits berikut ini: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Dari Aisyah bahwasanya ia mengarak seorang wanita menemui seorang pria Anshar. Nabi shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: "Wahai Aisyah, mengapa kalian tidak menyuguhkan hiburan? Karena kaum Anshar senang pada hiburan." (HR. Bukhari 9/184-185 dan Al-Hakim 2/184, dan Al-Baihaqi 7/288). Tuntunan Islam bagi para tamu undangan yang datang ke pesta perkawinan hendaknya mendoakan kedua mempelai dan keluarganya.Dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaih wa sallam jika mengucapkan selamat kepada seorang mempelai, beliau mengucapkan doa: "Mudah-mudahan Allah memberimu berkah. Mudah-mudahahan Allah mencurahkan keberkahan kepadamu dan mudah - mudahan Dia mempersatukan kalian berdua dalam kebajikan." (HR. Said bin Manshur di dalam Sunannya 522, begitu pula Abu Dawud 1/332 dan At-Tirmidzi 2/171 dan yang lainnya, lihat Adabuz Zifaf hal. 89) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Adapun ucapan seperti "Semoga mempelai dapat murah rezeki dan banyak anak" sebagai ucapan selamat kepada kedua mempelai adalah ucapan yang dilarang oleh Islam, karena hal itu adalah ucapan yang sering dikatakan oleh Kaum jahiliyyah. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Dari Hasan bahwa Aqil bin Abi Thalib menikah dengan seorang wanita dari Jisyam. Para tamu mengucapkan selamat dengan ucapan jahiliyyah: "Bir rafa wal banin." Aqil bin Abi Thalib mencegahnya, katanya: "Jangan kalian mengatakan demikian karena Rasulullah melarangnya." Para tamu bertanya: " Lalu apa yang harus kami ucapkan ya Aba Zaid?" Aqil menjelaskan, ucapkanlah: "Mudah- mudahan Allah memberi kalian berkah dan melimpahkan atas kalian keberkahan." Seperti itulah kami diperintahkan. (HR. Ibnu Abi Syaibah 7/52/2, An-Nasai 2/91, Ibnu Majah 1/589 dan yang lainnya, lihat Adabuz Zifaf hal. 90) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Demikianlah tata cara pernikahan yang disyariatkan oleh Islam. Semoga Allah Taala memberikan kelapangan bagi orang- orang yang ikhlas untuk mengikuti petunjuk yang benar dalam memulai hidup berumah tangga dengan mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaih wa sallam. Mudah-mudahan mereka digolongkan ke dalam hamba-hamba yang dimaksudkan dalam firman-Nya: "Yaitu orang-orang yang berdoa: Ya Rabb kami, anugerahkan kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami). Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa." (Al-Furqan: 74). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Maraji: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;- Fiqhul Marah Al-Muslimah, Ibrahim Muhammad Al-Jamal. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;- Adabuz Zifaf fis Sunnah Al-Muthahharah, Syaikh Nashiruddin Al-Albani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-3650147922980818103?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/3650147922980818103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=3650147922980818103&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/3650147922980818103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/3650147922980818103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/tata-cara-pernikahan-dalam-islam.html' title='Tata Cara Pernikahan Dalam Islam'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-4210662946340756625</id><published>2009-01-04T21:37:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T21:38:42.315-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholat'/><title type='text'>Tata Cara Sholat</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; line-height: 18px; "&gt;&lt;h3 class="post-title" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; background-image: url(http://www.blogblog.com/rounders/icon_arrow.gif); background-repeat: no-repeat; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; display: block; border-top-style: dotted; border-right-style: dotted; border-bottom-style: dotted; border-left-style: dotted; border-top-color: rgb(187, 187, 187); border-right-color: rgb(187, 187, 187); border-bottom-color: rgb(187, 187, 187); border-left-color: rgb(187, 187, 187); border-top-width: 0px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; padding-top: 2px; padding-right: 14px; padding-bottom: 2px; padding-left: 29px; background-position: 10px 0.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Tata Cara Sholat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-body" style="border-top-style: dotted; border-right-style: dotted; border-bottom-style: dotted; border-left-style: dotted; border-top-color: rgb(187, 187, 187); border-right-color: rgb(187, 187, 187); border-left-color: rgb(187, 187, 187); border-top-width: 0px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-bottom-color: rgb(255, 255, 255); padding-top: 10px; padding-right: 14px; padding-bottom: 1px; padding-left: 29px; border-bottom-width: 0px; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.75em; margin-left: 0px; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Takbir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takbiratul Ihram ---&gt; ALLAAHU AKBAR (Allaah Maha Besar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allaahu akbar kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhanallaahi bukrataw, waashiila.&lt;br /&gt;(Allah Maha Besar, dan Segala Puji yang sangat banyak bagi Allah, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi, dan petang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Innii wajjahtu wajhiya, lillazii fatharassamaawaati walardha, haniifam, muslimaa, wamaa ana minal musrykiin.&lt;br /&gt;(Sungguh aku hadapkan wajahku kepada wajahMu, yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kelurusan, dan penyerahan diri, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutuan Engkau/Musryik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Innasshalaatii, wa nusukii, wa mahyaaya, wa mamaati, lillaahi rabbil 'aalamiin.&lt;br /&gt;(Sesungguhnya shalatku, dan ibadah qurbanku, dan hidupku, dan matiku, hanya untuk Allaah Rabb Semesta Alam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa syariikalahu, wabidzaalika umirtu, wa ana minal muslimiin.&lt;br /&gt;(Tidak akan aku menduakan Engkau, dan memang aku diperintahkan seperti itu, dan aku termasuk golongan hamba yang berserah diri kepadaMu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Rasulullaah ketika membaca surah Al-Faatihah senantiasa satu napas per satu ayatnya, tidak terburu-buru, dan benar-benar memaknainya. Surah ini memiliki khasiat yang sangat tinggi sekali. Bahkan Ibn Qayyim Al-Jauziyyah sampai menuliskan makna iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin, dalam satu kitabnya yang berjudul Madarijus Saalikin, dimana beliau bercerita ketika di suatu kota ia menderita sakit, maka ia membacanya per ayat dengan sungguh-sungguh, dan ia rasakan bahwa setiap selesai satu ayat dibacanya, terasa berguguran sakit yang dirasakannya. Subhaanallaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita hafal terlebih dahulu arti per ayatnya sebelum kita memaknainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillaah, arrahmaan, arrahiim (Bismillaahirrahmaanirrahiim)&lt;br /&gt;(Dengan nama Allaah, Maha Pengasih, Maha Penyayang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillaah, Rabbil 'aalamiin&lt;br /&gt;(Segala puji hanya milik Allaah, Rabb semesta 'alam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arrahmaan, Arrahiim&lt;br /&gt;(Maha Pengasih, Maha Penyayang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaliki, yaumiddiin&lt;br /&gt;(Penguasa, Hari Pembalasan/Hari Tempat Kembali)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iyyaaka, na'budu, wa iyyaaka, nasta'iin&lt;br /&gt;(KepadaMulah, kami menyembah, dan kepadaMulah, kami mohon pertolongan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihdina, asshiraathal, mustaqiim ---&gt; berharaplah dengan penuh harap ketika membacanya.&lt;br /&gt;(Tunjuki kami, jalan, golongan orang-orang yang lurus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shiraath, alladziina, an'am, ta 'alayhim&lt;br /&gt;(Jalan, yang, telah Engkau beri ni'mat, kepada mereka)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghayril maghduubi 'alaihim, wa laddhaaaalliiin.&lt;br /&gt;(Bukan/Selain, (jalan) orang-orang yang telah Engkau murkai, dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melanjutkan tulisan yang ketiga, maka setelah membaca Surah Al-Faatihah, maka hendaknya kita membaca ayat-ayat Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruku'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ruku', dimana ketika ruku' ini beliau mengucapkan bermacam-macam dzikir dan do'a. Kadangkala beliau mengucapkan yang ini dan kadangkala mengucapkan yang itu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Subhaana, rabbiyal, 'adzhiimi.&lt;br /&gt;(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Agung)&lt;br /&gt;---&gt; dzikir ini diucapkan beliau sebanyak tiga kali.&lt;br /&gt;(Hadits riwayat Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, Ad-Daaruquthni, Al-Bazaar, dan Ath-Thabarani)&lt;br /&gt;---&gt; kadangkala juga beliau membacanya berulang-ulang lebih banyak dari tiga kali, dan sesekali beliau&lt;br /&gt;berlebihan dalam mengulanginya ketika shalat lail (malam), sehingga lama ruku'nya hampir mendekati&lt;br /&gt;lama berdirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Subbuuhun, qudduus, rabbul malaaikati, warruuh.&lt;br /&gt;(Maha Suci Engkau ya Allaah, Pemberi berkah, Tuhan malaikat, dan ruh) --&gt; Riwayat Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Allaahumma, laka raka'at, wa aamantu, wa laka aslamtu,&lt;br /&gt;(Yaa Allaah, kepadaMu, kuserahkan ruku'ku, kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku Islam (menyerahkan diri).)&lt;br /&gt;anta rabbiiy, khasa'a laka sam'iiy, wa bashariy, wa mukhyii, wa 'adzhomii, wa fii riwaayah&lt;br /&gt;(Engkau Tuhanku, KepadaMulah pendengaran, penglihatan, otak, tulang, dan syarafku tunduk)&lt;br /&gt;wa mastaqallat bihi, qadamii, lillaah, rabbil 'aalamiin.&lt;br /&gt;(Dan apa yang dibawa kakiku, kuserahkan, kepada Allaah, Tuhan semesta alam)&lt;br /&gt;(HR. Ad-Dharuquthni)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperpanjang Ruku'&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasulullaah Sallallaahu 'alayhi wa sallaam, menjadikan ruku'nya, dan bangkitnya dari ruku', sujudnya, dan duduknya di antara dua sujud hampir sama lamanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hadits Shahih Riwayat Imam Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'tidal&lt;br /&gt;Rasululullaah Sallaahu 'alayhi wa sallaam mengangkat punggungnya dari ruku' sambil mengucapkan,&lt;br /&gt;"Mudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNya".&lt;br /&gt;(Hadits diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika kita i'tidal atau bangkit dari ruku, sambil mengangkat kedua tangan sejajar bahu ataupun sejajar telinga, maka kita mengucapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sami'allaahu, li, man, hamida, hu&lt;br /&gt;(Mudah-mudahan mendengar Allah, kepada, sesiapa yang, memuji, Nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya imam itu dijadikan hanya untuk diikuti. Oleh karena itu, apabila ia mengucapkan "sami'allaahu liman hamidah", maka ucapkanlah "rabbanaa lakal hamdu", niscaya Allah memperhatikan kamu. Karena Allah yang bertambah-tambahlah berkahNya, dan bertambah-tambahlah keluhuranNya telah berfirman melalui lisan NabiNya saw., "Mudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNya".&lt;br /&gt;(Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Ahmad, dan Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mari kita baca :&lt;br /&gt;Rabbanaa, lakal, hamdu&lt;br /&gt;(Yaa Tuhan kami, bagiMulah, segala puji)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala lafadzh diatas beliau tambahkan seperti :&lt;br /&gt;mil assamaawaati, wa mil al ardhi, wa mil a maa shikta, min shai in, ba'du&lt;br /&gt;(Sepenuh langit, dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki, dari sesuatu, sesudahnya)&lt;br /&gt;Kalimat diatas didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu 'Uwanah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujud&lt;br /&gt;Ketika kita sujud, maka dengan tenang hendaknya kita mengucapkan do'a-do'a sujud seperti yang telah dicontohkan Rasulullaah Sallallaahu 'alayhi wa sallaam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Subhaana, rabbiyal, a'laa&lt;br /&gt;(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur)&lt;br /&gt;Dzikir ini beliau ucapkan sebanyak tiga kali, dan kadangkala beliau mengulang-ulanginya lebih daripada itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Subhaana, rabbiyal, a'laa, wa, bihamdi, hi&lt;br /&gt;(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur, dan, aku memuji, Nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Subbuuhun, qudduusun, rabbul malaaikati, warruuh&lt;br /&gt;(Maha Suci, Pemberi Berkat, Tuhan malaikat, dan ruh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk antara dua Sujud&lt;br /&gt;Ketika kita bangun dari sujud, maka hendaklah kita berdo'a sepertinya do'anya Rasulullaah, dan bacalah do'a tersebuh dengan sungguh-sungguh, perlahan-lahan, dan penuh pengharapan kepada Allah Subhaana wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam duduk ini, Rasulullaah Sallallaahu 'alayhi wa sallaam mengucapkan :&lt;br /&gt;Allaahummaghfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, wahdinii, wa 'aafinii, warzuqnii&lt;br /&gt;(Ya Allaah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, sehatkanlah aku, dan berilah rizqi kepadaku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Hadits yang diriwayatkan Muslim, bahwa Rasulullaah saw, kadangkala duduk tegak di atas kedua tumit dan dada kedua kakinya. Beliau juga memanjangkan posisi ini sehingga hampir mendekati lama sujudnya (Al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk At-Tasyaahud Awal&lt;br /&gt;01. Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, Muslim, dan Ibnu Abi Syaibah.&lt;br /&gt;Dari Ibn Mas'ud berkata, Rasulullaah saw telah mengajarkan at-tasyaahud kepadaku, dan kedua telapak tanganku (berada) di antara kedua telapak tangan beliau - sebagaimana beliau mengajarkan surat dari Al-Qur'an kepadaku : ---&gt; (Mari dihafalkan setiap katanya sehingga shalat kita lebih mudah untuk khusyuk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Attahiyyaatulillaah, wasshalawatu, watthayyibaat.&lt;br /&gt;Segala ucapan selamat adalah bagi Allaah, dan kebahagiaan, dan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alayka * , ayyuhannabiyyu, warahmatullaah, wa barakaatuh.&lt;br /&gt;Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu *, wahai Nabi, dan beserta rahmat Allaah, dan berkatNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaynaa, wa 'alaa, 'ibaadillaahisshaalihiiin.&lt;br /&gt;Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami pula, dan kepada sekalian hamba-hambanya yang shaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asyhadu, allaa, ilaaha, illallaah.&lt;br /&gt;Aku bersaksi, bahwa tiada, Tuhan, kecuali Allaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa asyhadu, anna muhammadan, 'abduhu, wa rasuluhu.&lt;br /&gt;Dan aku bersaksi, bahwa muhammad, hambaNya, dan RasulNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Hal ini ketika beliah masih hidup, kemudian tatkala beliau wafat, maka para shahabat mengucapkan :&lt;br /&gt;Assalaamu 'alannabiy.&lt;br /&gt;Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;02. Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu 'Uwanah, Asy-Syafi'i, dan An-Nasa'i.&lt;br /&gt;Dari Ibnu 'Abbas berkata, Rasulullaah telah mengajarkan At-Tasyahhud kepada kami sebagaimana mengajarkan surat dari Al-Qur'an kepada kami. Beliau mengucapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Attahiyyaatul mubaarakaatusshalawaatutthayyibaatulillaah.&lt;br /&gt;Assalaamu 'alayka ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wa barakaatuh.&lt;br /&gt;Assalaamu 'alayna wa 'alaa 'ibaadillaahisshaalihiin.&lt;br /&gt;Asyhadu allaa ilaaha illallaah.&lt;br /&gt;Wa asyhadu annaa muhammadarrasuulullaah.&lt;br /&gt;(dalam riwayat lain : Wa asyhadu annaa, muhammadan, 'abduhu, warasuuluh)&lt;br /&gt;--&gt; Artinya sama dengan yang diatas, insha Allaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan shalawat Nabi di akhir shalat&lt;br /&gt;Rasulullaah saw. mengucapkan shalawat atas dirinya sendiri di dalam tasyahhud pertama dan lainnya. Yang demikian itu beliau syari'atkan kepada umatnya, yakni beliau memerintahkan kepada mereka untuk mengucapkan shalawat atasnya setelah mengucapkan salam kepadanya dan beliau mengajar mereka macam-macam bacaan salawat kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kita ambil sebuah hadits yang sudah umum di kita, diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, dan Al-Humaidi, dan Ibnu Mandah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allaahumma, shalli 'alaa muhammad, wa 'alaa, aali muhammad.&lt;br /&gt;Ya Allaah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada, keluarga Muhammad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamaa, shallayta, 'alaa ibrahiim, wa 'alaa, aali ibraahiim.&lt;br /&gt;Sebagaimana, Engkau telah memberikan kebahagiaan, kepada Ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Innaka, hamiidummajiid.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allaahumma, baarik, 'alaa muhammad, wa 'alaa aali muhammad.&lt;br /&gt;Ya Allaah, berikanlah berkah, kepada Muhammad, dan kepada, keluarga Muhammad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamaa, baarakta, 'ala ibraahiim, wa 'alaa, aali ibraahiiim.&lt;br /&gt;Sebagaimana, Engkau telah memberikan berkah, kepada ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Innaka, hamiidummajiid.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Mengucapkan Salam&lt;br /&gt;Mari kita simak hadits berikut, yang diriwayatkan oleh Abu Daud, An-Nasa'i, dan Tirmidzi serta dishahihkan olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasulullaah saw. mengucapkan salam ke sebelah kanannya : Assalaamu 'alaykum warahmatullaahi wa barakaatuh (Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allaah, serta berkatNya), sehingga tampaklah putih pipinya sebelah kanan. Dan ke sebelah kiri beliau mengucapkan : Assalaamu 'alaykum warahmatullaah (Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allaah), sehingga tampaklah putih pipinya yang sebelah kiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah, bahwa ternyata ucapan kita ketika menoleh ke kanan (salam yang pertama) lebih banyak daripada ucapan kita ketika menoleh ke kiri (salam yang kedua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau dalam riwayat lain, ketika salam yang pertama beliau mengucapkan : Assalaamu 'alaykum warahmatullaah, dan pada salam yang kedua beliau mengucapkan : Assalaamu 'alaykum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillaah, Maha Benar Allaah atas segala FirmanNya. Maka semoga kesebelas artikel ini menjadikan jalan kemudahan bagi kita di dalam usaha kita berusaha khusyuk dan memahami setiap gerakan yang kita lakukan, sehingga benar-benar memiliki ruh dan nilai yang sulit bagi kita untuk menuangkannya dalam kata-kata, karena begitu nikmatnya shalat itu. (SELESAI)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-4210662946340756625?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/4210662946340756625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=4210662946340756625&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/4210662946340756625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/4210662946340756625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/tata-cara-sholat.html' title='Tata Cara Sholat'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-3006039862174627810</id><published>2009-01-04T21:22:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T21:37:03.008-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholat Sunnah'/><title type='text'>Sholat Tahajjud</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-family: 'times new roman'; "&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 15px; margin-right: 11px; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Sholat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Sunnah Tahajjud&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 15px; margin-right: 11px; "&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#CCFFFF;"&gt;&lt;b&gt;            Shalat Tahajjud adalah shalat sunah yang dilakukan pada malam hari setelah tidur terlebih dahulu,&lt;/b&gt; karena arti Tahajjud adalah bangun pada malam hari.Afdhalnya shalat Tahajjud dilakukan pada sepertiga malam yang akhir yaitu kira-kita mulai jam 1.00 malam sampai menjelang masuk waktu shubuh berdasarkan hadits Nabi:"Perintah Allah turun ke langit diwaktu tinggal sepertiga yang akhir dari waktu malam, lalu berseru, adakah orang-orang yang memohon ( berdoa ) pasti akan kukabulkan, adakah orang yang meminta, pasti akan kuberikan dan adakah yang mengharap ampunan, pasti akan kuampuni baginya sampai tiba waktu shubuh"(al  Hadits).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 15px; margin-right: 11px; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#FFFFFF;"&gt;Cara Melaksakan Shalat Tahajjud :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; margin-left: 15px; margin-right: 11px; "&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#CCFFFF;"&gt;Shalat Tahajjud dilaksanakan dengan Munfarid ( tanpa berjamaah ), minimal dua rokaat dan maksimal tidak terhingga jumlah rakaatnya sampai hampir masuk waktu shubuh dan dilaksanakan setiap dua rakaat satu salam sebagaimana hadits Nabi saw:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 15px; margin-right: 11px; "&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#CCFFFF;"&gt;"Shalat malam itu adalah dua rakaat, dua rakaat apabila khawatir akan masuk waktu shubuh maka berwitirlah satu rakaat saja" ( HR.Bukhari-Muslim ).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul type="disc" style="margin-top: 0cm; margin-bottom: 0cm; "&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; margin-left: 15px; margin-right: 11px; margin-top: 6px; margin-bottom: 6px; "&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#CCFFFF;"&gt;&gt; Niat shalat Tahajjud didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram. "Aku niat shalat sunah Tahajjud dua rakaat karena Allah"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; margin-left: 15px; margin-right: 11px; margin-top: 6px; margin-bottom: 6px; "&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#CCFFFF;"&gt;&gt; Membaca doa Iftitah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; margin-left: 15px; margin-right: 11px; margin-top: 6px; margin-bottom: 6px; "&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#CCFFFF;"&gt;&gt; Membaca surat al Fatihah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; margin-left: 15px; margin-right: 11px; margin-top: 6px; margin-bottom: 6px; "&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#CCFFFF;"&gt;&gt; Membaca salah satu surat didalam al quran.Afdhalnya rokaat pertama membaca surat al Kafirun dan rakaat ke dua membaca surat al Ikhlas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; margin-left: 15px; margin-right: 11px; margin-top: 6px; margin-bottom: 6px; "&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#CCFFFF;"&gt;&gt; Ruku' sambil membaca Tasbih tiga kali&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; margin-left: 15px; margin-right: 11px; margin-top: 6px; margin-bottom: 6px; "&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#CCFFFF;"&gt;&gt; I'tidal sambil membaca bacaannya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; margin-left: 15px; margin-right: 11px; margin-top: 6px; margin-bottom: 6px; "&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#CCFFFF;"&gt;&gt; Sujud pertama sambil membaca Tasbih tiga kali&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; margin-left: 15px; margin-right: 11px; margin-top: 6px; margin-bottom: 6px; "&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#CCFFFF;"&gt;&gt; Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; margin-left: 15px; margin-right: 11px; margin-top: 6px; margin-bottom: 6px; "&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#CCFFFF;"&gt;&gt; Sujud yang kedua sambil membaca Tasbih tiga kali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; margin-left: 15px; margin-right: 11px; margin-top: 6px; margin-bottom: 6px; "&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#CCFFFF;"&gt;&gt; Setelah selesai rakaat pertama, lakukan rokaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian  Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali dan rakaat-rakaat selanjutnya sama dilakukan seperti contoh diatas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; margin-left: 15px; margin-right: 11px; margin-top: 6px; margin-bottom: 6px; "&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#CCFFFF;"&gt;&gt; Setelah selesai shalat Tahajjud bacalah zikir yang mudah ( Allah - Allah - Allah ) terutama perbanyak Istigfar (mohon ampun), adakan dialog bathin dengan Allah sampaikan semua unek-unek yang ada dalam hati lalu ditutup dengan doa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; margin-left: 15px; margin-right: 11px; margin-top: 6px; margin-bottom: 6px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 255, 255); font-family: Arial; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-3006039862174627810?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/3006039862174627810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=3006039862174627810&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/3006039862174627810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/3006039862174627810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/sholat-tahajjud.html' title='Sholat Tahajjud'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-6428121224128598857</id><published>2009-01-04T20:44:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T21:00:59.093-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholat'/><title type='text'>Sholat 5 Waktu</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  style="color: rgb(51, 51, 51);  line-height: 17px; font-size:11px;"&gt;&lt;table class="contentpaneopen"  style="border-width: initial; border-color: initial; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border- width: 100%; border-collapse: collapse; -webkit-border-horizontal-spacing: 0px; -webkit-border-vertical-spacing: 0px; color:initial;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"  style="letter-spacing: -1px;  font-weight: bold; line-height: normal; font-size:275%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Kewajiban Sholat 5 Waktu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="right" width="100%" class="buttonheading" style="padding-top: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 5px !important; text-align: center; "&gt;&lt;a href="http://www.ldii.or.id/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=130&amp;amp;pop=1&amp;amp;page=0" target="_blank" onclick="window.open('http://www.ldii.or.id/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=130&amp;amp;pop=1&amp;amp;page=0','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" title="Cetak halaman ini" style="text-decoration: none; border-width: initial; border-color: initial; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;img src="http://www.ldii.or.id/templates/ja_pariiti/images/printButton.png" alt="Cetak halaman ini" name="Cetak halaman ini" align="middle" border="0" style="border-width: initial; border-color: initial; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="right" width="100%" class="buttonheading" style="padding-top: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 5px !important; text-align: center; "&gt;&lt;a href="http://www.ldii.or.id/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=emailform&amp;amp;id=130&amp;amp;itemid=99999999" target="_blank" onclick="window.open('http://www.ldii.or.id/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=emailform&amp;amp;id=130&amp;amp;itemid=99999999','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=400,height=250,directories=no,location=no'); return false;" title="Kirim halaman ini melalui E-mail" style="text-decoration: none; border-width: initial; border-color: initial; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;img src="http://www.ldii.or.id/templates/ja_pariiti/images/emailButton.png" alt="Kirim halaman ini melalui E-mail" name="Kirim halaman ini melalui E-mail" align="middle" border="0" style="border-width: initial; border-color: initial; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table class="contentpaneopen"  style="border-width: initial; border-color: initial; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border- width: 100%; border-collapse: collapse; -webkit-border-horizontal-spacing: 0px; -webkit-border-vertical-spacing: 0px; color:initial;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" colspan="2"  style=" ;font-size:100%;"&gt;&lt;p class="arabic"   style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px;   font-weight: normal; text-indent: 6px; font-family:Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ * سورة البقرة 43&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p   style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px;   font-weight: normal; text-indent: 6px; font-family:Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dan dirikanlah sholat, dan bayarlah zakat, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p   style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px;   font-weight: normal; text-indent: 6px; font-family:Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Keterangan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p   style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px;   font-weight: normal; text-indent: 6px; font-family:Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ayat ini menjelaskan tentang kewajiban sholat dan zakat, serta sholat berjamaah secara umum. Penjelasan mengenai waktu dan cara sholat, siapa saja yang harus mengerjakan sholat, jenis-jenis zakat, nisob dan jumlah zakat, terdapat pada ayat-ayat Al-Qur’an yang lain dan dijelaskan secara lebih gamblang pada ucapan dan perbuatan Nabi yang terdapat dalam Al-Hadits&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr style="border-bottom-width: 0px; border-bottom-style: initial; border-bottom-color: initial; border-left-width: 0px; border-left-style: initial; border-left-color: initial; border-right-width: 0px; border-right-style: initial; border-right-color: initial; border-top-width: 1px; border-top-style: solid; border-top-color: rgb(204, 204, 204); height: 1px; "&gt;&lt;p class="arabic"   style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px;   font-weight: normal; text-indent: 6px; font-family:Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى إِنِّي فَرَضْتُ عَلَى أُمَّتِكَ خَمْسَ صَلَوَاتٍ وَعَهِدْتُ عِنْدِي عَهْدًا أَنَّهُ مَنْ جَاءَ يُحَافِظُ عَلَيْهِنَّ لِوَقْتِهِنَّ أَدْخَلْتُهُ الْجَنَّةَ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهِنَّ فَلاَ عَهْدَ لَهُ عِنْدِي * رواه أبو داود كتاب الصلاة&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p   style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px;   font-weight: normal; text-indent: 6px; font-family:Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bersabda Rosululloh SAW, berfirman siapa Alloh Yang Maha Luhur: “Sesungguhnya mewajibkan aku atas umatmu Muhammad 5 (waktu) sholat dan menjanjikan aku di sisiku dengan janji, bahwasanya orang yang datang dengan menjaga atas 5 (waktu sholat) pada waktunya, akan kumasukkan dia ke surga. Dan barang siapa yang tidak menjaga atas 5 sholat, maka tidak ada janji baginya di sisiku.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p   style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px;   font-weight: normal; text-indent: 6px; font-family:Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Keterangan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p   style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px;   font-weight: normal; text-indent: 6px; font-family:Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hadits ini menerangkan tentang kewajiban sholat. Barang siapa (siapa saja) yang menjaga sholat 5 waktu, maka pada hari kiamat akan dijanjikan surga oleh Alloh. Dan barang siapa yang tidak menjaga pada sholat 5 waktu, Alloh tidak bisa menjanjikan surga untuknya. Karena di akhirat nanti hanya ada dua tempat, yaitu surga atau neraka, akan kemanakah orang yang tidak dijanjikan surga oleh Alloh?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr style="border-bottom-width: 0px; border-bottom-style: initial; border-bottom-color: initial; border-left-width: 0px; border-left-style: initial; border-left-color: initial; border-right-width: 0px; border-right-style: initial; border-right-color: initial; border-top-width: 1px; border-top-style: solid; border-top-color: rgb(204, 204, 204); height: 1px; "&gt;&lt;p class="arabic"   style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px;   font-weight: normal; text-indent: 6px; font-family:Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;عَنْ جَدِّهِ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرُوا الصَّبِيَّ بِالصَّلاَةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِينَ وَإِذَا بَلَغَ عَشْرَ سِنِينَ فَاضْرِبُوهُ عَلَيْهَا * رواه أبو داود كتاب الصلاة&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p   style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px;   font-weight: normal; text-indent: 6px; font-family:Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dari Jaddid, berkata dia: Bersabda Nabi SAW: “Perintahlah kalian pada anak kecil dengan sholat ketika telah berumur 7 tahun. Dan ketika telah berumur 10 tahun maka memukullah pada anak karena meninggalkan sholat”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p   style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px;   font-weight: normal; text-indent: 6px; font-family:Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Keterangan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p   style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px;   font-weight: normal; text-indent: 6px; font-family:Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Nabi memerintahkan kepada umat muslim agar membiasakan anak mereka untuk mengerjakan sholat 5 waktu ketika berumur 7 tahun. Dan jika setelah sampai umur 10 tahun anak tersebut belum mau juga untuk mengerjakan sholat 5 waktu, maka orang tua agar mengingatkan anak dengan cara memberi pukulan yang mendidik, bukan dengan pukulan-pukulan keras yang malah membuat anak trauma.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p   style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px;   font-weight: normal; text-indent: 6px; font-family:Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dari hadits ini dapat kita lihat bagaimana wajibnya mengerjakan sholat 5 waktu. Bahkan anak umur 10 tahun (yang biasanya belum baligh) sudah diperintahkan untuk dipukul jika meninggalkan sholat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p   style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px;   font-weight: normal; text-indent: 6px; font-family:Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p   style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px;   font-weight: normal; text-indent: 6px; font-family:Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(51, 51, 51); font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 19px; "&gt;&lt;div class="posttitle" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;h2 style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-family: Georgia, Verdana, Arial, serif; font-size: 1.4em; margin-top: 1em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; letter-spacing: 1px; font-weight: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Download Slide Show Tata Cara Sholat&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p class="post-info" style="line-height: 1.6em; font-size: 0.9em; color: rgb(153, 153, 153); margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-left: 0px; background-image: url(http://s3.wordpress.com/wp-content/themes/pub/mistylook/img/underline1.jpg); background-repeat: no-repeat; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; padding-bottom: 12px; background-position: 0% 100%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Juli 8, 08 oleh &lt;/span&gt;&lt;a href="http://assunah.wordpress.com/author/assunah/" title="Tulisan oleh Zubair" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; text-decoration: none; color: rgb(38, 94, 21); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Zubair&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry" style="padding-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; margin-top: 1em; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-right: 1em; "&gt;&lt;div class="snap_preview" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;p style="text-align: justify; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0.7em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; line-height: 1.6em; "&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;BIsmillah…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0.7em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; line-height: 1.6em; "&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Segala puji hanya milik Allah, Pencipta alam semesta.Kita patut bersyukur, karena kasih sayang Allah yang tiada taranya. Yang telah menurunkan Syari’at Islam, sehingga kita dapat berjalan di muka bumi ini sesuai dengan yang di ridhoi-Nya. Syari’at ini tidak akan sampai kepada kita apabila tidak disampaikan oleh Rosul kita Muhammad SAW, semoga Allah menurunkan rahmat kepada Beliau.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0.7em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; line-height: 1.6em; "&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Salah satu syari’at yang diajarkan oleh Hamba Allah yang paling mulia itu adalah Shalat 5 Waktu. Kita tentu sudah meyakini betapa pentingnya kewajiban sekaligus kebutuhan kita tersebut. Namun sangat disayangkan, betapa banyaknya umat muslimin termasuk kita semua yang masih belum mengetahui tata cara shalat yang benar.  Oleh karena itu “Belajar” adalah salah satu jalan keluar dari kebodohan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0.7em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; line-height: 1.6em; "&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span id="more-61" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0.7em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; line-height: 1.6em; "&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Belajar Sholat bisa dilakukan dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Asalkan dengan suatu catatan sholat yang kita laksanakan haruslah sesuai dengan yang diajarkan oleh Rosululloh Muhammad SAW. Bukankah Beliau telah bersabda “&lt;/span&gt;&lt;em style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Sholatlah sebagaimana kalian melihatku Sholat.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt; Bila kita sewaktu kecil belajar sholat oleh ustadz atau kiayi tanpa mengetahui dasar-dasarnya yang jelas, maka saat inilah kewajiban kita untuk mencari ilmu tentang sholat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0.7em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; line-height: 1.6em; "&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Kali ini antum dapat &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download.php?uid=Y6ugmZyuZLOamZbzZKqZnJGlaaeZnJupZw%3D%3D2" target="_blank" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; text-decoration: none; color: rgb(38, 94, 21); border-bottom-color: rgb(153, 102, 51); border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: dashed; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;mendownoad tata cara Shola&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;t yang insya Allah sesuai yang diajarkan oleh beliau. Apabila antum menemukan sesuatu hal yang dianggap ganjil atau tidak sesuai dengan syari’at Rasul Muhammad SAW silahkan hubungi saya..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0.7em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.7em; margin-left: 0px; line-height: 1.6em; "&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download.php?uid=Y6ugmZyuZLOamZbzZKqZnJGlaaeZnJupZw%3D%3D2" target="_blank" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; text-decoration: none; color: rgb(38, 94, 21); border-bottom-color: rgb(153, 102, 51); border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: dashed; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Area Download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p   style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px;   font-weight: normal; text-indent: 6px; font-family:Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="border-collapse: separate; color: rgb(51, 51, 51);  line-height: 19px; font-family:verdana;"&gt;&lt;div class="posttitle" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;h2 style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-family: Georgia, Verdana, Arial, serif; font-size: 1.4em; margin-top: 1em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; letter-spacing: 1px; font-weight: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204); font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry" style="padding-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; margin-top: 1em; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-right: 1em; "&gt;&lt;div class="snap_preview" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-6428121224128598857?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/6428121224128598857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=6428121224128598857&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/6428121224128598857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/6428121224128598857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/sholat-5-waktu.html' title='Sholat 5 Waktu'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-3059126759011334597</id><published>2009-01-01T07:01:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T07:42:33.370-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholat'/><title type='text'>Tentang Makmum</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"   style="  ;font-family:Verdana;font-size:13px;"&gt;&lt;h3 class="storytitle" id="post-882"  style="text-align: justify; font-weight: normal; margin-bottom: 0.33em; margin-top: 0.25em; font-size:1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(181, 65, 65);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Tentang Makmum&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="meta" style="text-align: justify; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="storycontent"&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Bismillah,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Pada artikel kali ini, saya hendak berbagi ilmu tentang makmum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Yang dimaksud dengan makmum adalah jama’ah sholat (wajib) yang gerakannya mengikuti imam sholat. Dengan kata lain, makmum merupakan bagian dari sholat berjama’ah. Tanpa adanya makmum, maka tidak ada sholat berjama’ah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Sholat berjama’ah merupakan hal yg SANGAT DIANJURKAN, sebagaimana hadits Rasululloh SAW:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;a) &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;“Hai manusia, sholatlah kamu di rumahmu masing-masing. Sesungguhnya sebaik-baik sholat adalah sholat seseorang di rumahnya, kecuali sholat lima waktu.” &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;(HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;b)&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; “Janganlah kamu larang wanita-wanita ke masjid, walau rumah mereka lebih baik bagi mereka buat beribadah.” &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;(HR Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;c) &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Abdullah bin Umar r.a. mengatakan bahwa Rasululloh bersabda, “Shalat berjamaah itu melebihi shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;d) &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Abu Said al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Nabi saw. bersabda, “Shalat berjamaah itu melebihi shalat sendirian dua puluh lima derajat.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Dari hadits di atas, sholat jama’ah (di masjid) tidak hanya dianjurkan untuk kaum laki-laki, tapi juga bagi perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Berikut adalah beberapa hal yang berkaitan dengan makmum:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;1. Berniat menjadi makmum.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Seorang makmum mesti berniat menjadi makmum. Apabila dia berniat menjadi imam, sementara kondisinya dia adalah makmum, maka bisa dikatakan tidak sah sholatnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;2. Makmum WAJIB mengikuti gerakan imam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Hal ini terutama jika makmum tersebut terlambat (masbuq). Dalilnya adalah hadits berikut,&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;“Imam itu dijadikan hanyalah semata-mata agar diikuti. Apabila ia sudah takbir, bertakbirlah kamu; apabila dia ruku, rukulah kamu; apabila dia sujud, sujudlah kamu. Apabila dia shalat dengan berdiri, shalatlah kamu dengan berdiri.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;*Terkait dengan dalil ini, maka menurut pendapat (penafsiran) pribadi, saya beranggapan seorang makmum mesti mengikuti gerakan imam, selama gerakan imam tersebut tidak menyalahi ketentuan/rukun sholat. Dengan demikian, jika seorang makmum tidak mengikuti gerakan imam (dia memisahkan diri dari imam yg dia ikuti), maka makmum tersebut ‘batal’ menjadi makmum dan dia dianggap sebagai sholat sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Hal ini seringkali terjadi saat qunut. Seperti saya pernah utarakan, qunut BUKANLAH harga mati. Dengan demikian, apabila imamnya qunut, hendaklah sang makmum ikut qunut, walau dia bukan penganut aturan qunut. Jika sang makmum tidak berqunut, berdasar penafsiran saya terhadap hadits di atas, maka sang makmum dianggap sholat sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Hal yg sama apabila sang imam tidak berqunut, lalu makmumnya berqunut. Maka sang makmum dianggap sholat sendiri, bukan berjama’ah. Ini sekaligus menjawab pertanyaan &lt;a href="http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/qunut-perbedaan-tiada-akhir.html"&gt;Umat Muslim&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;.*&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;3. Makmum DILARANG MENDAHULUI imam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Perhatikan hadits berikut. &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Dari Anas r.a, Rasululloh SAW berkata,”Hai manusia, sesungguhnya aku imam bagi kamu, maka janganlah kamu mendahului aku waktu ruku’, sujud, berdiri, duduk, dan salam.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; (HR Ahmad dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Dalam hadits lain disebutkan, dari &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Abu Hurairah r.a, katanya telah bersabda Rasululloh SAW,”Apakah seseorang tidak takut, apabila ia, megangkat kepalanya mendahului imam, ALLOH akan mengubah kepalanya menjadi kepala himar (keledai).”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Dengan demikian, jelaslah, bahwa seorang makmum itu TIDAK BOLEH mendahului imam. Sayangnya, dalam kehidupan sehari-hari, pada saat sholat berjama’ah, seringkali saya temui para makmum ‘balapan’ dengan imam dalam melakukan gerakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Agar seorang makmum tidak dianggap mendahului imam, hendaknya makmum tidak dulu melakukan gerakan hingga imam selesai melakukan gerakan. Biasanya, untuk mudahnya, selesainya sebuah gerakan diiringi dengan takbir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Sebagai contoh, saat takbiratul ihram. Seorang imam akan mengucapkan “ALLOOOOOHU AKBAR”. Saat kata “Bar”, imam sudah menyedekapkan tangan. Saat itulah, makmum baru bergerak mengikuti gerakan imam, dengan melakukan takbiratul ihram dan menyedekapkan tangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Contoh lain, usai i’tidal (berdiri dari ruku) menuju sujud, imam mengucapkan “ALLOOOOOHU AKBAR”. Saat kata “Bar”, imam sudah dalam posisi sujud. Saat itu, makmum juga mengikuti imam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Kenyataannya, seringkali saya dapati, terutama makmum di sisi kanan dan kiri, imam belum selesai mengucap “Bar”, mereka sudah bergerak mengikuti imam. Lebih ekstrim lagi pernah saya temui, seorang makmum sudah siap sujud, padahal sang imam baru i’tidal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Dalil yg menguatkan adalah sebagai berikut,&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; Abdullah bin Yazid berkata, “Al-Barra’ memberitahukan kepadaku, sedangkan dia bukan seorang pendusta, bahwa Rasululloh mengucapkan, ‘Sami’allahu liman hamidah’, maka tidak ada seorang pun di antara kami yang membengkokkan punggungnya sehingga Nabi sujud. Kemudian sesudah itu kami turun untuk sujud.’”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Semoga kita bisa lebih memperhatikan sholat kita, terutama saat menjadi makmum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;4. Susunan makmum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Susunan makmum, yang dicontohkan Rasululloh SAW adalaha sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;- Makmum laki-laki berdiri di belakang imam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;- Makmum anak kecil (laki-laki) berdiri di belakang makmum laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;- Makmum perempuan (dewasa ataupun anak kecil) berdiri di sebelah belakang makmum anak kecl laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Dalil dari posisi ini adalah hadits berikut,”Nabi pernah mengatur barisan laki-laki dewasa di depan barisan anak-anak, dan barisan perempuan di belakang barisan anak-anak.” (Al Hadits)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Di beberapa tempat, saya pernah temui makmum perempuan sejajar dengan makmum laki-laki. Ketika saya konfirmasi kepada pengurus masjid, mereka mengatakan bahwa adalah hal sulit untuk menempatkan makmum perempuan di belakang makmum laki-laki karena tata ruang dari masjid mereka sudah begitu adanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Saya pribadi menyayangkan alasan itu, karena sebenarnya hal2 seperti itu masih bisa dicarikan solusinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;5. Makmum mesti mendengarkan bacaan imam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Dalilnya adalah,&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;“Barangsiapa mengikuti imam, maka bacaan imam itu (menjadi) bacaan baginya.”. Hadits lain,”Dijadikan imam itu hanya untuk diturut. Karenanya, apabila ia takbir hendaklah kamu takbir, dana apabila ia membaca (Al Qur’an pada saat sholat), hendaklah kamu diam (mendengarkan).”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;6. Makmum menyebut aamiin&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Aamiin MESTI diucap oleh makmum apabila imam selesai membaca Al Fatihah. Dalilnya, &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Abu Hurairah bahwa Rasululloh bersabda, “Apabila imam selesai mengucapkan, ‘Ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladhdhaalliin ; maka ucapkanlah, ‘Amin.’ Karena sesungguhnya orang yang bacaannya bersamaan dengan malaikat, maka diampunilah dosanya yang telah lalu.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Dalam hadits di atas juga disebutkan, sebaiknya ucapan aamiin ini bersama-sama dengan imam, karena dosanya akan diampuni, sebagaimana hadits berikut, &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Abu Hurairah mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Apabila imam (dan dalam satu riwayat: pembaca 7/167) membaca amin, maka bacalah amin olehmu. Karena, malaikat juga mengucapkan amin. Sesungguhnya barangsiapa yang bacaan aminnya bersamaan dengan bacaan amin malaikat, maka diampunilah dosanya yang telah lampau.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" font-style: italic;font-size:16px;"&gt;Penjelasan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" font-style: italic;font-size:16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" font-style: normal; line-height: normal; font-size:13px;"&gt;&lt;h3 class="storytitle" id="post-366"  style=" font-weight: normal; margin-bottom: 0.33em; margin-top: 0.25em; font-size:1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(181, 65, 65);"&gt;Aamiin…BUKAN Amin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="meta" style="font-size: 0.85em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="storycontent"&gt;&lt;p  style=" line-height: 1.65em; font-size:1em;"&gt;Beberapa waktu lalu aku sempat berbincang-bincang dengan seorang ustadz. Entah bagaimana, pembicaraan berujung pada pembahasan amin dan &lt;span class="hilite"&gt;aamiin&lt;/span&gt;.&lt;a id="more-366"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style=" line-height: 1.65em; font-size:1em;"&gt;Ustadz tersebut menjelaskan, bahwa TERDAPAT PERBEDAAN YANG MENDASAR antara amin dan aamiin. &lt;span class="hilite"&gt;Aamiin&lt;/span&gt; mempunyai arti (Ya ALLOH) kabulkanlah, diucapkan setiap berdoa dan setelah imam sholat membaca Al Fatihah. Sementara amin merupakan gelar, yakni yang bisa dipercaya. Sekedar mengingatkan lagi, Rasululloh SAW mempunyai gelar Al Amin.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;So, perhatikan…JANGAN SAMPAI DOA KITA TIDAK TERKABUL gara2 masalah sepele ini. Terutama jika ada yg berdoa, kita ucapkan amin…amin…amin…menurut ustadz hal itu akan mengakibatkan doa tidak terkabul, karena ‘yang diminta’ bukanlah permohonan untuk dikabulkan, tapi malah menyatakan ‘bisa dipercaya…bisa dipercaya…’ &lt;img src="http://tausyiah275.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif" alt=":-)" class="wp-smiley" /&gt; Seharusnya ucapkan &lt;span class="hilite"&gt;aamiin&lt;/span&gt;…&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Demikian sekilas info dari hasil bincang-bincangku dengan seorang ustadz, semoga berguna &lt;img src="http://tausyiah275.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;7. Makmum tidak boleh terpisah dari imam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Untuk poin 7 ini, sedikitnya ada 2 pendapat:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;a) Makmum MESTI BISA melihat imam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;b) Makmum cukup bisa mendengar imam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Dalilnya: &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Abu Mijlaz berkata, “Boleh seseorang bermakmum kepada imam, meskipun di antara keduanya terdapat jalan atau dinding apabila dia dapat mendengar takbir imam.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;8. Makmum laki-laki TIDAK BOLEH berimam kepada imam perempuan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Dalil dari poin 8 ini adalah hadits,&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;“Perempuan janganlah dijadikan imam, sedangkan makmumnya laki-laki.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; (HR Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Barangkali pembaca akan teringat dengan kasus di New York beberapa tahun lalu, ketika ada seorang muslimah yg menjadi imam sholat dan ada makmumnya laki-laki. Belakangan diketahui bahwa muslimah tersebut adalah aktivis gerakan feminisme, yg beranggapan dalam Islam, perempuan juga punya hak yg sama untuk mengimami laki-laki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Saya tidak tahu apakah dirinya pernah membaca hadits di atas, karena sudah jelas sekali aturannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;9. Makmum mesti merapatkan shaf, terutama bila lebih dari 1 orang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Hendaknya para makmum merapatkan shaf, karena shaf yg rapat merupakan keutamaan sholat. Dalil-dalil yg berkaitan dengan merapatkan shaf adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;- &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Nu’man bin Basyir berkata, “Rasululloh bersabda, ‘Sungguh kamu sekalian meluruskan shaf-shafmu atau Allah memalingkan antara muka muka kamu.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;- &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Anas r.a. berkata, “Iqamah telah dikumandangkan, lalu Rasululloh menghadap kami dan bersabda, ‘Luruskanlah shaf-shaf kamu dan rapatkanlah, karena sesungguhnya aku melihatmu dari belakang punggungku.’ Salah seorang dari kami menempelkan pundaknya ke pundak kawannya, dan kakinya ke kaki kawannya.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;- &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Abu Hurairah mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Imam itu dijadikan untuk diikuti. Karena itu, janganlah kamu menyalahinya. Apabila dia sudah bertakbir, maka bertakbirlah kamu (1/179). Apabila dia ruku, maka rukulah kamu. Apabila dia membaca, ‘Sami’allaahu liman hamidah’ ; maka bacalah, ‘Rabbana wa lakal hamdu.’ Apabila dia sujud, maka sujudlah kamu. Apabila dia shalat dengan duduk, maka shalatlah kamu semua dengan duduk. Luruskan shaf (barisan) dalam shalat, sesungguhnya meluruskan shaf itu sebaik-baik shalat.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;- &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Anas mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Luruskanlah shaf kalian, karena meluruskan shaf itu adalah termasuk kesempurnaan mendirikan shalat.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Bagaimana posisi shaf yg rapat itu? Dalam hadits Anas sudah disebutkan, shaf yg rapat itu adalah pundak bertemu pundak, dan kaki bertemu kaki. Dalil lainnya adalah&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; Nu’man bin Basyir berkata, “Aku melihat bahwa setiap orang di antara kami merapatkan mata kakinya dengan mata kaki sahabatnya.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;10. Posisi shaf yg utama bagi makmum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Posisi yang dimaksud di sini bukanlah posisi seperti di poin 4.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Posisi shaf yg utama bagi laki-laki adalah di depan. Semakin depan (dekat dg imam), maka semakin utama. Sementara bagi perempuan, shaf terbaik adalah di belakang. Semakin belakang semakin utama bagi mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Dalilnya adalah,&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;“Sebaik-baik shaf (barisan) laki-laki itu di bagian depan, dan seburuk-buruknya di bagian belakang. Dan sebaik-baiknya shaf perempuan adalah di bagian belakang dan seburuk-buruknya di bagian depan.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Semoga artikel ini bermanfaat dan meningkatkan gairah kita (terutama kaum laki-laki) untuk sholat berjama’ah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-3059126759011334597?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/3059126759011334597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=3059126759011334597&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/3059126759011334597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/3059126759011334597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/tentang-makmum.html' title='Tentang Makmum'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-7170397701759623224</id><published>2009-01-01T07:00:00.001-08:00</published><updated>2009-01-01T07:01:02.036-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholat'/><title type='text'>Sholat Jama’ (Jamak) dan Qashar</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 13px; "&gt;&lt;h3 class="storytitle" id="post-879" style="text-align: justify;font-size: 1.5em; font-weight: normal; margin-bottom: 0.33em; margin-top: 0.25em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(181, 65, 65);"&gt;Sholat Jama’ (Jamak) dan Qashar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="meta" style="text-align: justify;font-size: 0.85em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="storycontent"&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Bismillah,&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Pada kesempatan ini, saya hendak menjelaskan pengertian sholat jama’ dan sholat qashar. Latar belakang artikel ini dibuat, karena ada seorang temanku yg ’salah’ membedakan sholat jama’ dan qashar. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan baginya dan bagi anda semua.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Yang dimaksud dengan sholat jama’ adalah menggabungkan 2 sholat dalam 1 waktu. Sebagai contoh menggabungkan sholat Dhuhur dan Ashar, serta sholat Maghrib dan Isya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalil yang digunakan adalah:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) &lt;em&gt;Dari Muadz bin Jabal bahwa Rasululloh SAW apabila beliau melakukan perjalanan sebelum matahari condong (masuk waktu sholat zuhur), maka beliau mengakhirkan sholat zuhur kemudian menjamaknya dengan sholat ashar pada waktu ashar, dan apabila beliau melakukan perjalanan sesudah matahari condong, beliau menjamak sholat zuhur dan ashar (pada waktu zuhur) baru kemudian beliau berangkat. Dan apabila beliau melakukan perjalanan sebelum magrib maka beliau mengakhirkan sholat magrib dan menjamaknya dengan sholat isya, dan jika beliau berangkat sesudah masuk waktu magrib,maka beliau menyegerakan sholat isya dan menjamaknya dengan sholat magrib. &lt;/em&gt;(Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;2)&lt;em&gt;Rasululloh SAW menjamak sholat magrib dan isya pada malam yang hujan. Dalil lainnya yaitu salah satu perbuatan sahabat, dari Nafi’: bahwa Abdulloh Ibnu Umar sholat bersama para umara (pemimpin) apabila para umara tersebut menjamak sholat magrib dan isya pada waktu hujan.&lt;/em&gt; (HR Bukhori)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;3) &lt;em&gt;Rasululloh SAW menjamak antara sholat zuhur dan ashar dan antara sholat magrib dan Isya bukan karena rasa takut dan hujan.&lt;/em&gt; (HR Muslim)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;4) &lt;em&gt;Adalah Rasululloh SAW dalam peperangan Tabuk, apabila hendak berangkat sebelum tergelincir matahari, maka beliau mengakhirkan Dzuhur hingga beliau mengumpulkannya dengan Ashar, lalu beliau melakukan dua shalat itu sekalian. Dan apabila beliau hendak berangkat setelah tergelincir matahari, maka beliau menyegerakan Ashar bersama Dzuhur dan melakukan shalat Dzuhur dan Ashar sekalian. Kemudian beliau berjalan. Dan apabila beliau hendak berangkat sebelum Maghrib maka beliau mengakhirkan Maghrib sehingga mengerjakan bersama Isya’, dan apabila beliau berangkat setelah Maghrib maka beliau menyegerakan Isya’ dan melakukan shalat Isya’ bersama Maghrib“. &lt;/em&gt;(HR Tirmidzi)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;5) &lt;em&gt;Dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjama antara Zhuhur dan Ashar jika berada dalam perjalanan, juga menjama antara Maghrib dan Isya. &lt;/em&gt;(HR Bukhari)&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa syarat melakukan sholat jama’, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Bepergian jauh dan tujuannya bukan untuk bermaksiat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Apabila melakukan sholat berjama’ah, maka imamnya harus musafir juga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Karena sedang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan berat yang betul-betul sulit ditinggalkan. Misalnya seorang dokter yang mesti melakukan operasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada 2 jenis sholat jama’, yakni:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Jama’ Taqdim (ada juga yg menuliskan ta’dim, takdim, dst)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jama’ taqdim adalah ‘menarik’ lebih awal waktu sholat. Jadi, apabila kita hendak bepergian yg kira2 cukup jauh di waktu Dhuhur, usai sholat Dhuhur kita lanjutkan dengan sholat Ashar. Hal yang sama berlaku untuk sholat Isya’, yang dilakukan di saat Magrib.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Yang tidak diperbolehkan dijama’ taqdim adalah Dhuhur di waktu Subuh, ataupun Magrib di waktu Ashar. Selain itu tidak boleh menjama’ Ashar dg sholat Jum’at (di hari Jum’at).&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk melaksanakan sholat jama’ taqdim, maka ada hal-hal yg mesti diperhatikan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Kerjakan dulu sholat Dhuhur baru Ashar (atau Magrib dulu baru Isya).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Niat jama’ dilakukan saat hendak sholat Dhuhur atau Magrib. Dengan demikian, tidak sah jika niat jama’ dilakukan saat sholat Ashar atau Isya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Dilakukan ‘menyambung’, dalam artian, tidak melakukan sholat sunnah setelah sholat Dhuhur atau Magrib.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;2. Jama’ Takhir (ada juga yg menulis ta’hir, taqhir, dst)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jama’ takhir kebalikan dari poin 1. Dengan demikian, kita ‘mengulur’ sholat di waktu berikutnya. Berdasarkan poin 1, maka kita bisa simpulkan bahwa jama’ takhir itu berarti sholat Dhuhur &amp;amp; Ashar di waktu Ashar, dan sholat Maghrib &amp;amp; Isya di waktu Isya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Hal yg tidak diperbolehkan adalah Isya di saat Subuh dan Ashar di saat Maghrib.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk melaksanakan sholat jama’ takhir, maka ada hal-hal yg mesti diperhatikan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Niat jama’ tetap dilakukan di saat sholat Dhuhur atau Magrib.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Kita masih berada dalam perjalanan pada saat Ashar atau Isya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Khusus untuk sholat jama’ takhir, kita mesti mendahulukan waktu sholat yg terakhir. Sebagai contoh, jika kita jama’ takhir Dhuhur dan Ashar, maka kita sholat Ashar dahulu barulah sholat Dhuhur.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Tata cara sholat jama’ sama dengan sholat biasa.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Sementara itu, yang dimaksud dengan &lt;strong&gt;sholat qashar&lt;/strong&gt; adalah menyingkat sholat. Sholat yang bisa disingkat hanya sholat dengan jumlah raka’at 4, yakni Dhuhur, Ashar, dan Isya. Sementara Magrib, terlebih lagi Subuh, tidak bisa disingkat.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalil-dalilnya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) &lt;em&gt;“Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar shalatmu jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu”. &lt;/em&gt;(An Nisa 101).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;2) &lt;em&gt;“Saya telah bertanya kepada Anas tentang mengqashar shalat. Jawabnya: Rasululloh SAW apabila ia berjalan jauh 3 mil atau 33 farskah (25,92 km), maka beliau shalat dua rakaat”&lt;/em&gt; (Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud dari Yahya bin Mazid r.a)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;3)&lt;em&gt; “Telah berkata Ibnu Abbas: Rasululloh SAW pernah sembahyang jama’ antara Dhuhur dan Ashar, dan antara Maghrib dan Isya, bukan diwaktu ketakutan dan bukan di dalam pelayaran (safa). Lantas ada orang bertanya kepada Ibnu Abbas: mengapa Nabi SAW berbuat begitu? Ia menjawab: Nabi SAW berbuat bgitu karena tidak mau memberatkan seorangpun daripada umatnya”.&lt;/em&gt; (HR Imam Muslim)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;4) &lt;em&gt;Dari Muhammad bin Ja’far : ” Telah bercerita kepadaku Syu’bah, dari Yahya bin Yazid Al-Hanna’i yang menuturkan : “Aku bertanya kepada Anas bin Malik tentang mengqashar shalat. Sedangkan aku pergi ke Kufah maka aku shalat dua raka’at hingga aku kembali. Kemudian Anas berkata : “Artinya : Adalah Rasululloh SAW manakala keluar sejauh tiga mil atau tiga farskah (Syu’bah ragu), dia mengqashar shalat. (Dalam suatu riwayat) : Dia shalat dua rakaat”. &lt;/em&gt;(HR Imam Ahmad (3/129) dan Al-Baihaqi (2/146).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;5) &lt;em&gt;Dari Ya’la bin Umayyah bahwasanya dia bertanya kepada Umar ibnul Kaththab –radhiallahu anhu tentang ayat ini seraya berkata: “Jika kamu takut di serang orang-orang kafir”, padahal manusia telah aman ?!”. Sahabat Umar –radhiallahu anhu menjawab: “Aku sempat heran seperti keherananmu itu lalu akupun bertanya kepada Rasululloh SAW tentang hal itu dan beliau menjawab: “(Qashar itu) adalah sedekah dari ALLOH SWT kepadamu, maka terimahlah sedekah ALLOH SWT tersebut.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim, Abu Dawud)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Untuk melakukan sholat Qashar, maka kita mesti berniat untuk sholat Qashar. Karena disingkat menjadi 2 raka’at, maka perlakuannya serupa dengan sholat Shubuh.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu ada juga syarat-syarat yang mesti diperhatikan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Orang yang melakukan qashar = musafir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Seseorang dikatakan musafir jika menempuh lebih kurang 88 km (atau lebih). Di hadits lain disebutkan bahwa Rasululloh SAW jika bepergian lebih dari 15 km, beliau juga melakukan qashar, seperti hadits berikut,&lt;em&gt;“Dari Yahya bin Yazid al-Hana?i berkata, saya bertanya pada Anas bin Malik tentang jarak shalat Qashar. Anas menjawab: “Adalah Rasululloh SAW jika keluar menempuh jarak 3 mil atau 3 farsakh beliau shalat dua rakaat.”&lt;/em&gt; (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Pertanyaannya, apakah boleh kita menggabungkan jama’ dan qashar?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Di dalam bukunya, As-Shalah (hal 181), Prof.Dr. Abdullah Ath-Thayyar menyatakan bahwa Rasululloh SAW pernah melakukan gabungan jama’ dan qashar sekaligus. Pendapat ini juga merupakan fatwa para ulama termasuk syaikh Abdul Aziz bin Baz.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Semoga bermanfaat&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-7170397701759623224?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/7170397701759623224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=7170397701759623224&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/7170397701759623224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/7170397701759623224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/sholat-jama-jamak-dan-qashar.html' title='Sholat Jama’ (Jamak) dan Qashar'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-2582836016659781500</id><published>2009-01-01T06:42:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T06:59:37.086-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholat'/><title type='text'>Qunut, Perbedaan Tiada Akhir</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(181, 65, 65); font-family: Verdana; font-size: 13px; text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  ;font-family:Verdana;font-size:13px;"&gt;&lt;div class="meta" style="text-align: justify; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Qunut, Perbedaan Tiada Akhir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="storycontent"&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px; "&gt;Salah satu &lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 48px; line-height: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 21px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;khilafiyah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 21px; "&gt; (perbedaan) yg selalu ‘ramai’ dan (rasa2nya) tidak pernah berhenti (dan tidak ada bosannya) untuk diperdebatkan dan didiskusikan adalah masalah qunut (di saat sholat Subuh). Di Indonesia, perdebatan tiada akhir ini akan senantiasa terjadi antara kalangan NU (yg pro qunut) dengan kelompok lain yg menolak qunut. Di satu waktu bahkan saya pernah temui pertentangan qunut ini sudah menjurus kepada pro Imam Syafi’i dan anti Imam Syafi’i.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Wah wah, hal2 seperti ini yg sangat membahayakan umat Islam, karena akan membuat perpecahan yg tidak berkesudahan. Padahal qunut bukanlah ‘harga mati’, namun ada kompromi2 yg bisa dilakukan untuk hal ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Qunut, menurut para pengikut Imam Syafi’i (yg menurut saya terlalu fanatik) menganggap bahwa qunut merupakan hal WAJIB dilakukan saat sholat Subuh. Sementara itu, saya pernah baca juga bahwa kaum Wahabi dan Salafiyah menentang pendapat ini. Mereka mengatakan bahwa qunut itu sunnah saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Di sini, saya hendak menjelaskan apa arti qunut dan bagaimana menyikapinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hukum asal Qunut adalah SUNNAH, karena Rasululloh SAW TIDAK PERNAH memerintahkan atau juga melarang melakukan qunut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Beberapa rujukan hadits-hadits berikut menyatakan bahwa Rasululloh SAW TIDAK SELALU qunut:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Abu Hurairah berkata, “Sungguh saya akan mendekati shalat Nabi.” Lalu Abu Hurairah membaca qunut dalam rakaat terakhir dari shalat zhuhur, isya, dan subuh setelah ia membaca “Sami’allahu liman hamidah”. Lalu, ia mendoakan orang-orang mukmin dan mengutuk orang-orang kafir.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Telah berkata ‘Aashim bin Sulaiman: Kami pernah bertanya kepada Anas: Sesungguhnya ada satu golongan berkata bahwa Nabi SAW tidak putus mengerjakan qunut di sholat Subuh. Jawab Anas: Mereka berdusta. Nabi pernah ber-qunut hanya sebulan, yaitu ia doakan akan kecelakaan atas kaum Musyrikin.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; (HR Khatieb)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sementara itu, hadits-hadits yang dijadikan dalil bahwa qunut itu wajib, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Telah berkata Anas: Bahwasanya Nabi SAW pernah qunut selama sebulan, ia mintakan (musibah) atas pembunuh-pembunuh sahabatnya di telaga Mau’unah, kemudian beliau tinggalkan. Adapun Subuh maka tetap Rasululloh SAW kerjakan hingga meninggal dunia.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; (HR Hakim)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Anas berkata, “Qunut itu pada shalat magrib dan subuh.” &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;(HR Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Saya termasuk orang yg tidak berqunut di saat sholat Subuh, terutama bila sholat berjamaah dengan istri. Namun, apabila saya sholat Subuh di masjid, otomatis sebagai makmum, saya ikut melakukan qunut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Q:”Lho, apakah boleh bersikap seperti itu? Kadang qunut, kadang tidak?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;A:”Apakah ada larangannya?”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Q:”Memang tidak ada…Tapi kesan yg saya tangkap, anda ibadahnya tidak konsisten.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;A:”Tidak konsisten kenapa? Karena kadang qunut kadang tidak?”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Saya pernah mengalami kejadian di atas. Ada yg menganggap ibadah (Subuh) saya tidak konsisten karena sikap saya terhadap qunut. Lalu saya teringat dengan kisah Imam Malik yg mengerjakan qunut saat menjadi imam sholat Subuh di kediaman Imam Syafi’i, padahal beliau tidak pernah ber-qunut sebelumnya. Saat ditanya mengapa beliau ber-qunut, dijawablah, bahwa tindakan tersebut (qunut) beliau lakukan sebagai penghormatan kepada Imam Syafi’i.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Jadi, seperti saya katakan di awal artikel, qunut bukan harga mati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Q:”Lho, jadi qunut saat Subuh itu betul?”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;A:”Betul, karena dalilnya ada. Qunut itu betul, bagi yg meyakini bahwa qunut subuh itu wajib.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Q:”Lantas, yg tidak qunut saat Subuh juga betul?”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;A:”Tentu saja betul, karena mereka beranggapan bahwa qunut Subuh tidak wajib.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Q:”Lha, kalo begitu, siapa yg salah?”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Q:”Yang salah? Yaaa jelas, yg salah adalah yg tidak sholat Subuh. Gitu aja kok repot!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;Do'a Qunut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); font-family: Georgia; font-size: 16px; line-height: normal; "&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SVzXx1pz4FI/AAAAAAAAACE/_BrTfoFZ9l4/s400/doa-qunut.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286337313842126930" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 302px; height: 284px; " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;*Arti Khilafiyah:&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 20px; font-weight: normal; line-height: normal; "&gt;&lt;a href="http://tausyiah275.blogsome.com/2007/08/12/arti-khalifah-khilafah-khilafiyah-khilaf/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Arti Khalifah, Khilafah, Khilafiyah, Khilaf" style="text-decoration: none; color: rgb(181, 65, 65); border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: white; border-right-color: white; border-bottom-color: white; border-left-color: white; "&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(181, 65, 65); font-size: 20px; line-height: normal;"&gt;Arti Khalifah, Khilafah, Khilafiyah, Khilaf&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 20px; font-weight: normal; line-height: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 21px; "&gt;Keempat kata di atas sangat mirip karena hanya berbeda letak a dan i, serta ada sedikit tambahan. Namun sesungguhnya keempat kata tersebut memiliki 4 arti/makna yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; font-weight: normal; line-height: normal; "&gt;&lt;div class="storycontent"&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;strong&gt;Khalifah = pemimpin pemerintahan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Contoh penggunaan: Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali adalah 4 khalifah awal pasca meninggalnya Rasululloh SAW. Keempatnya sering disebut Khulafaur Rasyidin.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;strong&gt;Khilafah = pemerintahan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Contoh penggunaan: Khilafah Utsmani yg berpusat di Turki, runtuh pada awal abad 20.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="hilite"&gt;Khilafiyah&lt;/span&gt; = perbedaan pendapat.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Contoh penggunaan: Masalah ushalli dan qunut merupakan hal yg menjadi &lt;span class="hilite"&gt;khilafiyah&lt;/span&gt; di kalangan umat muslim.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;strong&gt;Khilaf = alpa/tidak sadar.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Contoh penggunaan: Pembunuhan dilakukan si Fulan karena dirinya khilaf.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Semoga bermanfaat dan tidak salah pengertian dan penggunaan. &lt;img src="http://tausyiah275.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif" alt=":-)" class="wp-smiley" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-2582836016659781500?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/2582836016659781500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=2582836016659781500&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/2582836016659781500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/2582836016659781500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/qunut-perbedaan-tiada-akhir.html' title='Qunut, Perbedaan Tiada Akhir'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SVzXx1pz4FI/AAAAAAAAACE/_BrTfoFZ9l4/s72-c/doa-qunut.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-5159659166418647141</id><published>2009-01-01T06:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T06:41:45.096-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholat'/><title type='text'>Sholat Dhuha Dahulu, Baru Beraktivitas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Sholat Dhuha Dahulu, Baru Beraktivitas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 13px; "&gt;&lt;h3 class="storytitle" id="post-850" style="text-align: justify;font-size: 1.5em; font-weight: normal; margin-bottom: 0.33em; margin-top: 0.25em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(181, 65, 65);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="meta" style="text-align: justify;font-size: 0.85em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="storycontent"&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu sholat sunnah yg dicontohkan Rasululloh SAW adalah sholat sunnah Dhuha. Bahkan beliau menjadikan sholat dhuha ini sebagai salah satu wasiat beliau, sebagaimana hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abu Hurairah r.a. meriwayatkan: ” Kekasihku, Rasulullah SAW berwasiat kepadaku mengenai tiga hal :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a) agar aku berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b) melakukan sholat dhuha dua raka’at dan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;em&gt;c) melakukan sholat witir sebelum tidur.” &lt;/em&gt;( H.R. Bukhari &amp;amp; Muslim ).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/em&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Aku sendiri melakukan sholat dhuha, salah satunya untuk meluruskan niatku kuliah&amp;amp;bekerja, yakni menjadikan kuliah&amp;amp;kerja sebagai ibadah. Karena seringkali orang bekerja dg tujuan hanya mencari uang (duniawi) semata, sehingga melupakan aspek ibadah (akhirat).&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, manfaat sholat dhuha sendiri, dari beberapa ustad, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Agar dilapangkan dada dalam segala hal, terutama rejeki.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Ungkapan terimakasih kita kepada ALLOH SWT, atas nikmat sehat tubuh kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Pelindung kita untuk menangkal siksa api neraka di Hari Pembalasan (Kiamat) nanti.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Mendapat ganjaran surga, sesuai dengan hadits Rasululloh SAW,&lt;em&gt;“Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-dhuha ( pintu dhuha ) dan pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil,” Dimana orang yang senantiasa mengerjakan sholat dhuha ? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah.” &lt;/em&gt;( H.R. at-Tabrani).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Waktu sholat dhuha sendiri, berdasarkan contoh Rasululloh SAW, berkisar sekitar pukul 7 pagi - 10 pagi. Dengan demikian, bisa dikatakan, sholat dhuha = sholat untuk ‘memulai’ aktivitas (sebelum berangkat bekerja).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Sementara jumlah raka’atnya, minimal 2 raka’at dan maksimal 12 raka’at. Sholat dhuha bisa dilakukan sebelum berangkat ke kantor, atau segera setelah tiba di kantor. Anda bisa pilih, mana kondisi yang cocok untuk anda.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan untuk surat yg dibaca, aku senantiasa membaca Adh Dhuha(93) di raka’at pertama dan Al Ikhlas(112) di raka’at kedua, dengan alasan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Adh Dhuha = sesuai dengan sholat sunnah yg aku lakukan. Di samping itu, isi dari surat 93 ini ALLOH SWT akan memberi kecukupan kepada hamba2-Nya. Selain itu, surat ini juga mengingatakan kita agar tidak sewenang-wenang terhadap anak yatim, juga tidak menghardik orang yang meminta-minta ( &lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Pengemis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ) kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Justru pada surat ini, ALLOH SWT menyuruh kita agar berbagi rejeki yg telah diberikan-Nya, kepada orang lain yang membutuhkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;2. Al Ikhlas = untuk memperkuat iman (tauhid), bahwa hanya ALLOH SWT yg berhak disembah. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan membaca Al Ikhlas, aku berharap agar jika maut menjemputku, maka iman tidak lepas dari qalbuku.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Jadi, jangan tunggu lagi…segera dirikan sholat dhuha! &lt;img src="http://tausyiah275.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif" alt=":-)" class="wp-smiley" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Ini Menjelaskan Tentang kata Berwarna Hijau dalam tanda kurung,&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: normal; "&gt;&lt;h3 class="storytitle" id="post-741" style="font-size: 1.5em; font-weight: normal; margin-bottom: 0.33em; margin-top: 0.25em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(181, 65, 65);"&gt;Islam dan Pengemis&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="meta" style="font-size: 0.85em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="storycontent"&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Pengemis merupakan sosok yg akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Hampir di setiap hari kita temui sosok ini, baik di perempatan jalan, warung, pertokoan, dan di tempat-tempat lainnya. Bahkan terkadang kita sendiri dihampiri para pengemis dan dimintai uang oleh mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Sikap kita sendiri beraneka macam. Ada yg memberi tanpa melihat nilai uang yg diberikan. Ada juga yg mengibaskan tangan, tanda tidak mau keasikannya diganggu. Ada juga yg cuek, tidak peduli meski ada pengemis yg datang dan menghampiri.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Banyak alasan dari sikap2 mereka. Yg memberi cenderung beralasan bahwa mereka KASIHAN dan INGIN MEMBANTU. Ada juga yg menganggap mereka pemalas, sehingga tidak perlu diberi. Dan masih banyak lagi alasan lainnya… &lt;em&gt;*anda sendiri bagaimana menyikapi para pengemis? apa alasannya??*&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang pengemis sendiri bermacam-macam. Ada yg akibat rumahnya tergusur, sehingga mereka (1 keluarga) menggunakan gerobak untuk berpindah-pindah tempat dan mencari sumbangan/makanan. Ada pula yg meninggalkan kampungnya untuk mencari kehidupan yg lebih baik di Jakarta, tapi tidak melengkapi dirinya dg kemampuan yg dibutuhkan sehingga akhirnya menjadikan pengemis sebagai profesi.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Perilaku pengemis sendiri bermacam-macam. Ada yg membawa/menggendong anak kecil, ada yg anggota tubuhnya luka-luka. Ada pula yg anggota tubuhnya cacat. Ada juga yg ‘mengancam’ dg menyatakan lebih baik mengemis (minta uang) daripada menjambret, dan masih banyak perilaku-perilaku lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Nah, aku tertarik dengan fenomena pengemis ini. Bagaimana sebenarnya Islam menyikapi pengemis ini?&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Dari beberapa referensi yg aku dapatkan, didapat kesimpulan bahwa &lt;strong&gt;ISLAM MEMBOLEHKAN PENGEMIS (MINTA-MINTA)&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Hal ini didasarkan hadits Rasululloh SAW,&lt;em&gt;“Sesungguhnya meminta-minta itu sama dengan luka-luka yang dengan meminta-minta itu berarti seseorang melukai mukanya sendiri. Oleh karena itu, &lt;strong&gt;siapa mau silakan menetapkan luka itu pada mukanya, dan siapa mau silakan meninggalkan&lt;/strong&gt;, kecuali meminta kepada sultan atau meminta untuk suatu urusan yang tidak didapat dengan jalan lain.”&lt;/em&gt;&lt;em&gt; (HR Abu Daud dan Nasai)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;em&gt;Akan tetapi, meski demikian, Rasululloh SAW juga menyarankan untuk bekerja daripada mengemis, karena BEKERJA ITU LEBIH BAIK DARIPADA MENGEMIS. Dasarnya adalah hadits berikut,&lt;/em&gt;&lt;em&gt;“Seorang yang membawa tambang lalu pergi mencari dan &lt;strong&gt;mengumpulkan kayu bakar&lt;/strong&gt; lantas dibawanya ke pasar untuk dijual dan uangnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan dan nafkah dirinya maka itu &lt;strong&gt;lebih baik dari seorang yang meminta-minta kepada orang-orang yang terkadang diberi dan kadang ditolak&lt;/strong&gt;.”&lt;/em&gt; (Mutafaq’alaih)&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Ini menunjukkan keutamaan dari bekerja. Karena pengemis, sebagaimana hadits di atas, kadang diberi kadang tidak..selain itu, mengemis CENDERUNG MENGHINAKAN DIRINYA SENDIRI (menorehkan luka di muka, sebagaimana hadits sebelumnya). Sementara jika bekerja, peluang laku (apalagi jika kerja di bidang yg dibutuhkan banyak orang) akan lebih besar. Selain itu, BEKERJA JUSTRU AKAN MEMULIAKAN DIRI. Dengan catatan, bahwa KERJA DI BIDANG YG HALAL…!!!&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Selain itu, yg perlu diperhatikan adalah &lt;strong&gt;MENGEMIS HANYA BOLEH DILAKUKAN OLEH ORANG YG TIDAK MAMPU BEKERJA LAGI&lt;/strong&gt;. Mari kita perhatikan hadits berikut,&lt;em&gt;“Sedekah tidak halal buat orang kaya dan orang yang masih mempunyai kekuatan dengan sempurna.”&lt;/em&gt;(HR Tarmidzi)&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Hadits yg lebih ‘keras’ bisa kita lihat,”Siapa yg meminta-minta pada orang lain untuk menambah kekayaan hartanya berarti dia menampar mukanya sampai hari kiamat dan makan batu dari neraka jahanam. Oleh karena itu, saa yg mau silakan minta sedikit dan siapa yg mau silakan minta sebanyak-banyaknya.”(HR Tarmidzi)&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Dalam Al Qur’an sendiri, memberi uang/sedekah kepada pengemis, merupakan suatu kebajikan. Al Baqarah(2):177,&lt;em&gt;“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya &lt;strong&gt;kebajikan&lt;/strong&gt; itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan &lt;strong&gt;memberikan harta yang dicintainya&lt;/strong&gt; kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan &lt;strong&gt;orang-orang yang meminta-minta&lt;/strong&gt;; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Meski demikian, dengan ‘panduan’ dari Rasululloh SAW tersebut, maka sudah sekitar 1-2 tahun lalu, aku membatasi memberi sedekah kepada pengemis. Kriteria pengemis yg aku beri sedekah:&lt;br /&gt;1. Sudah tua&lt;br /&gt;2. Cacat tubuh yg memang tidak memungkinkan dia bekerja&lt;br /&gt;3. Keluarga nomaden, yg sering berpindah-pindah tempat tinggal. Di Jakarta, kita bisa temukan mereka di banyak tempat. Biasanya mereka tinggal di gerobak. Yg perlu diperhatikan juga, KELUARGA INI TIDAKLAH MENGEMIS, namun mereka berusaha/bekerja sebagai pemulung. Namun, aku LEBIH MENGUTAMAKAN MEMBERI keluarga seperti ini. Setidaknya mereka BERUSAHA/BEKERJA, tidak sekedar mengemis.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Pengemis yg TIDAK aku beri sedekah:&lt;br /&gt;1. Masih muda, apalagi masih anak2&lt;br /&gt;2. Membawa2 anak kecil…karena ini tindakan mengeksploitasi anak&lt;br /&gt;3. Pengemis yg memaksa&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Khusus untuk nomor 3, mungkin sedikit ‘aneh’. Pengemis memaksa…apakah ada? Jelas sekali ada pengemis yg berlaku demikian. Kita sedang tidak punya uang kecil (misalnya minimal 5000an), sehingga kita tidak bisa memberi, namun mereka malah memaksa. Saat aku baca sebuah buku hadits, ternyata ALLOH SWT TIDAK MENYUKAI PENGEMIS YG MEMAKSA.&lt;em&gt;“Sesungguhnya Allah membenci orang yang keji, yang berkata kotor dan &lt;strong&gt;membenci orang yang meminta-minta dengan memaksa&lt;/strong&gt;.”&lt;/em&gt; (AR. Ath-Thahawi)&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Kesimpulannya:&lt;br /&gt;1. Islam membolehkan orang mengemis. Namun, orang yg bekerja LEBIH BAIK daripada mengemis.&lt;br /&gt;2. Memberi sedekah kepada pengemis merupakan suatu kebajikan.&lt;br /&gt;3. Mengemis hanya dibolehkan jika orang tersebut BENAR2 TIDAK MAMPU lagi untuk bekerja.&lt;br /&gt;4. Berikan sedekah kepada pengemis yg benar2 membutuhkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Semoga artikel ini bermanfaat. &lt;img src="http://tausyiah275.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif" alt=":-)" class="wp-smiley" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-5159659166418647141?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/5159659166418647141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=5159659166418647141&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/5159659166418647141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/5159659166418647141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/sholat-dhuha-dahulu-baru-beraktivitas.html' title='Sholat Dhuha Dahulu, Baru Beraktivitas'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-2966061666495533203</id><published>2009-01-01T06:32:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T06:34:30.137-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholat'/><title type='text'>Jangan Berjalan Di Depan Orang Yang Sedang Sholat</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 13px; "&gt;&lt;h3 class="storytitle" id="post-819" style="text-align: justify;font-size: 1.5em; font-weight: normal; margin-bottom: 0.33em; margin-top: 0.25em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(181, 65, 65);"&gt;Jangan Berjalan Di Depan Orang Yang Sedang Sholat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="meta" style="text-align: justify;font-size: 0.85em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="storycontent"&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Kejadian ini sudah seringkali aku lihat, selesai sholat berjama’ah ada seseorang (katakanlah A) dg tenangnya berjalan (dari arah shaf depan) di depan orang yg sholat (katakan si B, yg kebetulan ketinggalan menjadi ma’mum), hanya karena si A merasa ibadahnya sudah selesai dan ingin segera keluar.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Tindakan yg aku lihat tidak hanya seperti di atas. Di lain kesempatan, aku juga saksikan si C dg tenangnya melewati pundak si D yg sedang tahiyyat akhir hanya karena ingin bisa keluar dari mushola/masjid.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Saudara-saudaraku para pembaca blog ini, TINDAKAN A DAN C INI JANGAN DITIRU!!!&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Rasululloh SAW mengecam dengan keras orang2 yg lewat di depan orang yg sedang sholat! Bahkan beliau menyatakan bahwa TINDAKAN/PERBUATAN LEWAT DI DEPAN ORANG YG SHOLAT ADALAH PERBUATAN DOSA, sebagaimana riwayat berikut,&lt;em&gt;Busr bin Abi Sa’id mengatakan bahwa Zaid bin Khalid menyuruhnya menemui Abu Juhaim. Ia perlu menanyakan kepadanya, apa yang pernah ia dengar dari Rasulullah mengenai orang yang berjalan di depan orang yang sedang mengerjakan shalat. Kemudian Abu Juhaim berkata, “Rasulullah bersabda, &lt;strong&gt;‘Seandainya orang yang lewat di muka orang yang sedang shalat itu mengetahui dosa yang dibebankan kepadanya, niscaya ia berdiri empat puluh lebih baik daripada ia lewat di depannya.”‘ Abu Nadhar (perawi) berkata, “Saya tidak mengetahui, apakah beliau bersabda empat puluh hari, atau empat puluh bulan, atau empat puluh tahun.”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Dari pernyataan Rasululloh SAW di atas nyatalah bahwa lebih baik kita menunggu orang tersebut selesai sholat sebelum kita akhirnya lewat di depannya! Bahkan menunggu hingga empat puluh hari, empat puluh bulan, bahkan hingga empat puluh tahun jauuuh lebih baik dan lebih utama!&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Mengapa Rasululloh SAW demikian peduli dan memperhatikan hal ini?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Saudara-saudaraku, ALLOH SWT (melalui Rasul-Nya) menetapkan &lt;a href="http://tausyiah275.blogsome.com/go.php?http://tausyiah275.blogsome.com/2007/09/20/tata-cara-sholat/" style="text-decoration: none; color: rgb(181, 65, 65); border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: white; border-right-color: white; border-bottom-color: white; border-left-color: white; "&gt;sholat&lt;/a&gt; sebagai &lt;a href="http://tausyiah275.blogsome.com/go.php?http://tausyiah275.blogsome.com/2007/04/19/rukun-islam/" style="text-decoration: none; color: rgb(181, 65, 65); border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: white; border-right-color: white; border-bottom-color: white; border-left-color: white; "&gt;rukun Islam&lt;/a&gt; no 2 jelas bukan tanpa alasan. Dalam sholat terdapat PERTEMUAN KHUSUS (PRIBADI) antara seorang hamba dengan Sang Khalik. Bagaimana seorang manusia yg lemah, dhaif telah mengkhususkan waktu dan tempat untuk bertemu dan berdialog serta mengadu dan berserah kepada-Nya. Maka ALLOH SWT (melalui Rasul-Nya) melarang orang lain untuk mengganggu pertemuan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Bisa dianalogikan, kita bertemu dengan pejabat penting, lalu tiba-tiba ada orang lain dengan seenaknya lewat di antara kita dan pejabat tersebut. Jelas kita akan marah karena pertemuan kita terganggu oleh tindakan ’selonong boy’ tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Jika kita saja tidak suka pertemuan kita dengan pejabat penting saja diganggu, mengapa kita tidak bisa ‘marah’ apabila pertemuan kita dengan ALLOH SWT diganggu?&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;Tanya (T): “Lantas, apa yg mesti saya lakukan jika ada orang hendak lewat di depan saya yg sedang sholat?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab (J): “Segera CEGAH orang tersebut lewat di depan kita!!”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;T: “Lho, apakah boleh mencegah orang lewat? Bukankah kita sedang sholat?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;J: “Tentu saja boleh…silakan lihat kembali penjelasan di atas, bahwa perbuatan lewat di depan orang sholat adalah perbuatan terlarang!”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;T: “Jika begitu, itu artinya sholat kita tidak khusyu’?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;J: “Sholat yg khusyu’ bukan berarti kita diam saja jika ada kesalahan terjadi di depan kita. Insya ALLOH kita akan bahas di lain kesempatan tentang sholat yg khusyu’.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;T: “Baik, jika kita memang boleh mencegah orang untuk tidak lewat di depan kita, bagaimana caranya?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;J: “Silakan perhatikan hadits berikut”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;em&gt;Abu Sa’id Al-Khudri mengatakan bahwa ia shalat di hari Jumat pada sesuatu yang menutupinya dari manusia. Seorang pemuda dari bani Abu Muaith akan lewat di depannya. Abu Said menolak dadanya. Maka, pemuda itu melihat. Namun, ia tidak mendapat jalan selain di depannya. Lalu, ia kembali untuk melewatinya. Namun, Abu Said menolak lebih keras daripada yang pertama. Maka, ia mendapat (sesuatu yang tidak menyenangkan-penj.) dari Abu Sa’id. Kemudian ia datang kepada Marwan, mengadukan apa yang ia jumpai dari Abu Sa’id. Abu Sa’id datang pula kepada Marwan di belakangnya, lalu Marwan bertanya, “Ada apakah kamu dan anak saudaramu, hai Abu Said?” Abu Sa’id menjawab, “Saya mendengar Nabi bersabda, ‘Apabila salah seorang di antaramu sedang shalat dengan ada sesuatu yang menutupinya dari orang banyak, lalu ada seseorang yang akan lewat di depannya, maka tolaklah ia.’ (Dan dalam satu riwayat: ‘Apabila ada sesuatu yang hendak lewat di depan seseorang di antara kamu ketika ia sedang shalat, maka hendaklah ia mencegahnya. Jika tidak mau, maka hendaklah ia mecegahnya lagi.’ 4192). Jika ia enggan, maka perangilah ia, karena sesungguhnya ia adalah setan.’”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari hadits di atas yg menjelaskan tentang sikap kita untuk melarang orang lewat di depan kita yg sedang sholat, memang tidak dijelaskan secara rinci bagaimana caranya kita melarang. Namun dari beberapa guru agamaku, mereka mengajarkan cara melarang orang lewat sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Cukup angkat tangan kita (misalnya sedang posisi bersedekap) hingga setinggi bahu kita. Jika orang tersebut datang dari arah kanan, maka angkat tangan kanan. Sementara jika datang dari kiri, maka tangan kiri yg mesti diangkat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Jika orang tersebut masih ngotot untuk lewat, maka tahan dada dia dengan tangan kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;strong&gt;catatan tambahan:&lt;/strong&gt; yg dilarang lewat di sini berlaku untuk jarak 1 sajadah milik kita. Biasanya jaraknya 1 - 1,5 meter ke depan. Jadi misalnya ada orang lewat kira2 lebih dari 1-1,5 meter, diperbolehkan *contoh ini banyak terjadi di Masjidil Haram*&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Demikian artikel singkat ini….semoga berguna.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-2966061666495533203?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/2966061666495533203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=2966061666495533203&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/2966061666495533203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/2966061666495533203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/jangan-berjalan-di-depan-orang-yang.html' title='Jangan Berjalan Di Depan Orang Yang Sedang Sholat'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-4136721706028758753</id><published>2009-01-01T06:15:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T06:22:43.464-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasa Sunnah'/><title type='text'>Jadwal Puasa Sunnah 1430 H / 2009 M</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 13px; "&gt;&lt;div class="storycontent"&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Jadwal Puasa Sunnah 1430 H / 2009 M&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Bismillahirahmanirrahim,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Hanya sekedar mengingatkan,buat kaum muslimin dan muslimat!Sehubungan dengan hendak masuknya kita ke tahun baru Hijriah, 1430 H, saya melanjutkan membuat daftar puasa sunnah untuk 1430 H dan 2009 M. Semoga bermanfaat dan kita semua bisa mengamalkannya. Aamiin.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;1. Puasa sunnah tiap hari Senin dan Kamis&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;2. Puasa Tiga Hari Setiap Bulan (Tanggal 13,14,15 di kalender Islam)&lt;br /&gt;- 10, 11, 12 Januari 2009/Muharram 1430 H&lt;br /&gt;- 8, 9, 10 Februari 2009/Shafar 1430 H&lt;br /&gt;- 10, 11, 12 Maret 2009/Rabi’ul Awwal 1430 H&lt;br /&gt;- 9, 10, 11 April 2009/Rabi’ul Akhir 1430 H&lt;br /&gt;- 8, 9, 10 Mei 2009/Jumadil Awwal 1430 H&lt;br /&gt;- 6, 7, 8 Juni 2009/Jumadil Akhir 1430 H&lt;br /&gt;- 6, 7, 8 Juli 2009/Rajab 1430 H&lt;br /&gt;- 4, 5, 6 Agustus 2009/Sya’ban 1430 H&lt;br /&gt;- Puasa (wajib) Ramadhan 1430 H - 22 Agustus - 19 September 2009 &lt;em&gt;***t275: dengan demikian, tidak ada puasa sunnah 3 hari di bulan Ramadhan..***&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;- 2, 3, 4 Oktober 2009/Syawwal 1430 H&lt;br /&gt;- 1, 2, 3 November 2009/Dzulqa’idah 1430 H&lt;br /&gt;- 30 November, 1, 2 Desember 2009/Dzulhijjah 1430 H. &lt;em&gt;***tgl 30 November = hari Tasyriq, tidak      boleh berpuasa***&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;3. Puasa Sepertiga Bulan - Yakni di bulan Dzulhijjah.&lt;br /&gt;Antara 18 November - 17 Desember 2009.&lt;br /&gt;Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah) bagi selain orang yang melaksanakan haji. Tanggal 26 November 2009.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;Tidak boleh berpuasa :&lt;br /&gt;Hari Idul Adha - 10 Dzulhijjah / 27 November 2009.&lt;br /&gt;Hari tasyriq 11,12,13 Dzulhijjah / 28, 29, 30 November 2009.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;4. Puasa Bulan Muharram - ‘Asyura’ selama 3 hari - 9, 10, 11 Muharram&lt;br /&gt;Sangat dianjurkan tanggal 9 dan 10 (Tasu’a dan ‘Asyura) 6, 7, 8 Januari 2009.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;5. Puasa pada sebagian bulan Sya’ban&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: normal; "&gt;&lt;div class="storycontent"&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;“Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim daripada Sayidatina Aisyah R.A., beliau telah berkata yang maksudnya:&lt;br /&gt;“Adalah Rasulullah S.A.W.. sering berpuasa hingga kami menyangka bahawa Baginda berpuasa berterusan dan Baginda sering berbuka sehingga kami menyangka bahawa Rasulullah akan berbuka seterusnya. saya tidak pernah melihat Baginda berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan dan saya tidak pernah melihat Baginda berpuasa sunat dalam sebulan yang lebih banyak dari puasanya di bulan Syaaban.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;6. Puasa pada bulan Syawal - 6 hari&lt;br /&gt;Tidak diperkenankan puasa pada 1 Syawal (20 September 2009)&lt;br /&gt;Antara 20 September - 19 Oktober 2009.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; line-height: 1.65em; "&gt;7. Puasa Daud - berpuasa selang seling&lt;br /&gt;Berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari. &lt;em&gt;*kecuali hari2 yang dilarang berpuasa*&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-4136721706028758753?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/4136721706028758753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=4136721706028758753&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/4136721706028758753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/4136721706028758753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/jadwal-puasa-sunnah-1430-h-2009-m.html' title='Jadwal Puasa Sunnah 1430 H / 2009 M'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-6935934519809846248</id><published>2009-01-01T05:34:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T05:59:22.361-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH 25 NABI DAN RASUL ISLAM'/><title type='text'>KISAH 25 NABI DAN RASUL ISLAM</title><content type='html'>&lt;img&gt;&lt;center&gt; &lt;table cellpadding="2" width="80%" bgcolor="#000080" border="2"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" nowrap="" align="middle" width="80%"&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 38px" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Impact;font-size:6;color:#00ff00;"&gt;KISAH &lt;span lang="en-us"&gt;25 NABI DAN RASUL&lt;/span&gt; ISLAM&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img height="173" width="174" border="0" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px" align="center"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;color:#00ffff;"&gt;Serulah (manusia) kepada  jalan Tuhan-mu dengan hikmah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px" align="center"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;color:#00ffff;"&gt;dan pelajaran yang baik  dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px" align="center"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;color:#00ffff;"&gt;Sesungguhnya Tuhanmu  Dialah yang lebih mengetahui &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px" align="center"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;color:#00ffff;"&gt;tentang siapa yang  tersesat dari jalan-Nya dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px" align="center"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;color:#00ffff;"&gt; Dialah yang lebih  mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px" align="center"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span lang="en-us"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;color:#00ffff;"&gt;( An  Nahl 125 )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" align="middle" width="80%" wrap=""&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 7px; MARGIN-BOTTOM: 7px" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#00ff00;"&gt; &lt;marquee scrollamount="2" direction="up" width="60%" height="92" align="center"&gt;Maka  Sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat  mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila  mereka itu berpaling membelakang (Ar Rum 52)&lt;/marquee&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" nowrap="" align="middle" width="80%"&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 10px; MARGIN-BOTTOM: 0px" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;color:#ffff00;"&gt;Persona Wiyata Learning Center&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 10px; MARGIN-BOTTOM: 0px" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;color:#ffff00;"&gt;Jl. Tribuana Tungga Dewi 6 Telp. 0321-7218949  Mojokerto&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 0px" align="center"&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;( &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.personawiyata.tk/"&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;http://www.personawiyata.tk&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;  )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color:#00ffff;"&gt;lisensi : Freeware&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-6935934519809846248?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/6935934519809846248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=6935934519809846248&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/6935934519809846248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/6935934519809846248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/kisah-25-nabi-dan-rasul-islam.html' title='KISAH 25 NABI DAN RASUL ISLAM'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-6086079848485050162</id><published>2009-01-01T03:15:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T03:16:55.554-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah 25  Nabi dan Rasul'/><title type='text'>.: MUKADDIMAH :.</title><content type='html'>&lt;tr&gt; &lt;td align="middle" width="100%" bg style="color:#ffffff;"&gt; &lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#00ffff;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 0); font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;.: MUKADDIMAH  :.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;img height="43" width="289" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" bg border="0" style="color:#008080;"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="98%" colspan="3" rowspan="2"&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#00ffff;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:+1;color:#008000;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#00ffff;"&gt;Nabi dan  Rasul adalah manusia-manusia pilihan yang bertugas memberi petunjuk kepada  manusia tentang keesaan Allah SWT dan membina mereka agar melaksanakan  ajaran-Nya. Ciri-ciri mereka dikemukakan dalam Al-Qur'an,  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;"... &lt;i&gt;ialah  orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah. Mereka takut kepada-Nya dan  mereka tiada takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah  sebagai pembuat perhitungan.&lt;/i&gt;"  (Q.S. Al Ahzab : 39). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#00ffff;"&gt;Perbedaan antara Nabi dan Rasul adalah : seorang Nabi menerima wahyu dari  Allah SWT untuk dirinya sendiri, sedangkan Rasul menerima wahyu dari Allah SWT  guna disampaikan kepada segenap umatnya. Para Nabi dan Rasul mempunyai 4 sifat  wajib dan 4 sifat mustahil, serta satu sifat jaiz, yaitu :&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 3px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#00ff00;"&gt;1.Shiddiq (benar), Mustahil ia Kizib (dusta). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 3px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#00ff00;"&gt;2.Amanah (dapat dipercaya), mustahil Khianat (curang). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 3px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#00ff00;"&gt;3.Tabliqh (Menyampaikan wahyu kepada umatnya), Mustahil Kitman  (menyembunyikan Wahyu). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 3px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#00ff00;"&gt;4.Fathonah (Pandai/cerdas), Mustahil Jahlun (Bodoh). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 3px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#00ff00;"&gt;5.Bersifat jaiz yaitu Aradhul Basyariyah (sifat-sifat sebagaimana  manusia). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 1px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#00ffff;"&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ini  telah banyak Nabi dan Rasul telah diturunkan, tetapi  yang wajib diketahui oleh umat Islam adalah sebanyak 25 Nabi dan Rasul, yaitu  :&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Adam as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Idris as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Nuh as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Huud as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Shaleh as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Ibrahim as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Ismail as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Luth as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Ishaq as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Ya'qub as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Yusuf as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Syu'aib as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Ayyub as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Dzulkifli as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Musa as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Harun as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Daud as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Sulaiman as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Ilyas as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Ilyasa as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Yunus as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Zakaria as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Yahya as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Isa as &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="MARGIN-TOP: 2px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Nabi Muhammad saw&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td align="middle" width="100%" bg style="color:#008000;"&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;Kritik, Saran dan Masukan tentang Kisah 25  Nabi dan Rasul ini dapat di sampaikan ke: &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:180%;color:#00ff00;"&gt;Persona Wiyata Learning Center &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Alamat : Jl. Tribuana Tungga Dewi 6 (Sinoman)  Mojokerto&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Telpon : 0321-7218949&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;email : &lt;a href="mailto:personawiyata@telkom.net"&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;personawiyata@telkom.net&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;website : &lt;a href="http://www.personawiyata.tk/"&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;www.personawiyata.tk&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2201665551853246348-6086079848485050162?l=nafasmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nafasmu.blogspot.com/feeds/6086079848485050162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2201665551853246348&amp;postID=6086079848485050162&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/6086079848485050162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2201665551853246348/posts/default/6086079848485050162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nafasmu.blogspot.com/2009/01/mukaddimah.html' title='.: MUKADDIMAH :.'/><author><name>Dj.Achmaedt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16872179096109263351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Sk7EkhLtAvY/SWnuKIFOhfI/AAAAAAAAACs/8Tvic2rjB18/S220/Dj.Achmaedt+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2201665551853246348.post-454355385018991727</id><published>2009-01-01T03:14:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T03:15:20.736-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah 25  Nabi dan Rasul'/><title type='text'>1.NABI ADAM AS</title><content type='html'>&lt;tr&gt; &lt;td align="middle" width="100%" bg style="color:#000080;"&gt; &lt;p align="center" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;color:#ffff00;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;NABI ADAM  AS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td align="middle" width="100%" bgcolor="#008080"&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 13px; "&gt;     &lt;span style="color:#00ffff;"&gt;  Setelah Allah  s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh -  tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan bintang-bintangnya  yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus  yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa  dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah  s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi  bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang  terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang  masa yang telah ditakdirkan baginya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#00ffff;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;Kekhawatiran Para  Malaikat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan  kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu, mereka khuatir kalau-kalau kehendak  Allah menciptakan makhluk yang lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian  mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka  lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah s.w.t.: "Wahai Tuhan kami!  Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami,padahal kami selalu  bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa  henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi  itu,nescaya akan bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh  berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di  dalamnya,sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang  Tuhan ciptakan itu."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah berfirman, menghilangkan kekhuatiran para  malaikat itu:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah  yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah  menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk  baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,karena Allah s.w.t.  melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian  diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,kering dan lumpur  hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan  Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang  sempurna&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iblis Membangkang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iblis membangkang dan  enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain,yang segera  bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan  diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya  serta yang terpendam di dalamnya.Iblis merasa dirinya lebih mulia,lebih utama  dan lebih agung dari Adam,karena ia diciptakan dari unsur api,sedang Adam dari  tanah dan lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan  merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang  lain,walaupun diperintah oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tuhan bertanya kepada Iblis:"Apakah  yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan  tangan-Ku?"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iblis menjawab:"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari  dia.Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena  kesombongan,kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang  diperintahkan,maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan  mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang  akan melekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai  penghuni neraka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman  Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal  hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya  dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan,tidak berterima kasih dan  bersyukur atas pemberian jaminan itu,bahkan sebaliknya ia mengancam akan  menyesatkan Adam,sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya  dari barisan malaikat,dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala  sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh  jalan yang sesat,mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang  terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan  mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian  Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Pergilah engkau bersama  pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan  bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah  beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang  tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala  kepandaianmu menghasut dan memfitnah." &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengetahuan Adam Tentang  Nama-Nama Benda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para  malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk  Adam sebagai penguasa bumi,maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang  berada di alam semesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para  malaikat seraya:"Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,jika kamu benar  merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para malaikat tidak  berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di  depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata:"Maha Agung  Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa  yang Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan  Maha Bijaksana."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan  nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh  Adam,berfirmanlah Allah kepada mereka:"Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa  Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan  apa yang kamu sembunyikan." &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adam Menghuni Syurga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adam  diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk  mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya dan  melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita  para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang  disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat Hawa  sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:"Wahai Adam! Apa dan  siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkatalah Adam:"Seorang  perempuan."Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah  kepadanya."Siapa namanya?"tanya malaikat lagi."Hawa",jawab Adam."Untuk apa Tuhan  menciptakan makhluk ini?",tanya malaikat lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adam menjawab:"Untuk  mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai  dengan kehendak Allah."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah berpesan kepada Adam:"Tinggallah engkau  bersama isterimu di syurga,rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah  didalamnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat di  dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau  merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tetapi Aku  ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka  dan termasuk orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu  dan musuh isterimu,ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari  syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat  ini." &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iblis Mulai Beraksi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesuai dengan ancaman yang  diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan  terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab  sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana  kebesarannya.Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan  Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan  bahagia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan  ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan  mereka.Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan  kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan  petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa.larangan Tuhan  kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan  buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup  kekal.Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon  yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya  termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan  Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud:  "Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan  tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang  nyata."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka  telah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu  kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:"Wahai Tuhan kami!  Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena  terkena bujukan Iblis.Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong  orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi  kami." &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah telah  menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka  telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih  akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi  mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adam dan Hawa  merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan  menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran  yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi  pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan  bujukan Iblis yang terlaknat itu.Harapan untuk tinggal terus di syurga yang  telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah,hidup kembali dalam hati  dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di  syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya  akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.Akan tetapi Allah telah  menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak  terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya  bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya,akan dikuasai kepada  manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih  pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada  mereka:"Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian  yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yang telah  ditentukan."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru  yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak  akan berulang kembali.Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan  suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan  tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang akan  berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu  menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan  tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan  rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih  sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada redha-Nya dan  kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah Adam dalam  Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di  antaranya surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A'raaf ayat 11  sehingga 25 &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah  Adam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan  larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau  belum dapat dicapai oelh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat  sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah  akan menciptakan manusia - keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi  sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk  apa Allah menciptakan jenis makhluk lain dar
